Hipertensi

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 197.208 orang

Hipertensi atau biasa kamu kenal dengan sebutan tekanan darah tinggi merupakan masalah yang sering terjadi di sekitar kita. Darah tinggi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor mulai dari gaya hidup yang tidak baik seperti merokok, pola hidup yang jarang berolahraga, pola konsumsi makanan yang tidak sehat dan minuman yang beralkohol serta adanya faktor genetik atau riwayat keluarga, obesitas dan sebagainya.  

Namun tahukah Anda jika tekanan darah yang terus menerus tinggi akan membawa dampak serius dan munculnya berbagai penyakit kronis dalam tubuh? Mari simak artikel berikut ini.

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi ialah kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat dengan cukup tinggi. Bila keadaan ini berlangsung secara terus menerus, maka dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Maka sering sekali disebutkan bahwa hipertensi adalah ‘pembunuh diam-diam’ tubuh seseorang.

Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi atau tidak adalah dengan mengukur tekanan darahmu secara rutin dan berkala. Tekanan darah tinggi dapat disebut tinggi bila nilai dari tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik yaitu ketika jantung dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah. Tekanan sistolik adalah tekanan maksimal karena jantung berkontraksi, sementara tekanan diastolik adalah tekanan terendah di antara kontraksi (jantung beristirahat). Tekanan darah yang normal dan baik dianjurkan dipunyai oleh setiap manusia umumnya berkisar di angka 120/80 mmHG.

Penyebab Hipertensi

Faktor penyebab hipertensi terdiri dari beberapa faktor seperti :

  • Obesitas
  • Merokok
  • Faktor genetik
  • Meminum terlalu banyak alkohol dan minuman dengan kandungan kafein tinggi
  • Memakan makanan yang terlalu asin dan makanan yang memakai pemanis buatan
  • Berusia diatas 65 tahun
  • Jarang berolahraga
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan
  • Pengaruh meminum obat-obatan jenis tertentu seperti obat gagal ginjal dan pil KB.

Untuk kamu yang memiliki faktor genetik hipertensi, ada baiknya kamu rajin untuk mengukur tekanan darahmu secara rutin dan berkala dikarenakan hipertensi tidak banyak menimbulkan gejala pada awalnya sehingga tidak banyak orang yang tahu bahwa dirinya menderita tekanan darah tinggi.

Gejala Hipertensi

Seperti yang sudah disebutkan diatas penderita tekanan darah tinggi biasanya tidak akan menunjukan ciri dan gejala-gejala apapun namun umumnya penderita yang sudah terkena darah tinggi akan mengalami hal-hal seperti dibawah ini:

  • Sakit kepala parah dan Pusing
  • Mual dan mimisan
  • Suka merasa kebingungan
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Telinga suka berdengung
  • Nyeri dada dan kelelahan
  • Sulit untuk bernafas
  • Munculnya darah pada urin (kemungkinan adanya komplikasi ke bagian ginjal)
  • Berdebar di bagian dada, leher ataupun telinga
  • Penglihatan yang kabur (kemungkinan adanya komplikasi ke bagian retina mata)

Pengobatan Hipertensi

Ketika dokter mendiagnosa Anda dengan tekanan darah tinggi, biasanya dokter akan memberikan resep obat penurun tekanan darah untuk dikonsumsi setiap harinya. Banyaknya dosis yang diberikan semua kembali tergantung pada kondisi kesehatan tubuh sendiri. Adapun obat-obat darah tinggi yang suka diresepkan oleh dokter ialah:

  • Omega-3 (Suplemen Minyak Ikan)
  • Kalsium Channel Blocker
  • Diuretik

Di jaman serba instan sekarang ini, banyak masyarakat yang tetap memilih untuk menggunakan obat-obatan yang alamiah dibandingkan kimiawi mengingat dampaknya yang diberikan pada tubuh manusia walau memang hasilnya akan memakan waktu lebih lama.

Untuk kamu yang lebih suka bahan bahan alamiah, kamu bisa mencoba mengkonsumsi omega-3 suplemen yang berasal dari minyak ikan, baik ikan salmon maupun ikan hiu dan ikan-ikan perarian laut dalam lainnya. Selain itu suplemen minyak ikan omega-3. Diet suplemen ikan dan minyak ikan memiliki manfaat bagi orang sehat dan juga orang-orang dengan penyakit jantung.

Ini adalah obat yang bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Cara kerjanya ialah dengan memperlambat gerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding pembuluh darah, yang membuatnya lebih mudah bagi jantung untuk memompa dan memperlebar pembuluh darah. 

Obat ini umumnya dikenal sebagai ‘pil air’ yang berfungsi dalam membantu tubuh untuk menyingkirkan air dan garam yang tidak dibutuhkan melalui urin. Menyingkirkan kelebihan garam dan cairan membantu menurunkan tekanan darah dan dapat membuat jantung memompa darah lebih ringan.

Bila Anda sudah mulai mengalami kondisi seperti yang diuraikan diatas, sebaiknya segeralah pergi ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk mengukur tekanan darah. Hindari mengkonsumsi obat darah tinggi yang banyak dijual di pasaran. Selalu ikuti resep dan anjuran dari dokter. 

Namun perlu diingat selain mengkonsumsi obat penurun tekanan darah tinggi, Anda harus selalu menjaga kondisi kesehatan dan pola hidup sehat. Jangan makan terlalu banyak asin, jangan minum terlalu banyak alkohon dan kafein, cukup istirahat dan sempatkan diri untuk berolahraga rutin agar tubuh tetap fit dan lekas sembuh dari hipertensi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit