Dexamethasone (Dexamethasone)

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 9 menit
Telah dibaca 188.494 orang

Dexamethasone adalah obat kortikosteroid jenis glukokortikoid sintetis yang digunakan sebagai agen anti alergi, imunosupresan, anti inflamasi dan anti shock yang sangat kuat. Obat ini 20-30 kali lebih kuat daripada Hydrocortisone dan 5-7 kali lebih kuat daripada prednison. Tersedia berupa Dexamethasone 0.5 mg dan 0.75 mg, baik tablet, kaplet atau sediaan sistemik.

Obat dexamethasone bekerja dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi repon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Ringkasan

Dexamethasone obat apa? berikut tabel ringkasan informasinya :

Informasi Obat Dexamethasone

Dexamethasone obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Dexamethasone Obat Apa?

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid. Mekanisme aksi obat ini adalah dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Kompleks steroid-protein reseptor ini nantinya akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein.

Obat ini juga menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler yang pada akhirnya akan mengurangi repon tubuh terhadap radang.

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Umumnya dipasarkan dengan kadar 0.5 mg dan 0.75 mg  tablet atau caplet. Sediaan dexamethasone injection biasanya dengan kadar 5 mg / 5 ml. Sediaan generiknya diproduksi oleh berbagai pabrik misalnya pabrik obat Harsen. Sediaan obat dexa harsen berupa dexamethasone 0.5 mg dan dexamethasone 0.75 mg tablet.

Umumnya dipasarkan dengan kadar 0.5 mg dan 0.75 mg  tablet atau caplet. Sediaan dexamethasone injection biasanya dengan kadar 5 mg / 5 ml. Sediaan generiknya diproduksi oleh berbagai pabrik misalnya pabrik obat Harsen. Sediaan obat dexa harsen berupa dexamethasone 0.5 mg dan dexamethasone 0.75 mg tablet.

Indikasi

Kegunaan Dexamethasone adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

A. Sebagai anti inflamasi

Obat golongan kortikosteroid seperti Dexamethasone digunakan untuk berbagai kondisi inflamasi, misalnya radang reumatik, radang usus, radang pada ginjal, radang pada mata, radang karena asma dan radang pada tempat lainnya.

B. Menangani Penyakit Autoimun

Obat ini juga digunakan untuk menangani penyakit-penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, berbagai jenis alergi, penyakit lupus, bronkospasme, dan idiopatik thrombocytopenic (penurunan jumlah trombosit darah karena masalah kekebalan tubuh).

C. Anti Shock

Obat ini berguna untuk menangani shock anafilaktik alergi dalam dosis tinggi.

D. Terapi Pendukung Kemoterapi Kanker

Bisa juga digunakan untuk pasien kanker, sebagai terapi pendukung kemoterapi. Obat ini bisa menangkal perkembangan edema pada pasien tumor otak. Sebagai agen kemoterapi, obat ini digunakan untuk pengobatan multiple myeloma baik tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat-obat seperti thalidomide, lenamide, bortezomidib, kombinasi dari adriamycin dan vincristine atau velcade dan revlimid. Untuk mencegah efek samping mual dan muntah saat kemoterapi, Dexamethasone bisa mendukung obat antiemetik seperti ondansetron.

E. Untuk Membantu Proses Pembentukan Organ Paru-paru Bayi Prematur

Dexamethasone sering diberikan pada ibu hamil yang memiliki resiko melahirkan secara prematur. Pemberian obat ini bertujuan untuk mematangkan organ paru-paru janin. Untuk tujuan ini, pengobatan harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari dokter karena penggunaan obat ini secara tidak tepat dapat meningkatkan resiko kecacatan janin.

F. Kegunaan Lainnya

Obat kortikosteroid termasuk Dexamethasone juga digunakan untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan tubuh dalam proses pencakokkan organ.

Para pendaki gunung yang mengalami high-altitude cerebral edema (HACE), atau high-altitude pulmonary edema (HAPE), sering menggunakan obat kortikosteroid ini.

Dexamethasone yang diberikan secara injeksi sering digunakan sebagai pertolongan pada kondisi darurat untuk penyelamatan nyawa.

Penyakit/Kondisi Terkait

  • Nyeri Sendi
  • Alergi Makanan

Kontraindikasi

  • jangan menggunakan Dexamethasone untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • Dexamethasone sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita tukak lambung, osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, sindroma Cushing dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Efek samping dexamethasone

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Dexamethasone :

  • Obat-obat glukokortikoid termasuk Dexamethasone meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya dihindari.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa, juga menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh karena itu penggunaan Dexamethasone pada pasien yang memiliki resiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang.
  • Dexamethasone seperti glukokortikoid lainnya, juga mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem. Efek samping ini sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping dari Dexamethasone yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh akibat pemakaianDexamethasone.
  • Secara umum kumpulan-kumpulan efek samping ini dikenal sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat Dexamethasone adalah sebagai berikut :

  • Penderita gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan kolitis ulceratif sebaiknya hati-hati jika menggunakan Dexamethasone, karena beresiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal misalnya pasien usia lanjut, diberikan dengan dosis terendah dan durasi sesingkat mungkin.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun menyebabkan pasien lebih rentan terkena penyakit cacar dan campak.
  • Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Penggunaan obat dexamethasone untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan dexamethasone kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Dexamethasone dengan mudah dapat menembus plasenta. Jika pemberian obat-obat kortikosteroid dalam jangka panjang atau diulang selama kehamilan, resiko penghambatan pertumbuhan intrauterin dapat meningkat. Namun tidak ada bukti terjadinya gangguan pertumbuhan intra uterin selama pengobatan jangka pendek (contohnya pada pengobatan profilaksis untuk neonatal respiratory distress syndrome).

Beberapa gejala supresi adrenal pada janin akibat penggunaan obat ini selama kehamilan biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan tidak begitu bermakna klinis.

interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Dexamethasone dengan obat-obat lain :

  • Aminoglutethimide : menurunkan kadar deksametason, melalui induksi enzim mikrosomal sehingga mengurangi efek farmakologis Dexamethasone.
  • Agen Kalium-depleting : jika diberikan bersamaan dengan obat-obat kalium-depleting agen (misalnya, amfoterisin B, diuretik), pengamatan ketat harus dilakukan terhadap kemungkinan terjadinya hipokalemia
  • Antibiotika makrolida : menurunkan klirens obat kortikosteroid ini sehingga meningkatkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Antidiabetik : kortikosteroid dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, oleh karena itu penyesuaian dosis obat anti diabetes mungkin diperlukan.
  • Isoniazid : Konsentrasi serum isoniazid mungkin akan menurun jika diberikan bersamaan dengan Dexamethasone.
  • Cholestyramine dan efedrin : Cholestyramine meningkatkan klirens kortikosteroid sehingga menurunkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Vaksin hidup : obat golongan kortikosteroid menurunkan sistem imun tubuh sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Penggunaan vaksin hidup pada pasien yang menggunakan Dexamethasone sebaiknya dihindari.
  • Anti jamur azole seperti ketoconazole (misal merk Mycoral) : mengurangi metabolisme kortikosteroid sehingga dapat meningkatkan kadar dan efek farmakologisnya.
  • NSAID : aspirin atau NSAID lainnya (asam mefenamat, ibuprofen, ketoprofen dll)meningkatkan resiko efek samping perdarahan pada saluran pencernaan.

Dosis dexamethasone

Obat Dexamethasone diberikan dengan dosis sebagai berikut :

A. Dosis lazim dewasa untuk anti inflamasi, asma akut dan mountain sickness akut

oral, injeksi intravena dan intramuskular (sebagai natrium fosfat) :

0.75-9 mg / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam

B. Dosis lazim dewasa untuk cerebral edema

Dosis awal : 10 mg injeksi intravena sekali, kemudian 4 mg intramuskular setiap 6 jam sampai gejala cerebral edema mereda. Dosis boleh dikurangi setelah 2 - 4 hari, dan dihentikan secara bertahap selama 5 - 7 hari.

C. Dosis lazim dewasa untuk mual atau muntah akibat kemoterapi atau pasca operasi

Pencegahan :10 mg - 20 mg secara oral atau injeksi intravena, 15 - 30 menit sebelum pengobatan pada setiap hari pengobatan

Untuk kemoterapi melalui continuous infusion : 10 mg secara oral atau injeksi intavena setiap 12 jam pada setiap hari pengobatan.

Untuk terapi emetogenik ringan : 4 mg oral, injeksi intravena atau intramuskular setiap 4 - 6 jam.

D. Dosis lazim dewasa untuk Syok

Addisonian krisis / shock : 4-10 mg injeksi intravena sebagai dosis tunggal, ulangi jika perlu.

Unresponsif Syok : 1-6 mg / kg injeksi intravena sebagai dosis tunggal atau sampai dengan 40 mg sebagai dosis awal dan diulangi setiap 2 - 6 jam jika syok berlanjut.

E. Dosis lazim dewasa untuk multiple myeloma

Oral, injeksi intravena : 40 mg / hari, hari 1-4, 9-12, dan 17-20, diulang setiap 4 minggu (tunggal atau sebagai bagian dari rejimen terapi).

F. Dosis lazim dewasa biasa untuk multiple sclerosis

Oral : 30 mg / hari selama 1 minggu, diikuti oleh 4 - 12 mg / hari selama 1 bulan.

G. Dosis lazim pediatric untuk cerebral edema

Dosis awal : 1-2 mg / kg sekali secara oral, intravena atau intamuskular.

Pemeliharaan : 1 – 1.5 mg / kg / hari, dalam dosis terbagi setiap 4 - 6 jam selama 5 hari kemudian kurangi dosis secara bertahap selama 5 hari, kemudian hentikan. Dosis maksimum : 16 mg / hari.

H. Dosis lazim pediatric untuk anti inflamasi

0.08-0.3 mg / kg / hari atau 2.5-5 mg / m2 / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam.

I. Dosis lazim pediatric untuk Asma akut

Oral, intravena, intramuskular: 0.6 mg / kg sekali (dosis maksimum : 16 mg)

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Dexamethasone

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki infeksi herpes pada mata.
  • Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti : Infeksi jamur atau infeksi malaria di otak.
  • Saat menggunakan obat ini, Anda menjadi lebih rentan mendapatkan infeksi. Jaga selalu kebersihan, selalu mencuci tangan. Jauhi orang-orang yang sedang menderita infeksi, pilek, atau flu.
  • Obat Dexamethasone (sistemik) tidak boleh digunakan oleh penderita cacar air dan campak karena bisa menyebabkan akibat yang sangat buruk atau bahkan mematikan. Hindari berada di dekat orang yang menderita cacar air atau campak jika Anda belum pernah mengalami ini sebelumnya.
  • Obat ini dapat menurunkan jumlah steroid alami dalam tubuh. Jika Anda mengalami demam, infeksi, menjalani operasi, atau terluka, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan steroid oral dosis tambahan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan katarak atau glaukoma.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin apa pun. Penggunaan vaksin dengan Dexamethasone (sistemik) dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau membuat vaksin tidak berfungsi juga.
  • Buang semua sisa obat yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Terkait

  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif dexamethasone
  • Obat yang termasuk kortikosteroid

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat dexamethasone harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit