Ambroxol: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 701.342 orang

Kenali Lebih Dalam Mengenai Obat Ambroxol

Batuk berdahak adalah salah satu penyakit yang paling sering dijumpai dan terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan dahak lebih dari kadar normal. Normalnya batuk respon alami tubuh kita untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak agar bias bernapas lebih lega.

Jika batuk melebihi 3 minggu, cobalah konsultasikan ke dokter karena bisa mengindikasikan gejala penyakit seperti bronkitis, pneumonia, asma, emfisema, bronkiektasis, dan lainnya. Perokok dan orang yang memiliki kekebalan tubuh rendah memiliki resiko yang lebih tinggi dalam penyakit ini.

Ambroxol adalah salah satu obat batuk yang masuk ke golongan mukolitik untuk mengencerkan dahak. Obat ini tergolong obat keras dan hanya bisa didapat dengan resep dokter, maka dari itu pemakaiannya harus mengikuti anjuran dari dokter.

Obat ini mengandung bahan aktif Mucosolvan, Lasolvan, dan Mucoangin dan bekerja dengan cara memecah serat mukopolisakarida pada dahak sehingga lebih mudah dihilangkan dengan batuk. Bagusnya, obat ini tidak menekan batuk sehingga tidak mengganggu respon batuk alami tubuh.

Dosis dan penggunaan Obat Ambroxol

  Dosis untuk dewasa, biasanya diberikan sebanyak 30 mg (1 tablet ambroxol) - 120 mg (4 ambroxol tablet) perhari yang dibagi dalam 2-3 dosis. Pada pasien anak – anak, dosis diberikan sesuai berat badan mereka.

Pengunaannya bisa pada saat makan atau setelah makan dan pastikan ada jarak waktu yang cukup. Ambroxol, Ambril, Brolexan, Brommer, Bronchopront, Broncozol, Epexol, Interpec, Limoxin, Mucera, Mucopect, Mucos, ini adalah nama – nama dagang yang biasa anda temui di pasaran.  

Jika anda mengkonsumsi ambroxol sirup, pastikan anda harus mengocok dahulu sebelum anda meminumnya dan ukur dosis dengan hati hati, lebih baik gunakan sendok khusus yang diberikan oleh apotek.

Sementara untuk ambroxol tablet, jangan menggerus, mengunyah, atau memotong obat menjadi beberapa bagian kecuali dokter menganjurkannya.

Dosis dan lama penggunaan akan tergantung kondisi pasien dan respon terhadap pengobatan. Jangan menggandakan dosis obat, jika anda lupa atau terlambat meminum obat, segera meminumnya jika jarak dengan pengonsumsian berikutnya tidak terlalu dekat.

Namun apabila jarak pengonsumsian berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis obat ini karena dapat memicu gangguan di dalam tubuh.

Efek samping dan kontraindikasi Obat Ambroxol

Ambroxol umumnya memiliki toleransi yang cukup baik dan jarang ditemukan efek samping yang parah, namun tetap memiliki efek samping seperti gangguan ringan pada sistem pencernaan (nyeri ulu hati, rasa mual dan muntah) dan reaksi alergi.

Maka dari itu, tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, khususnya orang yang diketahui memiliki riwayat hipersensitif terhadap obat – obatan. Orang yang memiliki penyakit ulkus lambung atau maag juga sebaiknya lebih berhati – hati dalam menggunakan obat ini.

Penggunaan ambroxol bersamaan dengan beberapa antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxime, erythromycin, doxycycline juga perlu diperhatikan karena akan meningkatkan konsentrasi antibiotik tersebut di dalam jaringan paru.

Sehingga diperlukan pengaturan dosis agar sesuai. Selain itu, penggunaan obat ini bersamaan dengan obat penekan refleks batuk juga tidak disarankan karena dapat menghambat keluarnya dahak dari saluran pernapasan.

Obat ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil pada trimester pertama tetapi tidak ada bukti efek buruk jika digunakan pada kehamilan setelah minggu ke-28. Sebenarnya obat ini memasuki ASI, tetapi tidak memiliki pengaruh buruk pada bayi jika dosis yang digunakan masih dalam dosis yang sesuai anjuran dokter.

Cara penyimpanan Obat Ambroxol

Cara menyimpan obat ini juga harus diperhatikan agar dapat bekerja secara optimal. Simpanlah pada suhu ruangan, jangan simpan obat ini di dalam kamar mandi, freezer (dibekukan), jauhkan dari cahaya matahari langsung dan tempat yang lembap.

Jauhkan juga dari jangkauan anak – anak dan hewan peliharaan, dilarang membuang obat ini ke toilet atau saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan, dan buanglah obat ini jika masa berlakunya telah habis.

Ambroxol tidak disarankan dalam konsumsi jangka panjang, maka konsumsilah sesuai dengan anjuran dokter. Jika setelah meminum tidak ada perubahan, kondisi semakin memburuk, efek samping yang parah dan terdapat gejala overdosis obat, konsultasikan kembali kepada dokter. Semoga artikel ini bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit