Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Boron: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.291.300 orang

Apa Anda pernah mendengar kata boron? Atau apakah Anda mengetahui apa itu boron? Bagi sebagian orang mungkin boron sudah tidak asing lagi karena unsur ini memiliki berbagai manfaat, salah satunya untuk pengobatan. 

Akan tetapi, bagi Anda yang tidak tahu, sangatlah penting untuk mengetahui karakteristik boron dalam pengobatan. Jadi, mari simak detil mengenai boron di bawah ini.

Mengenai Boron

Boron adalah unsur mineral yang ditemukan dalam makanan, dan lingkungan. Boron juga merupakan nutrisi penting bagi tanaman. Sumber utama boron adalah buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran.

Adapun sumber boron yang baik, yaitu hazelnut, kacang tanah, kacang almond, kedelai, rumput laut, peterseli, kakao, kismis, anggur, persik, dan apel.

Boron murni memiliki bentuk kristal berwarna merah atau hitam jernih. Orang-orang menggunakan boron sebagai suplemen. Dalam pengobatan, boron biasanya ditemukan dalam bentuk asam borat. Selain itu, boron digunakan pula sebagai pengawet makanan.

Golongan

Suplemen boron ini dijual bebas, namun lebih disarankan untuk mendiskusikan penggunaannya dengan dokter.

Kemasan

Boron dijadikan suplemen berupa tablet, kapsul, dan bubuk.

Kandungan

Tidak ada informasi yang cukup mengenai kandungan suplemen boron.

Manfaat Boron

Boron memiliki banyak manfaat, namun belum ada informasi yang cukup untuk menilai efektivitas kegunaan boron.

Adapun manfaat boron, yaitu untuk kekurangan boron, nyeri menstruasi, radang sendi, osteoporosis, ruam kulit selama radiasi, mengobati infeksi jamur, mencegah infeksi, meningkatkan kesehatan tulang dan sendi, menjaga fungsi mental, mengobati infeksi vagina, dan memiliki efek antioksidan.

Akan tetapi, masih dibutuhkan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas penggunaan boron ini.

Efek samping Boron

Boron aman untuk orang dewasa, dan anak-anak bila digunakan dengan tepat.

Bila diminum dalam dosis tinggi, boron tidak aman untuk orang dewasa, dan anak-anak. Boron dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan. Adapun tanda-tanda keracunan, seperti sakit kepala, diare, muntah, peradangan, pengelupasan kulit, kelelahan, cepat marah, tremor, kejang, dan gejala lainnya.

Asam borat yang merupakan bentuk umum dari boron juga aman bila digunakan melalui vagina hingga 6 bulan. Akan tetapi, pada sebagian orang dapat menyebabkan sensasi terbakar pada vagina. Selain itu, tidak aman pula bila diterapkan pada kulit dalam jumlah besar.

Dosis Boron

  • Dewasa dan ibu hamil atau menyusui berusia di atas 19 tahun: Dosis maksimum, yaitu 20 mg per hari.
  • Remaja berusia 14 hingga 18 tahun dan ibu hamil atau menyusui usia 14 hingga 18 tahun: Dosis maksimum, yaitu 17 mg per hari.
  • Anak-anak berusia 9 hingga 13 tahun: Dosis maksimum, yaitu 11 mg per hari.
  • Anak-anak berusia 4 hingga 8 tahun: Dosis maksimum, yaitu 6 mg per hari.
  • Anak-anak berusia 1 hingga 3 tahun: Dosis maksimum, yaitu 3 mg per hari.
  • Bagi bayi, dosis belum ditetapkan.

Dosis boron yang tepat, tergantung pada beberapa faktor individu seperti usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pastikan Anda mengikuti petunjuk pada label produk suplemen boron, dan berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan boron.

Interaksi Boron

Boron dapat berinteraksi dengan estrogen. Menggunakan boron bersama dengan estrogen dapat menyebabkan estrogen terlalu banyak dalam tubuh karena boron dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh.

Perhatian

Pada ibu hamil berbahaya bila menggunakan boron dalam dosis yang lebih tinggi karena dapat menyebabkan cacat lahir.

Jika Anda memiliki kondisi yang dapat diperburuk oleh paparan estrogen, seperti kanker rahim, kanker payudara, endometriosis ataupun yang lainnya. Hindarilah penggunaan boron tambahan atau boron dalam jumlah besar karena dapat memperburuk kondisi tersebut.

Jika Anda memiliki masalah ginjal, jangan mengonsumsi boron karena ginjal harus sangat bekerja keras untuk membersihkan boron.

Demikian berbagai hal mengenai boron yang dapat Anda ketahui. Bila Anda tertarik atau memerlukan pengobatan dengan boron, konsultasikanlah pada dokter Anda. Hal tersebut dilakukan agar kondisi Anda selalu terpantau, dan Anda bisa mendapatkan manfaat penuh dari unsur mineral ini.


Referensi

Drugs (2009). Boron.

Koshiba, et al. (2009). Boron Deficiency. Plant Signaling & Behavior, 4(6), pp. 557-558.

Medscape (2018). Boron.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp