Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Omeprazole: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 4, 2019 Tinjau pada DEC 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.510.210 orang

Omeprazole dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Sebagian dari kita sudah akrab dengan obat yang satu ini. Obat ini sering diresepkan untuk berbagai keluhan “sakit maag” untuk membantu meredakan gejala mual, muntah dan kembung yang timbul. Tahukan kamu, bahwa Omeprazole dan obat segolongannya utamanya diperlukan dalam penanganan penyakit khusus bernama GERD? Melalui artikel ini, kita akan mempelajarinya bersama.

Mengenai Omeprazole

Jenis obat Proton Pump Inhibitor (PPI)
Kandungan Omeprazole
Kegunaan Menghambat produksi asam lambung & menangani penyakit GERD, tukak lambung, dan Sindrom Zollinger-Ellison.
Kategori Obat resep
Konsumen Dewasa dan anak-anak
Kehamilan Kategori C
Kemasan Tablet, kapsul, obat larut, dan suntik

Apa itu Omeprazole?

Omeprazole termasuk dalam golongan obat Proton Pump Inhibitor (PPI) yang menghambat produksi asam lambung. Obat ini umumnya digunakan dalam penanganan penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tukak lambung, dan Sindrom Zollinger-Ellison

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Selain itu, obat-obat golongan PPI juga digunakan untuk mencegah perdarahan saluran cerna bagian atas. GERD sendiri merupakan kondisi menahun di mana isi lambung kembali ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti rasa asam di mulut, rasa panas di belakang tulang dada, mulut berbau tak sedap, nyeri dada, muntah, kesulitan bernafas dan rusaknya gigi.

Komplikasi gangguan ini adalah radang kerongkongan, munculnya kekakuan dan bekas luka pada kerongkongan serta kondisi yang dikenal sebagai Barret’s Esophagus yang dapat merupakan resiko terjadinya keganasan pada kerongkongan.

Dosis dan Cara Penggunaan Omeprazole

Omeprazole di Indonesia beredar sebagai obat yang dapat diperoleh melalui resep dokter. Obat ini umumnya tersedia dalam sediaan tablet 20 mg dan injeksi (suntikan). Dosis dewasa yang dianjurkan dalam penanganan GERD, tukak lambung, radang kerongkongan dan infeksi H.pylori  adalah sebesar 20-40 mg per hari.

Untuk mencegah perdarahan saluran cerna atas, diberikan Omeprazole sebesar 40 mg per hari sedangkan untuk penanganan sindrom Zollinger-Ellison dapat dibutuhkan dosis sampai sebesar 120 mg dibagi dalam tiga kali pemberian.

Untuk penanganan jangka pendek dalam mengatasi gangguan lambung seperti mual dan rasa panas pada dada dapat diberikan selama maksimal dua minggu dengan dosis sebesar 20 mg per hari. Penggunaan Omeprazole injeksi hanya dimaksudkan untuk penggunaan di fasilitas kesehatan di bawah pengawasan dokter.

Penggunaan Omeprazole melebihi 2 minggu, terutama dalam pengobatan penyakit menahun seperti GERD perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter yang merawat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Domperidone IF digunakan untuk mengatasi rasa mual dan muntah akibat keterlambatan proses pengosongan lambung. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Domperidone if 10mg tab 1

Perbaikan kondisi, berkurang atau bertambahnya keluhan serta efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi perlu diketahui oleh dokter agar Anda dan penyakit dapat ditangani dengan optimal.

Efek Samping Omeprazole

Semua obat memiliki kemungkinan timbulnya efek samping, terutama bila digunakan dalam dosis besar atau dalam jangka waktu yang panjang seperti Omeprazole dalam penanganan GERD. Beberapa efek samping yang dapat timbul dalam penggunaan Omeprazole adalah sebagai berikut.

  • Mual dan muntah
  • Kembung
  • Sulit buang air besar
  • Nyeri kepala
  • Ruam atau rasa gatal
  • Bengkak pada wajah, leher, lidah, bibir, mata, tangan, tungkai ataupun kaki
  • Suara serak
  • Gangguan pernafasan atau menelan
  • Kelelahan
  • Denyut jantung cepat ataupun tidak teratur
  • Pusing dan melayang
  • Kejang otot
  • Kejang
  • Diare cair
  • Demam
  • Nyeri perut

Bila Anda mengalami salah satu gejala tersebut di atas, segera hentikan penggunaan Omeprazole dan kunjungilah fasilitas kesehatan terdekat. Adapun Omeprazole dan PPI lainnya mengurangi keasaman lambung dan dalam pemakaian jangka panjang dapat memudahkan tembusnya bakteri dan kuman patogen ke saluran cerna bawah karena salah satu fungsi asam lambung adalah untuk membunuh kuman yang terbawa melalui makanan

Interaksi Omeprazole dengan Obat dan Bahan Lain

Beritahukanlah selalu dokter Anda mengenai obat-obatan dan suplemen yang dikonsusmsi secara rutin.

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Omeprazole adalah Antibiotik seperti Ampicillin, pengencer darah seperti Warfarin, Rivaroxaban, dan Apixaban, Atazanavir, Benzodiazepam seperti Diazepam (Valium), Cilostazol, Clopidogrel (Plavix), Cyclosporine, Digoxin, Disulfiram, Diuretika, suplemen zat besi, Ketoconazole, Methotrexate, Nelfinavir, Phenytoin, Saquinavir, Tacrolimus dan Voriconazole.

Efek Omeprazole terhadap janin maupun bayi yang menyusui tidak diketahui secara pasti. Bila Anda sedang dalam terapi menggunakan Omeprazole atau sedang hamil dan perlu menggunakannya, selalu konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter yang merawat.

Sekian ringkasan singkat mengenai Omeprazole dan penggunaannya terutama pada penanganan GERD. Sejumlah kemungkinan efek samping maupun interaksi obat pun sudah diperkenalkan melalui artikel ini.

Harapannya, kita sama-sama mengenal lebih baik obat satu ini agar dapat menggunakannya secara tepat dan mendapatkan manfaat penuh ketika kita perlu mengkonsumsinya.


Referensi

Stewart, M. Patient. (2017). Omeprazole to reduce stomach acid.

MIMS Indonesia (2018). Omeprazole.

NHS. (2018). Omeprazole. https://www.nhs.uk/medicines/omeprazole/

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini