Emtricitabine: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 132.043 orang

Emtricitabine merupakan salah satu jenis obat yang digunakan sebagai terapi penyakit HIV/AIDS. Obat ini berguna untuk mencegah replikasi DNA virus serta mengurangi jumlah virus dan mengembalikan sistem kekebalan tubuh. Obat ini juga dapat digabungkan dengan kombinasi obat HIV lain seperti tenofovir dan efavirenz

Obat emtricitabine merupakan golongan NRTI atau penghambat Nucleoside reverse transcriptase. Obat ini sudah digunakan sejak tahun 1996. 

Obat ini termasuk analog cytidine yang bekerja menghambat transkrip kembali dari enzim RNA yang menjadi virus DNA.  Obat emiticitabine dapat menurunkan replikasi dari virus HIV atau viral load di dalam tubuh sekaligus meningkat daya tahan tubuh. Obat ini bisa menurunkan kadar viral load di dalam darah dan membantu meningkatkan sel CD4 di sel T, sehingga dapat mematikan infeksi  saat sistem kekebalan melemah.

Apa saja kegunaan Emtricitabine?

Obat emitricitabine merupakan obat yang digunakan untuk mencegah perkembangan infeksi HIV.

Infeksi HIV merupakan virus Ribonucleic Acid (RNA) yang menyebabkan menurunnya sel CD4 tempat fungsi imunologik. Virus HIV menginfeksi sel antibodi seperti limfosit T4 dengan mengikat CD4 sehingga virus berhasil masuk ke dalam sel target dan bergabung dengan DNA. Sel HIV akan berkembang biak dan menimbulkan infeksi HIV secara menahun dan seumur hidup. Sel yang telah hidup akan akan mereplikasi sehingga merusak sel limfosit T4 secara perlahan.

Infeksi virus tidak langsung menimbulkan gejala, bahkan tidak terdeteksi di laboratorium selama 3 bulan. Gejala minimal yang berlangsung setelah 6 minggu terpapar infeksi seperti demam, diare, dan batuk. Gejala dapat menghilang sementara sebelum akan kembali aktif selama 8 tahun kedepan. Tetapi ini tidak menutup kemungkinan terjadi gejala infeksi HIV yang lebih cepat. 

Apa saja yang timbul pada gejala HIV? Kewaspadaan akan mulai timbul saat infeksi virus HIV mulai aktif, maka akan timbul gejala klinis yang digolongkan menjadi 4 stadium yaitu:

  • Stadium 1 (Asimtomatik). Stadium ini hanya menimbulkan gejala minimal seperti pembesaran getah bening, diare, demam, dan sakit saat menelan.
  • Stadium 2 (Ringan). Prurigo, ulkus mulut, dan infeksi herpes zoster dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Terdapat juga gangguan saluran pernapasan seperti sinusitis, faringitis, tonsilitis, dan otitis. Berat badan menurun sekitar kurang dari 10%.
  • Stadium 3 (Lanjut). Gejala-gejala khas mulai timbul seperti penurunan berat badan lebih dari 10%, diare kronis, kandidiasis oral, stomatitis, oral hairy leukoplakia, TB milier, anemia.
  • Stadium 4 (Berat). Stadium 4 dikenal sebagai wasting syndrome seperti infeksi otak. Cytomegalovirus pada organ-organ vitals seperti mata, limpa, hati, dan getah bening, tuberkulosis ekstrapulmonal, ensefalopati HIV, meningitis. Kondisi berat lain seperti Sarkoma Kaposi. Jika kondisi tumor telah muncul, peluang untuk hidup akan menipis. Pada wanita dapat timbul karsinoma serviks.

Efek samping apa yang dapat timbul dari penggunaan Emtricitabine? 

Efek samping yang ditimbulkan selama penggunaan obat emitricitabine antara lain:

  • Diare
  • Nyeri kepala
  • Mual muntah
  • Hiperpigmentasi kulit
  • Depresi
  • Sulit tidur atau insomnia
  • Rhinitis
  • Sering batuk
  • Berisiko menimbulkan asidosis laktat dan hepatomegali.

Perhatian khusus sebelum mengonsumsi obat Emtricitabine

Informasi penting yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi emitricitabine yaitu:

  • Obat ini berisiko tinggi pada penderita infeksi virus hepatitis B sehingga tidak boleh diberikan pada penderita yang berisiko tinggi memiliki gangguan organ hati
  • Obat ini memiliki reaksi yang lebih baik dalam menangani infeksi HIV apabila dikombinasikan dengan AZT, tenifivur, d4T, dan famiclovir   
  • Pemberian obat emitricitabine pada trimester pertama dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal janin
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada ibu menyusui
  • Obat ini hanya dapat dikonsumsi pada anak mulai usia 3 bulan
  • Obat ini dapat mempengaruhi nilai kreaitine klirens pada penderita ESRD (End Stage Renal Disease)

Bagaimana dosis dan penggunaan obat Emtricitabine?

Obat emitricitabine tersedia dalam bentuk kapsul sediaan 200 mg dan larutan cair sediaan 10 mg/ml Obat emitricitabine dapat diminum sebelum makan. Pada dosis kapsul diberikan satu hari sekali, sedangkan pada larutan diberikan maksimal 240 mg setiap 24 jam.

Obat dapat dikombinasikan dengan obat HIV lain. Selama pengobatan dianjurkan untuk memeriksa kadar kreatinin klirens untuk mendeteksi fungsi ginjal sehingga dapat mengatur dosis pemberian obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit