Kina: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 12, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Apr 30, 2019 Waktu baca: 4 menit

Apa itu Kina?

Kina adalah senyawa alkaloid (kuinin) yang diperoleh dari batang pohon kina, yang mempunyai khasiat sebagai anti-malaria. Malaria merupakan penyakit infeksi serius yang ditularkan melalui nyamuk yang membawa parasit yang disebut plasmodium. Parasit ini hidup didalam perut nyamuk betina dan melalui gigitan nyamuk tersebut, plasmodium ditularkan kepada manusia. Dari empat jenis plasmodium penyebab malaria, Plasmodium falciparum merupakan jenis yang membahayakan.

Mengenai Kina

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet dan suntik

Kandungan:

Antimalaria

Manfaat Kina

Kina, baik dalam penggunaan tunggal atau sebagai kombinasi dengan obat anti-malaria lain digunakan sebagai terapi malaria. Kegunaan kina sebagai anti-malaria telah terdokumentasikan sejak 400 tahun. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan kina sebagai anti-malaria semakin terkendala karena kemampuan tolerabilitas pasien yang rendah kina akibat efek sampingnya, dosis penggunaan yang kompleks sehingga mempengaruhi kepatuhan pasien untuk minum obat, dan ketersediaan obat anti-malaria terbaru yang lebih efektif. 

Oleh karena itu sejak tahun 2006, badan kesehatan dunia atau World Health Organisation (WHO) tidak lagi merekomendasikan kina sebagai terapi garis pertama bagi pasien malaria dan hanya digunakan apabila obat anti-malaria lain (contohnya artemisin) tidak tersedia.

Cara kerja Kina

Mekanisme kerja kina sebagai anti-malaria didasarkan pada teori yang menyatakan bahwa senyawa kina beracun terhadap parasit malaria. Senyawa kina meng-interferensi kemampuan parasit untuk memecah dan mencerna haemoglobin. Akibatnya, parasit tidak mendapatkan asupan nutrisi, kelaparan, serta teracuni oleh timbunan heamoglobin yang terdegradasi.

Dosis Kina

Berikut adalah takaran dosis kina yang sering dianjurkan:

  • Tablet: Untuk orang dewasa, dosis yang direkomendasikan adalah 648 mg, setiap 8 jam, selama 7 hari. Sedangkan pada anak-anak, dosis yang direkomendasikan adalah 10 mg/kgBB, tiap 8 jam, selama 7 hari.
  • Infus: Dosis awal yang direkomendasikan adalah 20 mg/kgBB hingga maksimum 1,4 g, selama 4 jam. Dan dosis perawatan adalah dimulai 8 jam setelah pemberian dosis awal, 10 mg/kg hingga maksimum 700 mg, selama 4 jam, tiap 8 jam sekali.

Cara penggunaan Kina

  • Sebelum meminum obat, baca petunjuk obat dengan seksama
  • Minum kina sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Apabila Anda berada dalam perawatan rumah sakit, perawat/apoteker akan memberikan obat sesuai dengan jadwal minum obat.
  • Tablet kina biasa diminum setiap 8 jam selama 3 – 7 hari
  • Minum tablet kina dengan segelas air, sesudah makan untuk mencegah nyeri lambung
  • Apabila Anda mengkonsumsi tablet kina bersama dengan antasida, sebaiknya minum tablet kina pada 2 – 3 jam sebelum atau sesudah meminum antasida yang mengandung magnesium atau aluminium
  • Minum obat secara teratur hingga sembuh dari infeksi malaria

Efek samping Kina

Beberapa efek samping yang umum terjadi setelah pemberian kina, yaitu:

  • Nyeri lambung
  • Diare
  • Pusing
  • Penglihatan buram
  • Telinga berdengung
  • Sensasi berputar

Reaksi alergi biasanya juga dapat muncul segera setelah seseorang diberikan kina. Segera bawa ke unit gawat darurat apabila timbul tanda dan gejala dari reaksi alergi yaitu:

  • Kemerahan/ruam pada kulit
  • Mata, bibir, atau lidah membengkak/gatal
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Denyut jantung meningkat
  • Mual/muntah
  • Nyeri dada

Hentikan pemakaian kina apabila terdapat tanda infeksi serius seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Ruam kulit
  • Demam dan menggigil
  • Lemah otot
  • Sensitive terhadap cahaya
  • Permasalahan pada ginjal seperti penurunan volume urin, darah pada urin, nyeri saat berkemih, bengkak di telapak dan pergelangan kaki
  • Mimisan, perdarahan pada mulut, vagina, atau anus, serta memar pada kulit

Interaksi dengan obat lain

Kina dapat bereaksi secara tidak terprediksi dengan obat-obatan lain. Hal ini dapat mempengaruhi mekanisme kerja obat dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Beberapa contoh obat yang berinteraksi dengan ketorolac misalnya:

  • Warfarin 
  • Simetidin 
  • Eritromisin 
  • Ketokonazol 
  • Fenitoin 
  • Rifampin 
  • Obat HIV golongan penghambat protease misalnya ritonavir, lopinavir
  • Asetazolamid/natrium bikarbonat
  • Digoksin
  • Obat kolesterol golongan statin (simvastatin, atorvastatin)
  • Fenobarbital
  • Karbamazepin 
  • Amiodaron

Perhatian

Kina dapat diperoleh dengan resep dokter. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan/menginformasikan pada dokter atau apoteker sebelum terapi apabila:

  • Riwayat alergi kina atau obat yang sejenis seperti kuinidin atau meflokuin
  • Riwayat kondisi medis misalnya perdarahan atau permasalahan pembekuan darah, penyakit jantung, hipertensi, penyakit liver, defisiensi enzim G6PD, myasthenia gravis, peradangan saraf penglihatan, hypokalemia, hipoglikemia, hipomagnesemia
  • Konsumsi obat-obat resep, non-resep, vitamin, suplemen, dan obat herbal yang sedang digunakan.
  • Dalam kondisi hamil atau menyusui
  • Anak-anak usia kurang dari 16 tahun
  • Kina dapat menyebabkan kepala pusing dan penglihatan kabur, maka hindari mengemudi kendaraan atau mengoperasikan mesin

Apabila lupa menggunakan obat

Apabila Anda lupa meminum obat, segera minum setelah Anda ingat. Tetapi apabila telah lebih dari 4 jam dari waktu minum obat sebelumnya, tinggalkan dosis yang terlupa dan minum obat pada waktu pemberian berikutnya. Anda tidak perlu meminum dua dosis (untuk waktu minum obat yang tertinggal dan untuk waktu minum obat sekarang) sekaligus.

Penyimpanan

Simpan obat sesuai dengan kemasannya pada suhu ruangan, terhindar dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung. Tidak dibenarkan menyimpan obat dalam lemari pendingin (freezer). Hindarkan dari jangkauan anak-anak. Tanyakan pada tenaga kesehatan apabila Anda ingin membuang sisa obat yang tidak digunakan.

 

 


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app