GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Tromantadine HCl: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Dipublish tanggal: Des 2, 2020 Update terakhir: Des 2, 2020 Waktu baca: 2 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tromantadine HCl adalah obat antivirus topikal dalam bentuk gel yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan gatal pada kulit
  • Obat Tromantadine HCl biasa digunakan untuk mengobati infeksi virus akibat penyakit herpes simplex atau herpes zoster
  • Cara penggunaan obat Tromantadine HCl adalah dengan mengoleskan pada kulit yang terinfeksi 3-5 kali sehari atau sesuai kebutuhan
  • Salah satu merk obat topikal yang dikenal memiliki kandungan Tromantadine HCl adalah Virumerz Gel
  • Klik untuk mendapatkan obat Tromantadine HCl merk Virumerz atau obat kulit lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Tromantadine HCl adalah obat antivirus topikal dalam bentuk gel yang biasa digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan gatal pada kulit akibat infeksi virus yang disebabkan oleh penyakit herpes simplex atau herpes zoster. Salah satu merk obat yang dikenal memiliki kandungan Tromantadine HCl adalah Virumerz Gel.

Mengenai Tromantadine HCl

Golongan

Obat bebas terbatas

Kemasan

Gel

Kandungan

Tromantadine HCl

Manfaat Tromantadine HCl

Tromantadine HCl dengan merk Virumerz adalah obat topikal yang tersedia dalam kemasan gel biasa digunakan untuk mengatasi sejumlah masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi virus. Manfaat obat Tromantadine HCl ini ditujukan untuk mengobati masalah kulit seperti:

  • Herpes zoster
  • Herpes simplex 

Dosis Tromantadine HCl

Obat topikal Tromantadine HCl hanya boleh digunakan pada bagian kulit karena merupakan jenis obat topikal (obat luar). Bersihkan tangan terlebih dahulu sebelum mengoleskan gel Tromantadine HCl pada kulit yang terinfeksi.

Tromantadine HCl dalam bentuk gel yang dapat membantu mengatasi masalah kulit khususnya herpes zoster dan herpes simplex bisa diberikan dengan dosis umum sebagai berikut:

  • Oleskan pada kulit yang terinfeksi sebanyak 3-5 kali sehari atau sesuai kebutuhan

Hindari agar gel Tromantadine HCl tidak terkena mata. Jika masuk ke mata, segera bilas dengan air bersih. Gunakan salep Tromantadine HCl sesuai aturan penggunaan atau petunjuk dokter, termasuk saat menghentikan penggunaannya. Hindari pula pemakaian obat dalam dosis yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.

Efek samping Tromantadine HCl

Efek samping obat Tromantadine HCl yang biasa terjadi, di antaranya:

  • Gejala dermatitis kontak
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Rasa gatal dan nyeri meningkat
  • Terjadi pembentukan bintil

Efek samping penggunaan Tromantadine HCl mungkin bisa berbeda-beda pada setiap orang dan ada pula beberapa efek samping lain yang tidak tercantum di atas. Oleh karena itu, apabila Anda memiliki kekhawatiran terkait efek penggunaan gel Tromantadine HCl, silakan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Interaksi obat

Penggunaan sejumlah obat yang digunakan bersamaan dengan beberapa jenis obat lainnya bisa saja menyebabkan interaksi obat. Tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda efek samping dari penggunaan obat topikal Tromantadine HCl yang dilaporkan. Meskipun begitu, tanda-tanda reaksi alergi mungkin saja terjadi. Jika Anda mengalami reaksi alergi, seperti munculnya ruam kemerahan dan rasa gatal pada kulit, maka Anda bisa menghentikan penggunaan Tromantadine HCl gel untuk sementara waktu dan coba konsultasikan dengan dokter.

Perlu diperhatikan pula bahwa penggunaan Tromantadine HCl sebaiknya digunakan sesuai aturan dan petunjuk dokter. Beritahukan juga seluruh obat yang sedang digunakan, termasuk obat herbal maupun suplemen vitamin untuk menghindari terjadinya interaksi obat.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan gel Tromantadine HCl, antara lain:

  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat tertentu termasuk penggunaan krim atau salep
  • Obat topikal Tromantadine HCl hanya boleh digunakan pada kulit luar. Hindari kontak dengan mata
  • Penderita infeksi kulit seperti herpes simplex atau herpes zoster sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum penggunaan

Artikel terkait:


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app