Asam Mefenamat: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 20, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 902.688 orang

Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang seperti nyeri pada sakit gigi dan setelah cabut gigi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, demam, nyeri setelah operasi, termasuk nyeri haid. Obat pereda nyeri ini juga bisa digunakan sebagai penghilang rasa sakit pada penyakit asam urat.

Asam mefenamat (mefenamic acid) bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Suatu enzim yang berfungsi dalam proses pembentukan prostaglandin. Prostaglandin terbentuk saat terjadinya luka dan menjadi penyebab rasa sakit dan peradangan. Dengan dihambatnya kerja enzim COX oleh asam mefenamat, maka pembentukan prostaglandin menjadi lebih sedikit sehingga mengurangi rasa sakit dan peradangan.

Asam mefenamat (mefenamic acid) obat apa? berikut tabel ringkasan informasinya :

Informasi Obat Asam mefenamat (mefenamic acid)

Asam mefenamat (mefenamic acid) obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Mefenamic acid Obat Apa?

Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah derivat asam antranilat (atau fenamate) yang termasuk obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Mekanisme kerja obat Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Obat pereda nyeri ini biasanya dipasarkan berupa :

  • Asam mefenamat (mefenamic acid) 250 mg tablet
  • Asam mefanamt (mefenamic acid) 500 mg tablet
  • Suspensi 50 mg/5 mL

Indikasi

Kegunaan Asam mefenamat (mefenamic acid) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Mengobati nyeri ringan sampai sedang pada sakit kepala, sakit telinga, nyeri otot, nyeri sendi, demam, nyeri setelah operasi, termasuk nyeri haid, dan kadang-kadang digunakan untuk mencegah migrain berkaitan dengan menstruasi (pengobatan dalam jangka pendek, tidak lebih dari 7 hari).
  • Penggunaan obat Asam mefenamat untuk sakit gigi dan setelah cabut gigi diketahui efektif untuk membantu meredakan nyeri. Obat sakit gigi asam mefenamat termasuk salah satu obat yang paling diminati untuk tujuan ini.
  • Ada bukti yang mendukung penggunaan obat ini untuk mengobati perimenstrual migraine headache prophylaxis. Pengobatan dimulai 2 hari sebelum timbulnya menstruasi dilanjutkan selama terjadinya menstruasi.

Penyakit/kondisi terkait

  • Asam urat
  • Nyeri Sendi
  • Sakit gigi
  • Kenali Penyebab Nyeri Haid Dan Indikasi Adanya Penyakit Lain

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  obat asam mefenamat (mefenamic acid), aspirin atau NSAID lainnya (misalnya, ibuprofen, celecoxib).
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan obat ini.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus
  • Pasien yang sedang hamil terutama di 3 bulan terakhir, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.
  • NSAID termasuk asam mefenamat (mefenamic acid) tidak boleh diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.

Efek samping Asam Mefenamat

Berikut adalah beberapa efek samping asam mefenamat (mefenamic acid) yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang relatif ringan seperti sakit kepala, gugup dan muntah.
  • Efek samping yang serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak, sakit tenggorokan dan demam.
  • Pada tahun 2008 label pada kemasan obat ini di USA telah diperbarui dengan peringatan tentang resiko asam mefenamat (mefenamic acid) pada kehamilan.
  • Obat-obat golongan NSAID dapat menyebabkan peningkatan resiko infark miokardial dan stroke yang bisa berakibat fatal. Resiko ini dapat meningkatkan jika obat pereda nyeri ini digunakan dalam jangka waktu lama.
  • Obat-obat golongan NSAID menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal misalnya : perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal. Jika pemakaian dalam dosis tinggi atau untuk waktu yang lama, merokok, atau minum alkohol, meski asam mefenamat digunakan bersama makanan tidak akan mengurangi efek samping ini.
  • Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis, juga dilaporkan terjadi akibat pemakaian obat-obat NSAID. Jika tes hati yang abnormal menetap atau memburuk, jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia, ruam, dan lain - lain), pemakaian asam mefenamat harus dihentikan.
  • Anemia juga dilaporkan terjadi pada pasien yang menggunakan NSAID. Pasien pada pengobatan jangka panjang, kadar hemoglobin dan hematokrit harus diperiksa jika mereka menunjukkan tanda-tanda gejala anemia.
  • Reaksi dermatologis seperti dermatitis eksfoliatif, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID. Pengobatan harus dihentikan jika tanda - tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien selama menggunakan obat penghilang rasa sakit ini adalah sebagai berikut :

  • Obat Asam mefenamat (mefenamic acid) sebaiknya dipakai setelah makan atau bersama makanan.
  • Jangan digunakan pada pasien yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung.
  • Jika pasien menderita hipertensi tekanan darah harus dipantau selama pengobatan.
  • Karena NSAID dapat menyebabkan retensi cairan dan edema, perhatian harus diberikan pada pasien dengan gagal jantung atau yang sudah pernah mengalami retensi cairan.
  • Pasien harus cukup terhidrasi (cukup cairan) sebelum menggunakan asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Obat pereda nyeri ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, yang akan lebih buruk jika pasien juga mengkonsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat ini.
  • Keamanan dan kemanjuran pada anak-anak < 14 tahun belum diketahui.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati-hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Obat ini ditemukan dalam ASI. Oleh karena itu, penggunaan Asam mefenamat untuk ibu menyusui sebaiknya tidak dilakukan guna menghindari efek yang tidak diinginkan.

Penggunaan obat Asam mefenamat untuk Ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Asam mefenamat (mefenamic acid) kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan ukuran aman atau tidaknya penggunaan obat pada manusia. Oleh karena penelitian secara klinis yang terkendali dengan baik belum dilakukan, penggunaan obat-obat yang mengandung Asam mefenamat untuk ibu hamil harus dikonsultasikan dengan dokter.

Secara umum obat-obat golongan NSAID tidak boleh diberikan untuk ibu hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi dengan obat-obat lain jika digunakan secara bersamaan :

  • Antikoagulan (misalnya, warfarin), aspirin, kortikosteroid (misalnya prednisone), heparin, atau selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) (misalnya, fluoxetine) meningkatkan resiko perdarahan lambung.
  • Magnesium hidroksida (misalnya, antasida) atau probenesid meningkatkan efek samping asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Efek samping Siklosporin, lithium, methotrexate, kuinolon (misalnya, ciprofloxacin), atau sulfonilurea (misalnya, glipizide) meningkat jika diberikan bersamaan dengan asam mefenamat (mefenamic acid).
  • Efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya, captopril, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide) menurun jika diberikan bersama asam mefenamat (mefenamic acid).

Dosis asam mefenamat

Obat Asam mefenamat (mefenamic acid) diberikan dengan dosis berikut :

A. Dosis lazim dewasa sebagai pereda Nyeri

  • 500 mg secara oral selanjutnya 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari.

B. Dosis lazim dewasa untuk Dismenore

  • 500 mg secara oral selanjutnya 250 mg setiap 6 jam dimulai saat timbulnya menstruasi.

C. Dosis lazim Pediatric untuk Nyeri

  • Anak usia 14 - 18 tahun : 500 mg secara oral diikuti oleh 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 7 hari.

Penyesuaian dosis

  • Dosis yang lebih rendah harus dipertimbangkan pada orang tua.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat mefenamic acid

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat pereda nyeri ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Secara umum mefenamic acid tidak boleh diberikan untuk ibu hamil terutama pada trimester akhir karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.
  • Buang semua sisa obat mefenamic acid yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat mefenamic acid sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Asam mefenamat (mefenamic acid) harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit