Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Dexamethasone: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Update terakhir: Jul 19, 2019 Tinjau pada Mei 1, 2019 Waktu baca: 10 menit
Telah dibaca 694.851 orang

Dexamethasone (baca: deksametason) adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid sintetis yang digunakan sebagai agen anti alergi, imunosupresan, dan anti inflamasi. Obat ini 20-30 kali lebih kuat daripada Hydrocortisone dan 5-7 kali lebih kuat daripada prednison

Sediaan obat ini tersedia dalam Dexamethasone 0.5 mg dan 0.75 mg, baik tablet, kaplet atau sediaan sistemik. 

Mengenai Dexamethasone

Jenis obat Obat Kortikosteroid
Kandungan Kortikosteroid
Kegunaan Obat anti alergi, imunosupresan, anti inflamasi
Kategori Obat dengan resep dokter
Konsumen Dewasa dan anak-anak
Kehamilan Kategori C (setelah trimester pertama) dan Kategori D (saat trimester pertama)
Kemasan Tablet, sirop, suntik, dan infus

Manfaat Obat Dexamethasone

Obat Dexamethasone tersedia dalam bentuk cairan infus, cairan suntik, suspensi suntik, tablet oral, dan sirup. Kegunaan Dexamethasone adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

A. Sebagai anti inflamasi

Obat golongan kortikosteroid seperti Dexamethasone digunakan untuk berbagai kondisi inflamasi, misalnya radang reumatik, infeksi kulit , infeksi mata, radang usus (Chron’s Disease atau Ulcerative Colitis), alergi (penyakit asma bronkial dan dermatitis). 

B. Menangani Penyakit Autoimun

Obat ini juga digunakan untuk menangani penyakit-penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, penyakit SLE, sarkoidosis, multiple myeloma, multiple sclerosis dan penyakit keganasan sistem limfatik. 

C. Terapi Pendukung Kemoterapi Kanker

Bisa juga digunakan untuk pasien kanker, sebagai terapi pendukung kemoterapi. Obat ini bisa menangkal perkembangan edema pada pasien tumor otak.

Sebagai agen kemoterapi, obat ini digunakan untuk pengobatan multiple myeloma baik tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat-obat seperti thalidomide, lenamide, bortezomidib, kombinasi dari adriamycin dan vincristine atau velcade dan revlimid. 

Untuk mencegah efek samping mual dan muntah saat kemoterapi, Dexamethasone bisa mendukung obat antiemetik seperti ondansetron.

Iklan dari HonestDocs
Beli DEXTAMINE Kaplet via HonestDocs

DEXTAMINE digunakan untuk mengurangi reaksi alergi yang serius dan menekan proses peradangan yang terjadi pada tubuh. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Dextamine tab 1
D. Untuk Membantu Proses Pembentukan Organ Paru-paru Bayi Prematur

Dexamethasone sering diberikan pada ibu hamil yang memiliki resiko melahirkan secara prematur. Pemberian obat ini bertujuan untuk mematangkan organ paru-paru janin. Untuk tujuan ini, pengobatan harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari dokter karena penggunaan obat ini secara tidak tepat dapat meningkatkan resiko kecacatan janin.

E. Kegunaan Lainnya
  • Obat kortikosteroid termasuk Dexamethasone juga digunakan untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan tubuh dalam proses pencakokkan organ.
  • Selain itu, kegunaan lain dari dexamethasone adalah sebagai terapi untuk Cushing’s Syndrome, edema pada makula dan penyakit Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK).
  • Mengurangi proses penarikan makrofag menuju tempat yang mengalami peradangan
  • Mengurangi proses pembentukan edama dan mengurangi permeabilitas dinding kapiler
  • Mengurangi proses pelepasan histamin dan kinin dari substrat
  • Mengurangi proses pembentukan fibroblast dan jaringan parut
  • Mengurangi proses penyerapan kalsium dari saluran cerna dan meningkatkan proses pembuangan kalsium lewat ginjal
  • Mengurangi aktivitas limfatik, volume limfatik, dan produksi limfositMengurangi reaktivasi jaringan untuk membentuk interaksi antigen-antibodi
  • Meningkatkan proses pembentukan sel eritroid di dalam sumsum tulang dan memperpanjang usia hidup eritrosit dan trombosit
  • Meningkatkan porses pembentukan glukosa dari hati, meningkatkan pemecahan protein dan pemindahan lemak dari pinggiran ke bagian tengah tubuh

Indikasi Dexamethasone

Obat deksametason dapat digunakan untuk mengobati penyakit - penyakit berikut ini:

  • Penyakit inflamasi akut
  • Penyakit inflamasi pada kulit
  • Penyakit inflamasi pada mata
  • Penyakit rematik sendi
  • Penyakit asma bronkhial
  • Penyakit sistemik lupus eritematosus
  • Penyakit keganasan sistem limfatik

Kontraindikasi Dexamethasone

  • Jangan menggunakan Dexamethasone untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • Dexamethasone sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita
    • tukak lambung
    • osteoporosis
    • diabetes melitus
    • infeksi jamur sistemik
    • glaukoma
    • psikosis & psikoneurosis berat
    • penderita TBC aktif
    • infeksi akut
    • infeksi herpes mata (herpes ocular)
    • herpes zoster
    • herpes simplex
    • osteoporosis
    • sindroma Cushing
    • gangguan fungsi ginjal
  • Dexamethasone tidak dianjurkan diberikan untuk pasien yang sedang menjalani vaksinasi
  • Dexamethasone tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan.

Mekanisme Obat Dexamethasone

Cara kerja dari obat ini adalah dengan mencegah aktivasi pelepasan zat-zat / substansi tertentu dalam tubuh yang menyebabkan suatu reaksi inflamasi. Obat dexamethasone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein.

Sebagai anti inflamasi, obat ini bekerja dengan cara:

  • Mengurangi proses inflamasi dengan membuat membran leukosit lisosom menjadi stabil, sehingga pelepasan hidrolase asam yang merusak leukosit dapat dicegah
  • Mengurangi proses penarikan makrofag menuju tempat yang mengalami peradangan
  • Mengurangi proses pembentukan edama dan mengurangi permeabilitas dinding kapiler
  • Mengurangi proses pelepasan histamin dan kinin dari substrat
  • Mengurangi proses pembentukan fibroblast dan jaringan parut
  • Mengurangi proses penyerapan kalsium dari saluran cerna dan meningkatkan proses pembuangan kalsium lewat ginjal
  • Mengurangi aktivitas limfatik, volume limfatik, dan produksi limfosit
  • Mengurangi kadar imunoglobulin, kadar komplemen dan kompleks imun lain pada celah bawah membran
  • Mengurangi reaktivasi jaringan untuk membentuk interaksi antigen-antibodi
  • Meningkatkan proses pembentukan sel eritroid di dalam sumsum tulang dan memperpanjang usia hidup eritrosit dan trombosit
  • Meningkatkan porses pembentukan glukosa dari hati, meningkatkan pemecahan protein dan pemindahan lemak dari pinggiran ke bagian tengah tubuh

Hal-hal ini ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Dosis Obat Dexamethasone

Obat Dexamethasone memiliki potensi yang sangat kuat sebagai anti inflamasi dan anti alergi. Sebagai perbandingan deksametason 0,75 mg memiliki kesetaraan dengan prednison 5 mg, prednisolon 5 mg kortison 25 mg dan hidrokortison 35 mg. 

Beberapa merek dagang: Dexaharsen, Mexon (kombinasi dengan CTM), Carbidu, dan lain-lain.

Dosis dari obat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu penyakit apa yang timbul, seberapa parahkah suatu penyakit, apakah ada riwayat alergi obat ini, respon tubuh seseorang terhadap pemberian obat ini, serta penyakit lainnya yang dapat bereaksi jika konsumsi obat Dexamethasone. Secara umum, penggunaan Dexamethasone pada awal terapi adalah dengan dosis 0,75-9 mg / hari. 

Obat ini dapat digunakan untuk terapi pada orang dewasa ataupun pada anak-anak. Hanya saja perhatikan lebih lanjut mengenai dosis untuk anak-anak, karena dosis harus disesuaikan dengan berat badan anak. 

Obat Dexamethasone dapat diberikan dengan dosis sebagai berikut :

A. Dosis lazim dewasa untuk anti inflamasi
  • Oral, injeksi intravena dan intramuskular (sebagai natrium fosfat) :
  • 0.75-9 mg / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam
B. Dosis lazim dewasa untuk mual atau muntah akibat kemoterapi atau pasca operasi
  • Pencegahan :10 mg - 20 mg secara oral atau injeksi intravena, 15 - 30 menit sebelum pengobatan pada setiap hari pengobatan
  • Untuk kemoterapi melalui continuous infusion : 10 mg secara oral atau injeksi intavena setiap 12 jam pada setiap hari pengobatan.
  • Untuk terapi emetogenik ringan : 4 mg oral, injeksi intravena atau intramuskular setiap 4 - 6 jam.
C. Dosis lazim dewasa untuk multiple myeloma
  • Oral, injeksi intravena : 40 mg / hari, hari 1-4, 9-12, dan 17-20, diulang setiap 4 minggu (tunggal atau sebagai bagian dari rejimen terapi).
D. Dosis lazim dewasa biasa untuk multiple sclerosis
  • Oral : 30 mg / hari selama 1 minggu, diikuti oleh 4 - 12 mg / hari selama 1 bulan.
E. Dosis lazim pediatric untuk anti inflamasi
  • 0.08-0.3 mg / kg / hari atau 2.5-5 mg / m2 / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam.
F. Dosis lazim pediatric untuk Asma akut
  • Oral, intravena, intramuskular: 0.6 mg / kg sekali (dosis maksimum : 16 mg)

Efek Samping Obat Dexamethasone

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Dexamethasone :

  • Obat-obat glukokortikoid termasuk Dexamethasone meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya dihindari.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa, juga menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh karena itu penggunaan Dexamethasone pada pasien yang memiliki resiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang.
  • Dexamethasone seperti glukokortikoid lainnya, juga mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem (peningkatan berat badan). Efek samping ini sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. 
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh akibat pemakaian Dexamethasone.
  • Gangguan saluran pencernaan seperti mual dan muntah.
  • Obat ini juga dapat menimbulkan efek samping lainnya seperti infeksi jamur, kebingungan, gangguan tidur, lemah otot, menstruasi tidak lancar dan gangguan pertumbuhan

Segera hentikan pemakaian obat Dexamethasone bila mengalami satu atau lebih efek samping seperti di atas. Konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter yang memberikan Anda obat tersebut sehingga dapat dipikirkan alternatif lain sebagai solusi masalah kesehatan Anda.

Penggunaan obat Dexamethasone untuk ibu hamil

Obat ini termasuk dalam Kategori C bila dikonsumsi setelah kehamilan melewati trimester pertama, yang artinya studi pada binatang percobaan menunjukan suatu reaksi efek samping terhadap janin, namun untuk wanita hamil sendiri belum ada studi kontrolnya. Obat Dexamethasone ini hanya dapat dipergunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar dan juga yang diharapkan melebihi daripada besarnya risiko terhadap janin. 

Bila dikonsumsi pada kehamilan trisemester pertama, maka obat ini termasuk dalam Kategori D, yaitu terdapat bukti yang benar menunjukkan risiko terhadap janin manusia, dan hanya dapat digunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar daripada risikonya, seperti untuk kasus yang dapat mengancam jiwa baik ibu atau janin di kandungannya. 

Dexamethasone dengan mudah dapat menembus plasenta atau masum dalam kandungan ASI. Meskipun demikian, perlu diwaspadai efek samping yang ditimbulkan terhadap si kecil, yaitu dapat menghambat pertumbuhan, dapat mengganggu produksi endogenous corticosteroid, serta beberapa efek samping yang tidak diinginkan lainnya untuk si kecil.

Jika pemberian obat-obat kortikosteroid dalam jangka panjang atau diulang selama kehamilan, resiko penghambatan pertumbuhan intrauterin dapat meningkat. Beberapa gejala supresi adrenal pada janin akibat penggunaan obat ini selama kehamilan biasanya akan hilang setelah bayi lahir

Interaksi Obat Dexamethasone

Berikut adalah interaksi obat Dexamethasone dengan obat-obat lain :

  • Aminoglutethimide : menurunkan kadar deksametason, melalui induksi enzim mikrosomal sehingga mengurangi efek farmakologis Dexamethasone.
  • Agen Kalium-depleting : jika diberikan bersamaan dengan obat-obat kalium-depleting agen (misalnya, amfoterisin B, diuretik), pengamatan ketat harus dilakukan terhadap kemungkinan terjadinya hipokalemia
  • Antibiotika makrolida : menurunkan klirens obat kortikosteroid ini sehingga meningkatkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Antidiabetik : kortikosteroid dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, oleh karena itu penyesuaian dosis obat anti diabetes mungkin diperlukan.
  • Isoniazid : Konsentrasi serum isoniazid mungkin akan menurun jika diberikan bersamaan dengan Dexamethasone.
  • Cholestyramine dan efedrin : Cholestyramine meningkatkan klirens kortikosteroid sehingga menurunkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Vaksin hidup : obat golongan kortikosteroid menurunkan sistem imun tubuh sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Penggunaan vaksin hidup pada pasien yang menggunakan Dexamethasone sebaiknya dihindari.
  • Anti jamur azole seperti ketoconazole (misal merk Mycoral) : mengurangi metabolisme kortikosteroid sehingga dapat meningkatkan kadar dan efek farmakologisnya.
  • NSAID : aspirin atau NSAID lainnya (asam mefenamat, ibuprofen, ketoprofen dll)meningkatkan resiko efek samping perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Suplemen vitamin A
  • Barbiturate

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat Dexamethasone adalah sebagai berikut :

  • Berikan informasi kepada dokter bila Anda memiliki riwayat penyakit lainnya, seperti diabetes mellitus (kencing manis), gangguan sistem otot, penyakit jantung ataupun pembuluh darah, penyakit ginjal, glaukoma, katarak, kelainan sistem pembekuan darah, osteoporosis, miastenia gravis, penyakit hati (liver), gangguan mental, tekanan darah tinggi, dan infeksi paru-paru (seperti TBC Paru).
  • Penderita gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan kolitis ulceratif sebaiknya hati-hati jika menggunakan Dexamethasone, karena beresiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obat lainnya. 
  • Obat Dexamethasone (sistemik) tidak boleh digunakan oleh penderita cacar air dan campak karena bisa menyebabkan akibat yang sangat buruk atau bahkan mematikan. Hindari berada di dekat orang yang menderita cacar air atau campak jika Anda belum pernah mengalami ini sebelumnya.
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan katarak atau glaukoma.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin apa pun. Penggunaan vaksin dengan Dexamethasone (sistemik) dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau membuat vaksin tidak berfungsi juga.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Hindari penggunaan obat ini dengan suplemen vitamin A, barbiturat, fenobarbital, rifampicin, fenitoin, serta antibiotik lainnya.
  • Jika baru saja menderita penyakit cacar ular (Herpes Zoster), cacar air, dan campak, maka sebaiknya dapat menginformasikan kepada dokter karena penggunaan obat ini dalam kondisi yang demikian perlu dihindari, sebab sistem kekebalan tubuh dapat melemah.

Overdosis

Jika menggunaan obat Dexamethasone secara berlebihan, sebaiknya segeralah menemui dokter anda. Penggunaan dalam jangka panjang, dapat sebabkan peningkatan timbulnya acne, gangguan siklus haid, impotensi, hilangnya gairah seksual, membuat lemak pada tubuh menurun serta berpindah pada bagian tubuh yang tidak diinginkan, dan dapat membuat kulit lebih sensitif sehingga mudah untuk timbul kemerahan.

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat dexamethasone harus sesuai dengan yang dianjurkan.


Referensi

Drugs. (2019). Dexamethasone.

WebMD. (2018). Dexamethasone.

MedicinePlus. (2016). Dexamethasone Injection.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp