Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kortikosteroid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 14, 2019 Tinjau pada DEC 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.837.645 orang

Kortikosteroid dan cara kerjanya

Kortikosteroid adalah hormon steroid yang diproduksi oleh tubuh atau bisa juga merupakan hormon buatan manusia. Kortikosteroid sistemik mengacu pada kortikosteroid yang diberikan secara oral atau dengan suntikan dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Kortikosteroid jenis ini tidak termasuk kortikosteroid yang digunakan di mata, telinga, hidung, pada kulit atau yang dihirup, meskipun sejumlah kecil kortikosteroid ini dapat diserap ke dalam tubuh.

Kortikosteroid yang dibentuk secara alami, hidrokortison (Cortef) dan kortison, diproduksi oleh bagian terluar dari kelenjar adrenal yang dikenal sebagai korteks (maka namanya, kortikosteroid). Kortikosteroid diklasifikasikan sebagai:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • glucocorticoids (anti-inflamasi) yang menekan peradangan dan kekebalan dan membantu dalam pemecahan lemak, karbohidrat, dan protein, atau sebagai
  • mineralokortikoid (penahan garam) yang mengatur keseimbangan garam dan air dalam tubuh.

Kortikosteroid sintetis meniru fungsi kortikosteroid yang terjadi secara alami dan dapat digunakan untuk menggantikan kortikosteroid pada orang dengan kelenjar adrenal yang tidak dapat menghasilkan jumlah kortikosteroid yang cukup, namun, mereka lebih sering digunakan dalam dosis yang tinggi untuk mengobati penyakit kekebalan tubuh yang bekerja terlalu berlebihan, dan peradangan atau gangguan keseimbangan garam dan air. Contoh kortikosteroid sintetis meliputi:

       •       Dethamethasone, (Celestone)

       •        Prednisone (Prednisone Intensol)

       •        Prednisolone (Orapred, Prelone)

       •        Triamcinolone (Aristospan Intra-Articular, Aristospan Intralesional, Kenalog)

       •        Methylprednisolone (Medrol, Depo-Medrol, Solu-Medrol)

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

       •        Dexamethasone (Dexamethasone Intensol, DexPak 10 Hari, DexPak 13 Hari, DexPak 6 Hari).

Beberapa glukokortikoid juga di samping digunakan sebagai anti radang, memiliki sifat penahan garam tetapi kebanyakan digunakan untuk efek anti-inflamasi. Fludrocortisone (Florinef), mineralokortikoid sintetis memiliki efek penahan garam yang kuat dengan efek anti-radang yang signifikan, dan digunakan sebagian besar untuk menjaga keseimbangan garam dan air di dalam tubuh.

Penggunaan Kortikosteroid 

Kortikosteroid yang termasuk golongan glukokortikoid mempengaruhi sistem tubuh dengan beberapa cara, tetapi sebagian besar berfungsi sebagai anti radang yang kuat dan dalam kondisi yang berhubungan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh seperti

  • arthritis/ rematik (misalnya, rheumatoid arthritis),
  • kolitis (kolitis ulserativa, dan penyakit Crohn),
  • asma,
  • bronkitis,
  • beberapa situasi yang melibatkan ruam kulit,
  • kondisi alergi atau peradangan yang melibatkan hidung dan mata.

Kortikosteroid golongan glukokortikoid digunakan untuk mengobati lupus sistemik, psoriasis berat, leukemia, limfoma, purpura thrombocytopenic idiopatik, dan anemia hemolitik autoimun. Kortikosteroid ini juga digunakan untuk menekan sistem kekebalan dan mencegah penolakan pada orang yang menjalani transplantasi organ serta kondisi lainnya.

Fludrocortisone (Florinef), kortikosteroid golongan mineralokortikoid oral yang poten dan sistemik digunakan untuk mengobati penyakit Addison yang menyebabkan hilangnya garam seperti pada hiperplasia adrenal kongenital. Fludrocortisone juga digunakan secara umum untuk mengobati kondisi tekanan darah rendah (hipotensi) meskipun hal ini belum direkomendasikan oleh badan pengolahan obat dan makanan di Amerika.

Dosis Kortikosteroid

Betametason

Kondisi: Peradangan atau alergi

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Oral dewasa: Dosis betametason adalah 0,5-5 mg per hari dibagi menjadi beberapa kali pemberian, tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan respons pasien terhadap obat.
  • Suntik dewasa:  4-20 mg per hari.

Kondisi: Rheumatoid arthritis

  • Oral dewasa: 0,5-2 mg per hari.

Kondisi: Psoriasis

  • Topikal dewasa: Betametason 0,05% dioleskan secukupnya, 2 kali sehari, selama 4 minggu

Kondisi: Peradangan kulit

  • Topikal dewasa: Oleskan betametason 1-3 kali per hari selama 2-4 minggu atau hingga kondisi membaik

Prednison

Kondisi:Alergi

  • Tablet dewasa: 30 mg pada hari ke-1 pengobatan, lalu dilanjutkan pemberian dosis 5 mg pada hari seterusnya sampai tablet ke-21.

Kondisi: Asma

  • Tablet dewasa40-60 mg per hari, dibagi menjadi 1-2 kali pemberian selama tiga hari atau lebih

Prednisolone

Kondisi: Rheumatoid arthritis

  • Tablet dewasaDosis awal adalah 5-7,5 mg per hari disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Salep dewasa: ambil secukupnya dengan ujung jari, lalu oleskan secara merata ke daerah yang ingin diobati.

Kondisi: Alergi, peradangan, penyakit autoimun

  • Tablet dewasa5-60 mg per hari dibagi menjadi 2-4 kali pemberian. Dosis pemeliharaan adalah 2,5-15 mg per hari.

Dexamethasone

Kondisi: Peradangan

  • Oral dewasa: 0,75-9 mg per hari dibagi menjadi 2-4 kali pemberian.

Kondisi: Peradangan sendi

  • Cairan suntik dewasa0,8-4 mg tergantung dari ukuran daerah sendi yang meradang. Kemudian, untuk suntik jaringan lunak sebanyak 2-6 mg dan bisa diulang tiap 3 hari - 3 minggu.

Efek samping Kortikosteroid

Walaupun kortikosteroid aman digunakan, tetapi jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, kortikosteroid dapat menyebabkan suatu sindrom yang dikenal dengan sindrom Cushing. Sindrom Cushing adalah kumpulan gejala yang meliputi :

  • penambahan berat badan
  • kegemukan
  • timbunan lemak, terutama di bagian tengah tubuh, wajah (menyebabkan wajah bundar, bulan), dan antara bahu dan punggung atas (menyebabkan punuk kerbau)
  • stretch mark ungu pada payudara, lengan, perut, dan paha
  • kulit menipis sehingga dapat memar dengan mudah
  • cedera kulit yang lambat untuk sembuh
  • jerawat
  • kelelahan
  • kelemahan otot
  • intoleransi glukosa yang bisa mengarah pada diabetes melitus
  • peningkatan rasa haus
  • meningkatkan buang air kecil
  • pengeroposan tulang
  • tekanan darah tinggi
  • sakit kepala
  • disfungsi kognitif
  • kegelisahan
  • sifat lekas marah
  • depresi peningkatan insiden infeksi

Pada wanita gejala yang muncul dapat meliputi tumbuhnya rambut wajah dan tubuh, serta menstruasi yang tidak ada atau tidak teratur.

Pria juga mungkin memiliki:

  • disfungsi ereksi
  • hilangnya minat seksual
  • kesuburan menurun

Anak-anak dengan kondisi ini umumnya mengalami obesitas dan memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih lambat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan Kortikosteroid

Bagi kebanyakan orang, termasuk wanita hamil atau menyusui, penggunaan inhaler kortikosteroid dan suntikan relatif aman. Namun, mereka hanya akan digunakan jika seorang dokter berpikir manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Karena tablet steroid lebih mungkin menyebabkan efek samping, ada beberapa keadaan ketika seharusnya tidak digunakan atau hanya digunakan dengan hati-hati. Keadaan ini yaitu:

  • Sedang mengalami infeksi luas yang sedang berlangsung.
  • Memiliki masalah kesehatan atau perilaku mental - seperti depresi atau ketergantungan alkohol
  • Memiliki kondisi fisik tertentu - seperti masalah hati, gagal jantung, tekanan darah tinggi atau diabetes.
  • Mengkonsumsi obat lain yang mungkin berinteraksi dengan kortikosteroid.

Steroid digunakan untuk mengobati banyak kondisi di mana sistem pertahanan tubuh tidak berfungsi dengan baik (bekerja berlebihan) dan menyebabkan kerusakan jaringan. Steroid mungkin merupakan terapi utama untuk penyakit tertentu. Untuk kondisi lain, steroid mungkin hanya digunakan ketika pengobatan lain belum berhasil.

Keputusan untuk meresepkan steroid dan dosisnya selalu dibuat secara khusus tiap-tiap orang. Dokter Anda akan mempertimbangkan usia Anda, aktivitas fisik, dan obat-obatan lain yang Anda gunakan. Dokter Anda juga akan memastikan Anda memahami potensi manfaat dan risiko steroid sebelum Anda mulai mengkonsumsinya.



Referensi

Alangari, A. (2014). Corticosteroids in the Treatment of Acute Asthma. Annals of Thoracic Medicine, 9(4), pp. 187-192

American Academy of Family Physicians (2018). How to Stop Steroid Medicines Safely.

BPOM RI (2018). Cek Produk BPOM. Komposisi: Betametason.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp