Glibenclamide: Manfaat, Efek Samping dan, Dosis

Update terakhir: May 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 348.094 orang

Apakah itu obat Glibenclamide?

Glibenclamide atau biasa dikenal juga dengan Glyburid, merupakan salah satu jenis obat antidiabetik golongan Sulfonilurea. Obat ini digunakan sebagai salah satu pilihan terapi untuk masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit diabetes mellitus (DM) atau yang khalayak kenal dengan kencing manis. 

Cara kerja dari Glibenclamide adalah dengan merangsang tubuh untuk meningkatkan sekresi dari insulin dalam jumlah yang lebih banyak agar membantu pengikatan kadar glukosa dalam darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Mengenai Glibenclamide

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet 

Kandungan:

Obat antidiabetik golongan Sulfonilurea

Manfaat dan dosis Glibenclamide

Obat Glibenclamide tersedia dalam bentuk tablet oral. Beberapa manfaat yang didapatkan dari penggunaan obat ini, antara lain digunakan sebagai pilihan pengobatan untuk penyakit diabetes mellitus tipe 2 dan membantu tubuh untuk dapat menurunkan kadar gula yang tersebar dalam darah.

Dosis dari obat Glibenclamide dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu penyakit apa yang timbul, apakah ada riwayat alergi obat ini, respon tubuh seseorang terhadap pemberian obat ini, serta penyakit lainnya yang dapat bereaksi jika konsumsi obat Glibenclamide. 

Secara umum, dosis awal untuk dewasa Glibenclamide dalam kasus pengobatan diabetes mellitus tipe 2 adalah 2,5-5 mg/hari, dapat ditingkatkan per minggu 2,5-15 mg/hari-nya. Jika dosis lebih dari 10 mg/hari, maka pemberiannya dibagi menjadi 2 dalam 24 jam. Dosis maksimal yang dapat dikonsumsi adalah 20 mg.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Sebaiknya konsumsi obat Glibenclamide ini bersamaan dengan makanan, yaitu bisa pada saat sarapan atau makan siang. Khusus untuk lanjut usia, dosis awal yang diberikan adalah 1,25 mg/hari. 

Perlu diperhatikan sebaiknya dalam penggunaan obat ini Anda dapat mengikuti saran dari dokter yang merekomendasikan obat ataupun telah memeriksa Anda secara langsung baik untuk dosis ataupun jumlah obat dalam sehari yang sudah disarankan untuk dikonsumsi. Beritahukan kepada dokter bilamana Anda sedang menggunakan obat lain di luar dari obat Glibenclamide ini.

Efek samping obat Glibenclamide

Efek samping yang dapat ditimbulkan setiap obat dapat bereaksi berbeda-beda dan tergantung pada reaksi masing-masing individu. Jadi, penting untuk Anda mengetahui efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat Glibenclamide, yaitu:

  • Meningkatkan berat badan, sehingga lebih baik dihindari pemberiannya untuk pasien dengan status obesitas
  • Dapat menyebabkan kondisi hipoglikemia (kadar glukosa dalam darah lebih rendah dari batasan normalnya)
  • Mual hingga muntah
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Penurunan sel darah, baik itu sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit
  • Merangsang peningkatan nafsu makan
  • Rasa tidak nyaman area perut, hingga timbul nyeri perut, terutama pada bagian ulu hati

Sebaiknya dapat segera hentikan pemakaian obat Glibenclamide bila mengalami satu atau lebih efek samping seperti di atas. Segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ulang dengan dokter yang memberikan Anda obat tersebut sehingga dapat dipikirkan alternatif lain sebagai solusi masalah kesehatan Anda.

Interaksi Obat

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

  • Exenatide 
  • Probenecid 
  • Aspirin 
  • Obat pengencer darah 
  • Obat sulfa
  • Monoamine oxidase inhibitor (MAOI) 
  • Insulin atau obat diabetes oral

Peringatan penggunaan Glibenclamide dan perhatian untuk Ibu hamil dan ibu dalam masa menyusui

Pada ibu hamil, obat Glibenclamide menurut US FDA (Food and Drugs Administration) Pregnancy termasuk dalam Kategori C, yang artinya studi pada binatang percobaan menunjukan suatu reaksi efek samping terhadap janin, namun untuk wanita hamil sendiri belum ada studi kontrolnya. Obat Glibenclamide ini hanya dapat dipergunakan bila memiliki manfaat yang lebih besar dan juga yang diharapkan melebihi daripada besarnya risiko terhadap janin

Data mengenai penggunaan obat Glibenclamide terhadap ibu yang sedang dalam masa menyusui belum diketahui. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa obat ini dapat masuk ke dalam kandungan ASI selama masa laktasi. Sehingga sebaiknya, penggunaan Glibenclamide untuk ibu dalam masa menyusui sebaiknya atas indikasi dari dokter yang sudah memeriksa Anda secara langsung sesuai tahapan pemeriksaan medis.

Peringatan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Waspadai penggunaan obat Glibenclamide dan disarankan dengan indikasi dari dokter dulu sebelum mengenakannya bila Anda merupakan wanita yang sedang hamil ataupun dalam masa menyusui.
  • Obat ini merupakan kontraindikasi terhadap gangguan penyakit ginjal dan gangguan penyakit hati.
  • Berikan informasi kepada dokter yang memeriksa Anda bila Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan lain, baik secara rutin atau baru-baru saja.
  • Hati-hati penggunaan obat ini bila ada riwayat G6PD (Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase ataupun porfiria.
  • Monitor penggunaan obat ini secara berkala bilamana diberikan kepada orang yang sudah lanjut usia.
  • Lakukan pemantauan untuk urin, serta kadar gula selama puasa bila sedang menjalani pengobatan dengan obat Glibenclamide ini. Konsumsi bersama ACE Inhibitor ataupun Beta Blocker bisa mempengaruhi kerja obat Glibenclamide.
  • Bila berinteraksi dengan obat antijamur, maka dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Stop pemakaian bila timbul reaksi alergi obat ataupun suatu overdosis, dan segeralah ke dokter untuk memeriksakan diri.

Overdosis dapat terjadi saat mengonsumsi Glibenclamide 

Jika menggunaan obat Glibenclamide secara berlebihan, sebaiknya segeralah menemui dokter Anda. Penggunaan secara berlebihan dapat memunculkan tanda dan gejala seperti, nyeri kepala, mual, muntah, keringat dingin, berdebar-debar, pucat, lemas, gangguan konsentrasi, gelisah, mengantuk, hingga penurunan kesadaran dan bisa saja mengarah pada suatu keadaan hipoglikemia.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp