Gabapentin: Obat Untuk Mengobati Epilepsi

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.076.424 orang

Obat gabapentin merupakan salah satu jenis obat yang digunakan sebagai tatalaksana pada penyakit epilepsi. Penyakit ini meredakan kejang lama pada beberapa orang sehingga kejang dapat cepat terkontrol. Obat ini dapat digunakan mulai anak-anak hingga orang dewasa sesuai dengan petunjuk dan dosis pemakaian.

Obat gabanpentin adalah obat dari golongan antikonvulsan atau anti kejang. Selain sebagai anti kejang, obat ini juga diberikan sebagai pereda nyeri pada beberapa penyakit kronis.

Obat gabapentin yang dikonsumsi akan bekerja langsung dengan sistem saraf di otak yaitu dengan meningkatkan neurotransmiter GABA atau Gamma- aminobutyric acid. Neurotransmiter ini membantu meningkatkan dan mengirim pesan antara otak dan sistem saraf sehingga dapat membantu mengurangi pelepasan neurotransmiter mono-amina GABA sendiri juga dibentuk di otak untuk mengurangi aktivitas lebih respon saraf ke otot tubuh. 

Manfaat Obat Gabapentin

Sesuai dengan golongan dan mekanisme kerja pada obat gabapentin, obat ini dapat diberikan oleh beberapa jenis penyakit antara lain:

  • Epilepsi
    Epilepsi adalah suatu penyakit kejang berulang dan terus kambuh tanpa sebab. Penyakit ini diakibatkan oleh gangguan sistem saraf pusat. Penyakit kejang yang berlangsung lama dapat beresiko hilangnya kesadaran. Gejala yang menunjukkan datangnya kejang pada orang dengan riwayat antara lain adanya rasa kebingungan, pandangan kabur, lalu muncul kejang yang kelojotan, otot menjadi kaku, gemetaran, hingga hilang kesadaran. Lama timbulnya kejang bervariasi
  • Restless leg syndrome
    Penyakit restless leg syndrome adalah kondisi dimana satu atau kedua kaki tidak bisa diam. Kaki yang tidak dapat dikontrol tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan tidak dapat digerakan secara sempurna terutama saat berdiri dan berjalan. Kondisi ini disebabkan adanya gangguan zat di otak berupa dopamin yang tidak berfungsi dengan baik dalam mengatur pergerakan otot.
  • Neuralgia post herpetik
    Neuralgia post herpetik merupakan kondisi nyeri saraf yang muncul akibat dari riwayat terkena penyakit herpes zoster atau cacar air. Ini disbebakan pengobatan penyakit herpes yang kurang maksimal hingga muncul gejala nyeri saraf seperti terbakar. Maka obat gabapentin juga cocok untuk meredakan nyeri neuropati. 

Efek Samping Obat Gabapentin

Obat gabapentin memiliki beberapa efek samping mulai ringan hingga berat. Efek samping yang dapat muncul antara lain:

  • Mengantuk
  • Kelelahan
  • Kepala terasa pusing
  • Udem
  • Mual dan muntah
  • Termor pada tangan dan kaki
  • Penglihatan ganda
  • Gangguan keseimbangan
  • Mulut kering

Selama mengonsumsi obat gabapentin, sebaiknya dibutuhkan pengarahan dosis dan aturan pakai dari dokter yang meresepkan obat. Beberapa perhatian khusus selama pengobatan dengan gabapentin antara lain:

  • Pengobatan dengan gabapentin yang melebihi dosis dapat menganggu daya pikir, gelisah, hingga emosi.
  • Obat gabapentin tidak boleh diminum bersamaan dengan obat cairan atau kapsul herbal
  • Jangan memberikan obat gabapentin bersamaan dengan obat antinyeri lainnya atau antasid. Berikan jedah waktu minimal dua jam sebelum konsumsi gabapentin
  • Jangan mengemudi selama mengonsumsi obat gabapentin karena dapat menimbulkan kantuk
  • Jangan minum alkohol selama mengonsumsi obat gabapentin
  • Obat gabapentin yang dikonsumsi tidak sesuai dosis dapat menimbulkan kekambuhan kejang.

Dosis dan Cara Pemakaian Obat Gabapentin

Obat gabapentin tersedia dalam dosis kapsul, tablet, dan cair dengan dosis 100 mg, 300 mg, 400 mg, 600 mg, 800 mg, dan obat cair 250 mg/5ml.

Dosis pemberian obat harus sesuai dengan yang diresepkan dokter. Dalam megatasi kejang epilepsi, obat gabapentin dikonsumsi dengan dosis 300 mg setiap kali minum dan dalam 3 kali sehari. Dosis perhari tidak boleh melebihi 1800 mg. Pada psien anak-anak, sebaiknya diberikan obat sirup cair atau dengan dosis 15 mg/kg dan dikonsumsi selama 3 hari. Jarak minum obat gabapentin yaitu maksimal 12 jam mulai dari dosis minum pertama.

Untuk nyeri neuropatik pada post herpetika, dosis diberikan sebanyak 600 mg perhari selama 3 hari. Setelah itu dosis diturunkan perlahan dan pantau perbaikan gejala.

Untuk restless leg syndrome, dosis obat gabapentin cukup diberikan sebanyak 600 mg sekali sehari pada sore hari.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit