Asam Mefenamat: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: May 23, 2019 Waktu baca: 8 menit
Telah dibaca 1.114.235 orang

Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri pada sakit gigi dan setelah cabut gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, demam, nyeri setelah operasi, termasuk nyeri haid. Obat pereda nyeri ini juga bisa digunakan sebagai penghilang rasa sakit pada penyakit asam urat.

Asam mefenamat (mefenamic acid) bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Suatu enzim yang berfungsi dalam proses pembentukan prostaglandin. Prostaglandin terbentuk saat terjadinya luka dan menjadi penyebab rasa sakit dan peradangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dengan dihambatnya kerja enzim COX oleh asam mefenamat, maka pembentukan prostaglandin menjadi lebih sedikit sehingga mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Asam mefenamat (mefenamic acid) obat apa? berikut tabel ringkasan informasinya :

Informasi obat asam mefenamat (mefenamic acid)

Asam mefenamat (mefenamic acid) obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Jenis obat Obat Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID)
Kandungan Asam Mefenamat
Kegunaan Obat anti nyeri, anti inflamasi
Kategori Obat dengan resep dokter
Konsumen Dewasa dan anak-anak (>12 tahun)
Kehamilan Kategori C dan Kategori D (saat trimester 3 dan menjelang persalinan)
Kemasan Asam mefenamat (mefenamic acid) 250 mg tablet
Asam mefanamt (mefenamic acid) 500 mg tablet
Suspensi 50 mg/5 mL

Mefenamic acid Obat Apa?

Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah derivat asam antranilat (atau fenamate) yang termasuk obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Mekanisme kerja obat Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX).

Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Indikasi

Kegunaan Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Mengobati nyeri ringan sampai sedang pada sakit kepala, sakit telinga, nyeri otot, nyeri sendi, demam, nyeri setelah operasi, termasuk nyeri haid, dan kadang-kadang digunakan untuk mencegah migrain berkaitan dengan menstruasi (pengobatan dalam jangka pendek, tidak lebih dari 7 hari).
  • Penggunaan obat Asam mefenamat untuk sakit gigi dan setelah cabut gigi diketahui efektif untuk membantu meredakan nyeri. Obat sakit gigi asam mefenamat termasuk salah satu obat yang paling diminati untuk tujuan ini.
  • Ada bukti yang mendukung penggunaan obat ini untuk mengobati perimenstrual migraine headache prophylaxis. Pengobatan dimulai 2 hari sebelum timbulnya menstruasi dilanjutkan selama terjadinya menstruasi.
  • Asam mefenamat juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang pada penyakit asam urat

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  obat asam mefenamat (mefenamic acid), aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus
  • Pasien yang sedang hamil terutama di 3 bulan terakhir, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • NSAID termasuk asam mefenamat (mefenamic acid) tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.

Efek samping Asam Mefenamat

Berikut adalah beberapa efek samping asam mefenamat (mefenamic acid) yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang relatif ringan seperti sakit kepala, gugup dan muntah.
  • Efek samping yang serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak, sakit tenggorokan dan demam.
  • Pada tahun 2008 label pada kemasan obat ini di USA telah diperbarui dengan peringatan tentang resiko asam mefenamat (mefenamic acid) pada kehamilan.
  • Obat-obat golongan NSAID dapat menyebabkan peningkatan resiko infark miokardial dan stroke yang bisa berakibat fatal. Resiko ini dapat meningkatkan jika obat pereda nyeri ini digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Obat-obat golongan NSAID menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal misalnya : perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal. Obat ini dapat menyebabkan pendarahan lambung, sehingga penggunaan alkohol dan tembakau setiap hari, terutama jika dikombinasikan dengan obat ini, dapat meningkatkan risiko pendarahan lambung.
  • Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis, juga dilaporkan terjadi akibat pemakaian obat-obat NSAID. Jika tes hati yang abnormal menetap atau memburuk, jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia, ruam, dan lain - lain), pemakaian asam mefenamat harus dihentikan.
  • Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang menggunakan NSAID. Pasien pada pengobatan jangka panjang, kadar hemoglobin dan hematokrit harus diperiksa jika mereka menunjukkan tanda-tanda gejala anemia.
  • Reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID. Pengobatan harus dihentikan jika tanda - tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat penghilang rasa sakit ini adalah sebagai berikut :

  • Obat Asam mefenamat (mefenamic acid) sebaiknya dipakai setelah makan atau bersama makanan.
  • Jangan digunakan pada pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung.
  • Jika pasien menderita hipertensi tekanan darah harus dipantau selama pengobatan.
  • Karena NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema, perhatian harus diberikan pada pasien dengan gagal jantung atau yang sudah pernah mengalami retensi cairan.
  • Pasien harus cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Obat pereda nyeri ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, yang akan lebih buruk jika pasien juga mengkonsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat ini.
  • Keamanan dan kemanjuran pada anak-anak < 14 tahun belum diketahui.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Obat ini dapat masuk ke dalam ASI. Oleh karena itu, penggunaan asam mefenamat untuk ibu menyusui sebaiknya tidak dilakukan guna menghindari efek yang tidak diinginkan kepada bayi.

Penggunaan obat Asam mefenamat untuk Ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Asam mefenamat (mefenamic acid) kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran aman atau tidaknya penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Asam mefenamat untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Secara umum obat-obat golongan NSAID tidak boleh diberikan untuk ibu hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine) meningkatkan resiko perdarahan lambung.
  • Magnesium hidroksida (misalnya, antasida) atau probenesid meningkatkan efek samping asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Efek samping Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide) meningkat jika diberikan bersamaan dengan asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide) menurun jika diberikan bersama asam mefenamat (mefenamic acid).

Dosis asam mefenamat

Obat Asam mefenamat (mefenamic acid) diberikan dengan dosis berikut :

A. Dosis lazim dewasa sebagai pereda Nyeri

  • 500 mg secara oral selanjutnya 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari.

B. Dosis lazim dewasa untuk Dismenore

  • 500 mg secara oral selanjutnya 250 mg setiap 6 jam dimulai saat timbulnya menstruasi.

C. Dosis lazim Pediatric untuk Nyeri

  • Anak usia 14 - 18 tahun : 500 mg secara oral diikuti oleh 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari.

Penyesuaian dosis

  • Dosis yang lebih rendah harus dipertimbangkan pada orang tua.

Jika seseorang mengalami overdosis dari asam mefenamat dan memiliki gejala serius seperti pingsan atau kesulitan bernapas, hubungi 118 atau 119; untuk Provinsi DKI Jakarta (021-65303118). Gejala overdosis yang dapat terjadi: sakit perut yang parah, muntah yang terlihat seperti bubuk kopi, sangat mengantuk, pernapasan lambat / dangkal, kejang.

Jika Anda menggunakan asam mefenamat secara teratur dan tidak sengaja melewatkan waktu dosis (waktu meminum obat), segera minum obat ini setelah Anda menyadarinya. Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, abaikan waktu dosis sebelumnya dan lanjutkan jadwal dosis yang biasa Anda lakukan. Jangan menggandakan dosis untuk mengejar ketinggalan pada waktu dosis berikutnya.

Cara menggunakan obat yang mengandung asam mefenamat

Pertama-tama, bacalah panduan penggunaan asam mefenamat yang disarankan oleh dokter atau apoteker Anda.

Pada umumnya, obat ini dapat diminum 4 kali sehari dengan segelas air putih atau sesuai petunjuk yang diberikan dokter atau apoteker Anda. Jangan berbaring setidaknya 10 menit setelah menggunakan asam mefenamat, dan jika terjadi sakit perut, Anda dapat minum obat ini dengan bantuan makanan atau susu.

Anda tidak disarankan untuk minum asam mefenamat dengan antasida tanpa arahan dari dokter karena dapat merubah jumlah asam mefenamat yang diserap oleh tubuh.

Untuk mengurangi risiko pendarahan lambung dan efek samping lainnya, minumlah obat ini pada dosis efektif terendah untuk waktu yang sesingkat mungkin. Anda sangat tidak disarankan untuk menambah dosis, meminumnya lebih sering, atau meminumnya untuk waktu yang lebih lama dari yang ditentukan (biasanya maksimal 7 hari sekaligus).

Jika Anda menggunakan asam mefenamat hanya sesuai kebutuhan (bukan pada jadwal reguler), obat ini dapat bekerja efektif pada tanda-tanda pertama Anda merasakan sakit. Jika gejalanya memburuk, asam mefenamat mungkin tidak bisa memberikan efek yang signifikan.

Jika Anda menggunakan asam mefenamat secara teratur, ambil dosis pertama segera setelah Anda mulai merasa sakit. Biasanya, Anda hanya perlu meminumnya selama 2 sampai 3 hari pertama periode Anda.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat mefenamic acid

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat pereda nyeri ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Secara umum mefenamic acid tidak boleh diberikan untuk ibu hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.
  • Buang semua sisa obat mefenamic acid yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat mefenamic acid sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan (20-25 derajat Celcius). Hindarkan dari kelembaban dan panas (seperti kamar mandi).

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Asam mefenamat (mefenamic acid) harus sesuai dengan yang dianjurkan.


Referensi: 

  • Mefenamic Acid. WebMD
  • Mefenamic Acid. MedlinePlus
  • Mefenamic Acid (Rx). Medscape

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp