Kesehatan Fisik

11 Penyakit Lansia yang Sering Terjadi di Indonesia

Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
11 Penyakit Lansia yang Sering Terjadi di Indonesia

Hari Lansia atau Hari Lanjut Usia biasanya diperingati setiap tanggal 29 Mei dan menjadi peringatan akan kepedulian terhadap orang lanjut usia. Mereka yang dikatakan lansia adalah orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Semakin bertambahnya usia, kemampuan dan fungsi organ tubuh semakin menurun dan membuat seseorang lebih rentan terkena masalah kesehatan. Tidak hanya gangguan fisik yang dialami, tetapi masalah kesehatan juga dapat disebabkan oleh tekanan mental dan kecemasan pada usia lanjut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi kemungkinan mengalami gangguan kesehatan di masa tua dengan menerapkan pola hidup sehat.

Berikut ini 11 penyakit lansia yang perlu diwaspadai:

1. Osteoporosis

Salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami para lansia di mana tulang menjadi sangat rapuh akibat kepadatan tulang berkurang. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan, memar, dan risiko patah tulang semakin besar. Osteoporosis juga seringkali terjadi pada wanita yang telah memasuki fase menopause.

Anda dapat mencegah terjadinya osteoporosis dengan menambah asupan vitamin D dan kalsium serta melakukan olahraga yang dapat meningkatkan kekuatan tulang.

2. Masalah penglihatan

Penurunan dan kerusakan fungsi mata juga menjadi masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada lansia di atas 50 tahun, salah satu penyakit mata yang menyerang lansia adalah glaukoma di mana terjadi peningkatan tekanan zat cair pada bola mata yang menyebabkan kerusakan saraf optik hingga terjadinya kebutaan.

3. Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit lansia yang cukup serius di mana kemampuan dalam mengingat dan berpikir akan rusak. Selain itu, gangguan kognitif (demensia) merupakan gangguan yang juga sering terjadi seiring bertambahnya usia dan menyebabkan hilangnya kemampuan daya ingat. Anda dapat mencegahnya dengan melakukan aktivitas seperti membaca, bermain teka-teki, dan belajar bahasa baru.

4.Arthritis (nyeri sendi)

Arthritis atau nyeri pada sendi umumnya menyerang salah satu sendi yang terjadi pada jari, pinggul, lutut, pergelangan tangan, dan tulang belakang pada lansia. Olahraga teratur dan menjaga berat badan penting dilakukan untuk mencegah terjadinya arthritis (nyeri sendi) pada lansia, ditambah lagi jika merasa nyeri, sebaiknya tidak memaksakan dalam melakukan aktivitas tersebut dan berhenti sejenak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

5. Gangguan metabolisme tubuh

Obesitas yang dialami lansia merupakan salah satu akibat terganggunya metabolisme tubuh. Bahkan, akibatnya dapat menimbulkan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi. Mengontrol asupan makanan dan olahraga teratur dapat mengurangi terjadinya komplikasi penyakit di masa tua.

6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit lansia yang seringkali dialami. Semakin bertambah usia, tekanan darah cenderung meningkat dan ini merupakan proses alami pada tubuh. Hipertensi juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti penyakit jantung dan stroke.

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena hipertensi dengan mengurangi asupan garam, berolahraga secara teratur, mengontrol berat badan, menghindari stress, serta tidak merokok.

7. Diabetes

Diabetes mellitus tipe 2 bisa terjadi pada siapa saja, termasuk lansia. Penyebab diabetes adalah peningkatan kadar gula darah sehingga para lansia dianjurkan untuk melakukan pengontrolan gula darah, mengurangi konsumsi gula pada makanan dan juga minuman, serta mengurangi konsumsi nitrat, nitrit, dan nitrosamine pada makanan olahan.

8. Malnutrisi

Pada usia lansia, faktor fisiologis seperti penurunan fungsi indera pengecapan dan pembauan, kesulitan mengunyah, gangguan usus dan pencernaan lainnya dapat mempengaruhi napsu makan sehingga menyebabkan kurangnya asupan makanan bagi tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi faktor kesehatan secara keseluruhan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh terutama bagi para lansia.

9. Insomnia (sulit tidur)

Masalah sulit tidur dan mudah terbangun seringkali dialami oleh para lansia, hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya hal yang dipikirkan hingga adanya penyakit yang menyebabkan kondisi tubuh tidak baik.

10. Mengompol (inkontinensia)

Mengompol atau inkontinensia dapat menjadi masalah yang dialami para lansia, terutama para wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada pria. Kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang cenderung diakibatkan menurunnya kekuatan otot panggul. Sementara itu, pembesaran prostat menjadi faktor utama mengompol pada pria.

11. Depresi (gangguan mental)

Depresi seringkali terjadi pada lansia akibat kondisi kesehatan kronis yang dialami sehingga bantuan dan dukungan dari orang sekitar penting untuk membantu menciptakan kondisi mental yang baik.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
10 common elderly health issues - Vital Record. Vital Record - Texas A&M Health Science Center. (https://vitalrecord.tamhsc.edu/10-common-elderly-health-issues/)
Dementia: Symptoms, treatments, and causes. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/142214.php#dementia_symptoms)
Depression and the Elderly: Symptoms, Statistics, Treatment & More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/depression/elderly-and-aging)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit