Bromhexine: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 402.025 orang

Perlu Anda ketahui sistem saluran pernafasan memiliki fungsi utama yaitu dalam menyuplai oksigen. Pada tubuh saluran pernafasan memiliki peran penting, apabila dalam 1 menit saja Anda tidak dapat menyuplai oksigen dalam tubuh, maka akan berakibat fatal yang dapat menimbulkan kerusakan pada otak, pingsan, dan dapat menimbulkan kematian. Sistim pernafasan pada manusia meliputi hidung, faring, laring, tenggorokan, bronkus, bronkiolus, dan alveolus.

Semakin memburuknya kualitas udara dan perubahan cuaca yang ekstrem, hal inilah yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pada saluran pernafasan. Dalam beberapa kasus penyakit yang sering dijumpai dari yang paling ringan seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, sampai yang berat seperti asma, radang paru-paru, emfisema, bronchitis dan lain-lain. Dalam pengobatannya pun akan berbeda, namun pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai obat untuk mengatasi masalah batuk yaitu obat Bromhexine. Berikut penjelasannya. Selamat membaca.

Apa sih obat Bromhexine itu?

Bromhexine merupakan obat dari golongan mukolitik (obat yang dapat membantu menurunkan kekentalan sputum atau dahak, khususnya dari saluran napas bagian bawah) yang berasal dari turunan sintetik alkaloid tumbuhan Adhatoda vasica. Oleh karena fungsi tersebut, obat ini biasanya diindikasikan untuk pasien dengan radang pada bronkus baik akut maupun kronik.

Bagaimana cara kerja obat Bromhexine dan dosis penggunaannya?

Bromhexine merupakan secretolytic agent, yang bekerja dengan cara memecah mukoprotein dan mukopolisakarida pada sputum atau dahak sehingga mukus yang kental pada saluran bronkial menjadi lebih encer, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Sedangkan untuk pemberian dosis obat biasanya dokter akan memberikan sesuai dengan usia dan berat badan pasien. Berikut pembagian dosis berdasarkan usia pasien:

  • Pada orang dewasa dan anak diatas 10 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 8 – 16 mg setiap hari, dengan pemberian tiga kali sehari
  • Anak dengan rentang usia 5 – 10 tahun dapat diberikan dengan dosis 4 mg, tiga kali dalam sehari
  • Anak dibawah usia 5 tahun, dosis yang dapat diberikan adalah 2 mg, dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari

Apa saja efek samping dari penggobatan Bromhexine?

Pada umumnya pengobatan dengan dosis yang tepat jarang menimbulkan efek samping yang berat, namun setiap individu memiliki respon yang berbeda terhadap obat. Berikut efek samping yang mungkin muncul pada penggunaan obat Bromhexine:

  • Mual
  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri ulu hati
  • Perasaan penuh di perut

Pernah dilaporkan juga efek samping seperti, sakit kepala, vertigo, berkeringat banyak dan ruam kulit, juga dapat terjadi kenaikan transaminase. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti diatas atau terdapat gejala lainyang mengganggu aktivitas Anda setelah menggunakan obat ini, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Perhatian dan peringatan penggunaan Bromhexine

  • Terhadap kehamilan : Hati-hati penggunaan Bromhexine pada trimester pertama kehamilan
  • Terhadap ibu menyusui : Belum ada studi yang jelas tentang penggunaan pada ibu menyusui atau efeknya pada bayi. Risiko pada bayi tidak dapat diabaikan. Penggunaan pada ibu menyusui harus mempertimbangkan risiko dan manfaatnya, sebaiknya dihindari sampai tersedia data yang cukup. Bromhexine diperkirakan didistribusikan ke dalam ASI, oleh karena itu sebaiknya dihindari pada ibu yang sedang menyusui.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita tukak lambung
  • Pemberian Bromhexine terhadap pasien dengan tuberkulosis aktif atau pasien dengan gangguan pada hati yang parah juga perlu mendapatkan perhatian khusus

Penggunaan obat Bromhexine bersamaan dengan antibiotik diperlukan saat serangan akut radang bronkus. Selain itu, pemberian bersamaan dengan antibiotik terutama amoxicillin, cefuroxime, erythromycine, dan doksisiklin dapat meningkatkan efek kerja antibiotik di paru – paru. Obat Ambroxol merupakan derivat sintetik dari Bromhexine yang dapat digunakan sebagai alternatif jika obat ini tidak ada.

Merek Dagang Bromhexine

Asecrin, Bisolvomycin, Bisolvon, Bisolvon Kids, Brolexan, Bromifar, Bromika, Bromixon, Bronex, Bronkris, Celovon, Cetasolvan, Dexolut, Erphahexin, Ethisolvan, Exovon, Farmavon, Halmezin, Hexoly, Hexon, Hustab P, Miravon, Mosavon, Mucobron, Mucohexin, Mucosolvan, Opalex, Nufadipect, Phytovon, Polyvon, Poncosolvon, Solvadon, Solvax, Solvinex, Thepidron, Wibrom, Yaxon, Yutradin.

Gunakan dan simpan obat ini pada suhu 25-30ºC, dalam wadah yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya. Hindari penambahan dosis obat tanpa saran dan anjuran dari dokter. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit