Ximex Cylowam: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Jul 3, 2019 Waktu baca: 6 menit

Ximex Cylowam adalah sediaan obat tetes mata yang digunakan untuk mengobati infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri yang peka, seperti tukak kornea dan konjungtivitis. Ximex Cylowam mengandung Ciprofloxacin, obat yang termasuk antibiotik golongan fluorokuinolon generasi ke 2.Berikut ini adalah informasi lengkap obat Ximex Cylowam yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories

Golongan

Obat Keras (Harus dengan resep dokter)

Kemasan

Obat Ximex Cylowam dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • botol 5 mL Tetes mata

Kandungan

Tiap kemasan obat Ximex Cylowam mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

 Ciprofloxacin HCl setara dengan Ciprofloxacin 0,3% tiap 0,5mL

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ciprofloxacin adalah antibiotik golongan fluoroquinolone generasi kedua yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Mekanisme aksi antibiotik ini adalah dengan cara menghambat DNA Gyrase dan topoisomerase IV. Ciprofloxacin mengikat ke DNA gyrase dengan kekuatan 100x. Topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Mekanisme ini akan membunuh bakteri sehingga Ciprofloxacin digolongkan sebagai bakterisida. Ciprofloxacin  diserap dengan baik di saluran pecernaan, jika diberikan secara oral akan memiliki bioavailabilitas sekitar 70-80%. Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi plasma puncak : 2-4 jam (oral). Antibiotik ini terdistribusi secara luas di dalam tubuh, penetrasi jaringan baik, mampu melintasi plasenta, dan masuk ke air susu ibu.

Indikasi

Kegunaan Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) adalah untuk mengobati infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri yang peka, seperti ulkus kornea dan konjungtivitis (radang selaput ikat mata).

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat tetes mata Ximex Cylowam pada pasien dengan dengan riwayat hipersensitif atau alergi obat Ciprofloxacin dan antibiotik golongan kuinolon lainnya.

Efek Samping Ximex Cylowam

Kebanyakan efek samping Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) bersifat ringan sampai sedang yang akan segera hilang ketika pemberian obat dihentikan. Namun, efek samping serius kadang terjadi. Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa terjadi :

  • Efek samping Ximex Cylowam yang relatif sering terjadi adalah rasa ketidaknyamanan lokal pada mata, misalnya mata panas seperti terbakar atau tidak nyaman, dan gatal-gatal.
  • Pada penggunaan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan edema kelopak mata, keluar air mata secara berlebihan, pengendapan kristal putih pada kornea (White crystalline precipitate).
  • Efek samping yang relatif jarang seperti : conjunctival hyperemia, chemosis, photopobia, rasa pahit di lidah.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan obat tetes mata yang mengandung antibiotik ciprofloxacin untuk penderita penyakit hati harus dilakukan secara hati-hati.
  • Keamanan dan efektivitas obat ini terhadap ibu hamil dan ibu menyusui belum diketahui. Oleh karena itu sebaiknya Ximex Cylowam tidak diberikan kepada pasien golongan ini.
  • Pemakaian antibiotik termasuk ciprofloxacin dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan pertumbuhan berlebihan mikrorganisme lain, termasuk jamur. Jika terjadi superinfeksi segera hubungi dokter.
  • Keamanan dan efektivitas pada pasien anak-anak berusia kurang dari 12 tahun belum diketahui.
  • Jika timbul ruam kulit atau tanda-tanda reaksi alergi lainnya, segera hentikan penggunaan Ximex Cylowam.
  • Simpan obat tetes mata ini di tempat yang kering dan sejuk, terlindung dari cahaya matahari langsung.

Penggunaan obat Ximex Cylowam untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ciprofloxacin kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia, namun efek buruk obat ini pada janin hewan harus menjadi pertimbangan serius sebelum menggunakan Ciprofloxacin untuk ibu hamil. Oleh karena obat ini diketahui mampu menembus sawar plasenta, sebaiknya kalaupun harus digunakan harus di bawah pengawasan dokter.

Interaksi obat

Belum diketahui apakah penggunaan ciprofloxacin dalam sediaan tetes mata mampu masuk secara sistemik dalam jumlah yang signifikan. Sebagai pertimbangan, berikut adalah data interaksi yang mungkin terjadi jika Ciprofloxacin digunakan secara oral atau intravena :

  • Penggunaan bersama antasida yang mengandung magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida, menurunkan penyerapan Ciprofloxacin oleh usus.
  • Hal yang sama terjadi jika diberikan bersamaan dengan suplemen zat besi dan multi-vitamin yang mengandung zinc.
  • Sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan susu, produk yang kaya kalsium, multivitamin oral dan suplemen mineral yang mengandung kation divalen atau trivalen (misalnya Fe, Zn, Ca) karena bisa menurunkan level Ciprofloxacin dalam darah di bawah level yang dibutuhkan.
  • Ciprofloxacin menunjukkan potensi untuk menghambat kerja enzim yang memecah tizanidine, theophylline, caffeine, methylxanthines, clozapine, olanzapine, dan ropinirole. Hal ini dapat meningkatkan level obat tersebut dalam darah, sehingga menyebabkan efek samping yang lebih potensial.
  • Dalam dosis tinggi, penggunaan Ciprofloxacin bersamaan dengan anti inflamasi non steroid (NSAID) dapat menyebabkan kejang. beberapa merk-merk obat yang termasuk NSAID misalnya mefinal yang mengandung asam mefenamat, dan voltadex yang mengandung diclofenac.
  • Meningkatkan efek antikoagulan oral (misalnya warfarin) dan anti diabetes glibenclamide.
  • Meningkatkan toksisitas methotrexate.
  • Konsentrasi plasma Ciprofloxacin dapat ditingkatkan oleh probenesid.
  • Penggunaan bersamaan dengan antiaritmia kelas IA (misalnya quinidine, procainamide), antiaritmia kelas III (misalnya amiodarone, sotalol), TCA, makrolides dan antipsikotik dapat menyebabkan efek aditif pada perpanjangan interval QT.
  • Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid (misalnya dexamethasone, betamethasone) dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Peningkatan kadar tizanidine dalam serum yang bisa menyebabkan efek hipotensi dan sedatif.

Dosis Ximex Cylowam

Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) diberikan dengan dosis berikut :

  • Corneal ulcers/tukak kornea :

Hari 1 : 2 tetes setiap 15 menit selama 6 jam pertama, selanjutnya berikan setiap 30 menit. Hari 2 : 2 tetes setiap 1 jam.

Hari ke 3-14 : 2 tetes setiap 4 jam.

Diteteskan pada mata yang sakit. Pengobatan diteruskan bila belum terjadi reepitelisasi kornea.

  • Conjunctivitis :

1-2 tetes setiap 2 jam selama 2 hari, dilanjutkan 1-2 tetes setiap 4 jam selama 5 hari berikutnya.

Dosis lazim sediaan tetes mata yang mengandung Ciprofloxacin

Ulkus kornea bakteri

  • Dewasa : larutan 0,3% : Hari 1: 2 tetes ke mata yang terkena setiap 15 menit untuk 1-6 jam pertama, lalu 2 tetes setiap 30 menit setelahnya. Hari 2 : 2 tetes setiap 1 jam. Hari 3-14 : 2 tetes setiap 4 jam. Durasi maksimal : 21 hari.
  • Anak berusia > 1 tahun : sama seperti dosis dewasa.

Infeksi okular superfisial

  • Dewasa : untuk sediaan larutan 0,3% : 1 atau 2 tetes di mata yang terkena 4 kali sehari. Infeksi parah : 1 atau 2 tetes setiap 2 jam selama bangun tidur selama 2 hari pertama. Durasi maksimal : 21 hari. Sebagai salep : Terapkan 3 x sehari 1,27 cm selama 2 hari, lalu 2 x sehari selama 5 hari ke depan.
  • Anak berusia > 1 tahun : Sama seperti dosis dewasa.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Ximex Cylowam

  • Antibiotik termasuk Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) hanya digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Jangan menggunakan antibiotik ini untuk penyakit yang disebabkan oleh virus.
  • Buang semua sisa obat Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan gunakan obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu.
  • Gunakan obat Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) sesuai dengan aturan. Jangan gunakan obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Ciprofloxacin
  • Merk-merk obat yang termasuk antibiotik kuinolon, derivat
  • Merk-merk obat mata

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Ximex Cylowam (Ciprofloxacin) harus sesuai dengan yang dianjurkan.

 

 


25 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
D. Steiger, L. Bubendorf, M. Oberholzer, M. Tamm, J.D. Leuppi. Ciprofloxacin-induced acute interstitial pneumonitis. European Respiratory Journal Jan 2004, 23 (1) 172-174; DOI: 10.1183/09031936.03.00057903. European Respiratory Society. (https://erj.ersjournals.com/content/23/1/172)
Singh, P., Lʼ Esperance, K., Butler, A., Yenulevich, E., Malhotra, S., & Glotzbecker, B. (2019). Ciprofloxacin-Associated Hypoglycemia. American Journal Of Therapeutics, 1. https://doi.org/10.1097/00045391-900000000-98507. LWW Journals. (https://journals.lww.com/americantherapeutics/Citation/2019/12000/Ciprofloxacin_Associated_Hypoglycemia.5.aspx)
Andrea Meyerhoff, Renata Albrecht, Joette M. Meyer, Peter Dionne, Karen Higgins, Dianne Murphy, US Food and Drug Administration Approval of Ciprofloxacin Hydrochloride for Management of Postexposure Inhalational Anthrax, Clinical Infectious Diseases, Volume 39, Issue 3, 1 August 2004, Pages 303–308, https://doi.org/10.1086/421491. Oxford Academic. (https://academic.oup.com/cid/article/39/3/303/351356)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app