Heat Stroke - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 6 menit

Teriknya panas matahari tentu saja sering membuat kita kepanasan. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan mudah, bisa dengan mengipasi tubuh, berteduh di bawah pohon, atau minum minuman segar. Namun jangan salah, sengatan panas yang berlebihan juga bisa membuat Anda mengalami heat stroke.

Apa itu heat stroke?

Heat stroke dapat disebut juga dengan serangan panas. Heat stroke adalah kondisi ketika tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40°C atau lebih.

Karena berhubungan dengan suhu, heat stroke lebih sering terjadi pada musim panas. Orang yang berusia lebih dari 50 tahun berisiko tinggi mengalami heat stroke, tapi juga bisa dialami oleh para atlet muda yang bertubuh sehat sekalipun.

Serangan panas alias heat stroke merupakan kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan segera. Suhu panas yang terperangkap di dalam tubuh dapat membahayakan otak dan organ-organ tubuh lainnya. Jika terus dibiarkan, heat stroke dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kematian.

Mengenai heat stroke

Penyebab heat stroke

Serangan panas atau heat stroke terjadi akibat paparan panas secara berlebihan pada tubuh, biasanya disertai dengan dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan sistem pengatur suhu tubuh gagal menjalankan fungsinya.

Penyebab heat stroke umumnya berkaitan dengan penyakit yang berhubungan dengan panas, di antaranya:

  1. Heat cramps: kejang otot yang terjadi pada saat olahraga atau beberapa saat setelah olahraga.
  2. Heat syncope: pingsan atau hampir pingsan akibat kepanasan.
  3. Heat exhaustion: kondisi yang terjadi akibat paparan suhu panas dan seringnya disertai dengan dehidrasi.

Olahraga atau aktivitas berlebihan juga bisa menjadi salah satu penyebab heat stroke. Ketika tubuh bergerak terus-menerus, suhu inti tubuh akan lebih cepat meningkat dan bisa diperparah jika cuaca di luar sedang terik.

Faktor risiko heat stroke

Heat stroke lebih rentan dialami oleh lansia yang tinggal di rumah tanpa AC atau aliran udaranya tidak lancar. Namun, setiap orang dari berbagai usia juga bisa mengalaminya, terutama jika kebutuhan cairannya tidak tercukupi, mengidap penyakit kronis, atau minum alkohol berlebihan.

Orang yang tinggal di perkotaan juga berisiko tinggi mengalami serangan panas, terutama pada saat musim kemarau atau musim panas. Aspal dan beton menyerap panas di siang hari dan secara bertahap melepaskannya di malam hari. Hal inilah yang kemudian menyebabkan Anda kepanasan ketika di malam hari.

Selain itu, beberapa faktor risiko heat stroke adalah: 

1. Usia

Bayi dan anak-anak usia 4 tahun ke atas, serta lansia yang usianya lebih dari 65 tahun termasuk kelompok rentan. Fungsi sistem saraf pusat pada golongan usia tersebut cenderung menurun, sehingga tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan suhu panas dan berisiko mengalami heat stroke.

2. Penyakit tertentu

Ada sejumlah penyakit tertentu yang dapat memicu heat stroke, di antaranya penyakit jantung, paru, ginjal, anemia sel sabit, kulit terbakar, dan kondisi lainnya yang menyebabkan demam.

Jika Anda memiliki berat badan berlebih (obesitas), berat badan kurang (underweight), hipertensi, gangguan mental, hingga kecanduan alkohol, Anda juga lebih rentan terkena serangan panas.

3. Obat-obatan

Seseorang bisa lebih mudah terkena serangan panas jika mengonsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya obat antihistamin, obat diet, diuretik, obat penenang, antikonvulsan (obat kejang), hingga obat penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Obat antidepresan dan antipsikotik juga dapat memberikan efek serupa. Begitu pun dengan obat-obatan terlarang seperti kokain dan methamphetamine juga dapat meningkatkan risiko heat stroke.

Gejala heat stroke

Gejala heat stroke yang paling utama adalah ketika suhu inti tubuh mencapai lebih dari 40°C. Pingsan setelah terkena panas berlebihan juga menjadi ciri-ciri heat stroke.

Selain itu, beberapa tanda dan gejala heat stroke adalah:

  • Sakit kepala berdenyut
  • Pusing
  • Sulit berkeringat meskipun terasa panas
  • Kulit kemerahan, panas, dan kering
  • Kelemahan dan kram otot
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung cepat, bisa sangat kuat atau justru lemah
  • Ngos-ngosan dan napas berat
  • Perubahan perilaku, seperti kebingungan atau disorientasi
  • Kejang
  • Hilang kesadaran, bahkan koma

Serangan panas yang dibiarkan terus-menerus dapat menyebabkan komplikasi. Sejumlah komplikasi heat stroke adalah:

  • Kerusakan organ vital: Tanpa respon yang cepat untuk menurunkan suhu tubuh, sengatan panas bisa menyebabkan otak atau organ vital lainnya membengkak. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada sejumlah organ dalam tubuh.
  • Kematian: Tanpa penanganan yang cepat dan memadai, heat stroke dapat mengancam nyawa dan memicu kematian.

Pencegahan heat stroke

Sengatas panas dapat diprediksi dan dicegah dengan cara yang tepat. Berbagai cara mencegah heat stroke antara lain:

1. Pakai baju tipis, ringan, dan nyaman

Hindari menggunakan baju tebal jika Anda termasuk golongan berisiko. Pilih pakaian yang lebih tipis, ringan, dan nyaman supaya terhindar dari kepanasan.

2. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari

Terbakar sinar matahari dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mendinginkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, lindungi tubuh Anda dari paparan sinar matahari yang berlebihan.

Gunakan topi, kacamata, dan tabir surya dengan SPF minimal 15. Oleskan tabir surya sebelum pergi ke luar rumah dan ulangi setiap 2 jam. Oleskan lebih sering jika Anda sering berkeringat atau sedang berenang.

3. Perbanyak minum air putih

Tidak hanya mencegah dehidrasi, minum air putih dapat membantu mencegah heat stroke. Menjaga hidrasi tubuh dengan baik akan membuat tubuh sering berkeringat sehingga suhu tubuh tetap terkendali.

Anda dianjurkan untuk minum air putih minimal 8 gelas per hari. Bisa juga dengan jus buah atau jus sayuran setiap hari, atau minuman olahraga yang mengandung kaya elektrolit.

4. Hati-hati saat minum obat tertentu

Sebelum minum obat-obatan tertentu, jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter. Beri tahukan dokter jika Anda termasuk golongan yang berisiko mengalami heat stroke. Dengan demikian, dokter akan memberikan obat tanpa membuat tubuh Anda kepanasan atau heat stroke.

5. Jangan meninggalkan seorang pun di parkiran mobil

Kondisi ini sering terjadi dan menjadi penyebab kematian pada anak-anak yang kepanasan. Ketika Anda memarkirkan mobil di bawah terik matahari, suhu mobil dapat meningkat lebih dari 6,7°C hanya dalam waktu 10 menit.

Oleh karena itu, jangan pernah meninggalkan seorang pun di dalam mobil, baik anak-anak, orang, dewasa, hingga lansia - meskipun dengan alasan sebentar atau membuka jendela mobil.

Pengobatan heat stroke

Jika Anda atau orang-orang terdekat mengalami salah satu atau beberapa gejala heat stroke, telepon ambulans sesegera mungkin. Menunda penanganan serangan panas dapat berakibat fatal bagi penderita.

Selagi menunggu tim medis datang, segera lakukan pertolongan pertama pada heat stroke dengan cara:

  • Pindahkan pasien ke ruangan dingin dan ber-AC. Lepaskan baju, bila memungkinkan.
  • Kipasi tubuh pasien sambil membasahi kulitnya dengan spons basah atau mengguyur air secara perlahan.
  • Letakkan kompres dingin pada ketiak, selangkangan, leher, dan punggung pasien. Bagian-bagian tubuh tersebut mengandung pembuluh darah yang dekat dengan kulit. Mendinginkan area tubuh tersebut dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Namun, hindari melakukan hal ini pada anak-anak, lansia, pasien penyakit kronis, atau yang disebabkan oleh olahraga berlebihan.

Selanjutnya, dokter kemungkinan akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan penyebab dan penyakit yang Anda alami. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Suhu rektal: fungsinya memastikan suhu inti tubuh. Cara ini lebih ampuh dan akurat daripada mengukur suhu tubuh lewat mulut atau dahi.
  • Tes darah: untuk mengukur kadar natrium, kalium, dan gas dalam darah guna melihat apakah ada kerusakan pada sistem saraf pusat atau tidak.
  • Tes urine: guna melihat warna urine. Jika warna urine cenderung gelap, maka bisa jadi ada penyakit dalam tubuh yang berkaitan dengan panas. Tes urine juga dilakukan untuk memeriksa fungsi ginjal yang disebabkan oleh heat stroke.
  • Tes fungsi otot: untuk memeriksa seberapa parah kerusakan pada jaringan otot (rhabdomyolysis).
  • Rontgen dan tes pencitraan lainnya: untuk memeriksa ada-tidaknya kerusakan pada organ vital dalam tubuh.

Pengobatan heat stroke dilakukan untuk menurunkan suhu inti tubuh kembali normal. Fungsinya untuk mencegah atau mengurangi keparahan kerusakan pada otak dan organ vital lainnya.

Dokter dapat melakukan sejumlah pengobatan heat stroke berupa:

1. Mandi air dingin

Mandi air dingin terbukti efektif dalam menurunkan suhu inti tubuh. Semakin cepat dilakukan, maka risiko kerusakan organ dan kematian juga akan semakin berkurang.

2. Metode evaporasi

Jika mandi air dingin tidak mungkin dilakukan, dokter dan tim medis dapat melakukan metode evaporasi. Metode ini akan membuat air dingin terserap ke dalam tubuh, sementara udara hangat berada di sekeliling tubuh pasien. Alhasil, air akan menguap dan mendinginkan kulit pasien.

3. Kompres dingin atau selimut pendingin

Pengobatan heat stroke juga bisa dengan kompres dingin maupun selimut pendingin. Letakkan benda tersebut diletakkan di selangkangan, leher, punggung, dan ketiak supaya suhu tubuh cepat menurun.

4. Obat untuk mengatasi tubuh menggigil

Jika ketiga pengobatan heat stroke tadi membuat tubuh pasien menggigil, dokter akan segera memberikan obat perileks otot, misalnya benzodiazepine. Badan menggigil dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga membuat perawatan jadi tidak efektif.


27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Heat Stroke: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/how-to-treat-heat-stroke-1298747)
Heatstroke - Injuries and Poisoning. MSD Manuals. (https://www.msdmanuals.com/home/injuries-and-poisoning/heat-disorders/heatstroke)
Management of exertional heat stroke: a practical update for primary care physicians. British Journal of General Practice. (https://bjgp.org/content/68/668/153)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app