Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

​Antihistamine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 14, 2019 Tinjau pada DEC 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 2.024.078 orang

Antihistamine - Manfaat, Dosis dan Efek Samping

Alergi sangat sering sekali kita jumpai di kehidupan sehari – hari, khususnya alergi debu. Alergi disebabkan oleh produksi antibody jenis IgE atau kegagalan kekebalan tubuh dimana tubuh seseorang menjadi sangat sensitif dengan bahan – bahan tertentu. Tidak semua reaksi hipersensitivitas dapat disebut alergi.

Tanda – tanda dari alergi sendiri berlangsung cepat seperti, gatal – gatal, bersin, urticaria, mata merah, atau serangan asma. Pemberian antihistamin, kortikosteroid, dekongestan dan menghindari allergen penyebab alergi adalah cara mengobati gejala alergi. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Manfaat Antihistamine

Antihistamin sendiri adalah obat yang membantu mengurangi atau menghalangi kerja zat histamin yang muncul saat reaksi alergi terjadi. Normalnya zat histamin berfungsi melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, ketika histamine melakukan perlawanan, tubuh mengalami peradangan. Berbeda dengan orang yang memiliki alergi, cara kerja zat histamine menjadi kacau karena tidak bisa membedakan mana zat yang berbahaya dan yang tidak berbahaya bagi tubuh dan terjadi peradangan atau reaksi alergi pada saat zat tidak berbahaya masuk ke dalam tubuh.  

Antihistamin dapat mengobati beberapa gejala alergi seperti, gatal, rhinitis, urtikaria atau biduran, alergi mata, alergi musiman. Obat ini juga bisa digunakan untuk obat darurat saat mengatasi anafilaksis (anafilaktik) atau reaksi alergi yang tergolong berat dan mengancam jiwa, selain itu bisa juga digunakan untuk mengatasi gejala mual dan muntah saat mabuk kendaraan.

Ada 2 jenis antihistamin, generasi pertama dan generasi kedua. Antihistamin generasi pertama lebih memberikan efek samping rasa kantuk dibanding antihistamin generasi kedua.

Beberapa macam antihistamin generasi pertama adalah:

  • chlorphenamine, 
  • promethazine, 
  • ketotifen, 
  • alimemazine, 
  • cyproheptadine, 
  • hydroxyzine
  • clemastine. 

Beberapa macam antihistamin generasi kedua adalah 

  • loratadine, 
  • fexofenadine, 
  • cetirizine, 
  • mizolastine, 
  • desloratadine, 
  • acrivastine,
  • levocetirizine. 

Bentuk obatnya pun beragam mulai dari tablet, kapsul, krim atau gel, dan cairan yang dihirup.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dosis dan Jenis Antihistamine 

  • Acrivastine: Dosis untuk kelompok usia 12-65 tahun adalah 8 mg sebanyak satu kali sehari. Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi tiga kali sehari.
  • Alimemazine: Dosis untuk dewasa adalah 10 mg sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Untuk lansia, dosis tetap 10 mg, namun harus diturunkan menjadi satu kali hingga dua kali sehari. Untuk anak-anak usia 2 tahun ke atas disarankan menggunakan bentuk sirop dengan dosis 1,7-3,3 ml sebanyak tiga hingga empat kali sehari.
  • Azatadine: Dosis untuk dewasa adalah 1-2 mg sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 0,5-1 mg sebanyak dua kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
  • Brompheniramine: Dosis untuk anak usia di atas 12 tahun adalah 4 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dosis untuk anak usia 6-12 tahun adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak-anak usia 4-6 tahun adalah 1 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
  • Cetirizine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas sampai dewasa (serta lansia yang tidak memiliki masalah pada ginjal) adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak usia 6-12 tahun adalah 5 mg sebanyak dua kali sehari.
  • Chlorphenamine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 4 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan dosis untuk anak usia 6-12 tahun dan lansia adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
  • Clemastine: Dosis untuk dewasa adalah 1 mg sebanyak dua kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 0,5-1 mg sebanyak dua kali sehari. Untuk anak usia 3-6 tahun adalah 0,5 mg sebanyak dua kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 1-3 tahun adalah 0,25-0,5 mg sebanyak dua kali sehari.
  • Cyproheptadine: Dosis untuk anak usia 14 tahun ke atas adalah 4 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk anak usia 6-14 tahun adalah 4 mg sebanyak 2-3 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun adalah 2 mg sebanyak 2-3 kali sehari.
  • Desloratadine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 5 mg sebanyak satu kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
  • Dexchlorpheniramine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 2 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 5-12 tahun adalah 1 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 4-5 tahun adalah 0,5 mg sebanyak 4-6 kali sehari.
  • Dimenhydrinate: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 50-100 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-11 tahun adalah 25-50 mg sebanyak 3-4 kali sehari. Sedangkan untuk anak usia 2-5 tahun adalah 12,5-25 mg sebanyak 3-4 kali sehari.
  • Diphenhydramine: Dosis untuk anak usia 16 tahun ke atas dan lansia yang tidak memiliki penyakit pikun adalah 50 mg sebanyak satu kali sehari.
  • Doxylamine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 25-50 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 12,5-25 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-6 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
  • Fexofenadine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 120 mg sebanyak satu kali sehari.
  • Hydroxyzine: Dosis untuk orang dewasa adalah 25 mg per hari. Jika diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 25 mg sebanyak 3-4 kali sehari. Dokter akan menyesuaikan dosis untuk bayi antara usia enam bulan sampai enam tahun dengan berat
  • Ketotifen: Dosis untuk anak usia tiga tahun ke atas adalah 1 kali tetes pada mata yang mengalami peradangan. Penetesan harus dilakukan dua kali dalam sehari.
  • Levocetirizine: Dosis untuk anak usia lima tahun ke atas adalah 5 mg sebanyak satu kali sehari.
  • Loratadine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 2-12 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
  • Mizolastine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas dan lansia adalah 10 mg sebanyak satu kali sehari.
  • Phenindamine: Dosis untuk anak usia 12 tahun ke atas adalah 25 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Untuk anak usia 6-12 tahun adalah 12,5 mg sebanyak 4-6 kali sehari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 4-6 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.
  • Promethazine: Dosis untuk anak usia 10 tahun ke atas sampai dewasa adalah 10 mg sebanyak dua kali sehari. Jika diperlukan dosis bisa ditingkatkan menjadi 20 mg sebanyak tiga kali sehari. Untuk dosis anak usia 5-10 tahun adalah 10-20 mg per hari. Dokter akan memberi dosis untuk anak usia 2-5 tahun sesuai berat badan masing-masing pasien.

Sebelum meminum obat sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter dan mengikuti dosis dokter.

Efek Samping Penggunaan Antihistamine 

Efek samping yang biasa terjadi seperti, mengantuk, mulut kering, pusing, sakit kepala, mual dan muntah, disfagia, sulit buang air kecil, penglihatan buram, mudah marah. Pada manula atau orang tua efek samping bisa terlihat lebih banyak. 

Menurut hasil studi, antihistamin terbaru memiliki lebih sedikit efek samping. Konsultasikan kepada dokter Anda sebelum mengkonsumsi obat antihistamin untuk penggunaan

Peringatan

  • Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter bila Anda adalah Ibu hamil, ibu menyusui, atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.
  • Pemberian obat ini kepada anak-anak perlu berhati-hati. Penggunaan tiap jenis obat antihistamin berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia.
  • Beritahukan dokter bila Anda memiliki riwayat gangguan ginjal, gangguan hati, tukak lambung, infeksi saluran kemih, pembengkakan prostat, obstruksi usus dan glaukoma.
  • Apabila Anda diresepkan obat antihistamin golongan pertama, hindari konsumsi minuman beralkohol karena dapat memperparah efek rasa kantuk.
  • Beritahukan dokter bila Anda sedang mengkonsumsi obat antihistamine atau obat-obatan lainnya. 
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini