Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Penyakit Jantung - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Apr 24, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 954.723 orang

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang membahayakan di seluruh penjuru dunia. Gaya hidup menjadi faktor penyebab serangan jantung pada usia lanjut. 

WHO mencatat setidaknya 31% penduduk di dunia meninggal diakibatkan penyakit jantung. Dan hampir 75% disebabkan oleh faktor sosioekonomi yang rendah. 

Kematian dari penyakit jantung disebabkan oleh 3 faktor yaitu obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus. Peran serta pemerintah sangat diperlukan untuk mengagas penanganan penyakit jantung terlebih kepada masyarakat dengan kebutuhan ekonomi rendah dan yang buta akan informasi kesehatan.

Penyakit jantung disebabkan oleh gangguan kardiovaskular saat mengantar darah dan oksigen menuju pembuluh darah. Kelainan otot jantung juga dapat mengakibatkan serangan jantung mendadak karena pasokan oksigen di otot jantung menurun. 

Serangan jantung dimulai pada usia antara 45 hingga 60 tahun. Kondisi ini diikuti dengan gaya hidup yang buruk dan menyebabkan gangguan sirkulasi pada tubuh sehingga timbul serangan jantung. Penyebab penyakit jantung tersering antara lain:

  • Hipertensi
  • Diabetes Melitus
  • Obesitas
  • Dislipidemia
  • Kondisi lainnya yang menyertai penyebab penyakit jantung antara lain merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurang berolahraga, dan konsumsi makanan berlemak.

Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit jantung dan stroke. Resiko penyakit jantung muncul bila tekanan darah lebih tinggi dari 135/85 mmHg.

Meningkatnya gula darah memicu penyakit jantung karena hilangnya insulin untuk memetabolisme gula.

Kelebihan berat badan memicu penumpukan lemak, hipertensi, dan berakhir pada timbulnya penyakit jantung, salah satunya penyakit jantung koroner. 

Nilai obesitas dihitung dengan menggunakan indeks massa tubuh atau IMT/BMI dengan angka 30 atau lebih. Jaringan lemak yang berlebihan akan menganggu kerja otot jantung sehingga sirkulasi darah ke jantung juga akan terhambat. 

Gangguan jantung pada orang dengan obesitas berdampak pada disfungsi jantung kiri dan pembesaran jantung. Kolesterol jahat (LDL) yang lebih tinggi dibanding kolesterol baik (HDL) beresiko menyebabkan penyakit jantung.

Gejala Penyakit Jantung

Mengenali gejala sangat penting untuk mencari tau kondisi apa saja yang terjadi pada seseorang yang terkena penyakit jantung. Gejala tersebut antara lain:

  • Nyeri Dada, Rasa tidak nyaman pada dada, nyeri dadatembus kepunggung hingga ke rahang
  • Sesak Napas (dispnea)
  • Kelelahan
  • Tekanan nadi yang meningkat
  • Pembengkakan (edema)
  • Nyeri, kelemahan, bengkak atau bengkak pada kaki atau tangan yang disebabkan penyempitan pembuluh darah didaerah tersebut
  • Nyeri pada leher,rahang, perut bagian atas danpunggung

Nyeri dada (angina) bisa saja dikaitkan sebagai gejala penyakit jantung walaupun ini belum dapat menentukan diagnosis.

Nyeri dada dirasakan menjalar hingga ke lengan kiri dan akan pulih dengan cepat. Ini disebabkan adanya hambatan peredaran darah di otot jantung sehingga pasokan oksigen menjadi berkurang. 

Bila rasa nyeri cukup lama dan tidak pulih dengan istirahat, mungkin anda mengalami unstable angina pektoris. Dimana telah terjadi sumbatan pembuluh darah ke jantung sehingga perlu penanganan darurat.

Pada nyeri dada, anda akan merasakan sesak saat bernapas hal ini dikarenakan kompensasi tubuh untuk mendapatkan pasokan lebih melalui paru-paru. Rasa sesak seperti terikat di leher atau dada yang tertindih sesuatu.

Rasa sesak yang bersamaan dengan nyeri tentu menimbulkan rasa lelah. Rasa lelah dikarenakan Jantung perlu bekerja lebih keras untuk mempompa darah ke seluruh jaringan tubuh. Rasa lelah timbul saat anda beraktivitas minimal seperti berjalan, menaiki tangga, membawa barang, dan sebagainya.

Tekanan nadi normal adalah antara 60 hingga 100 kali permenit. Nadi secara normal akan meningkat bila kita melakukan aktivitas seperti olaharaga lari atau bersepeda. 

Pacu jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh juga meningkat. Tetapi pada penderita penyakit jantung, nadi tetap akan cepat walaupun dalam kondisi istirahat.

Pembengkakan biasa terjadi pada daerah paru-paru dan kaki. Penumpukan cairan di kaki Ini disebabkan karena akumulasi cairan yang menyebabkan kebocoran pada kapiler atau pembuluh darah sekitar kaki. 

Saat darah yang dipompa terbatas, ginjal akan menahan garam dan air sehingga cairan tersebut malah dibawa ke paru-paru dan peredaran sekitarnya sehingga mengakibatkan sesak nafas dan pembengkakan paru (edema pulmonal). Kondisi ini paling banyak terjadi pada gagal jantung sisi kanan.

Penyakit jantung perlu diperhatikan secara jelas karena bila gejala tersebut tidak ditangani segera maka akan mengakibatkan kematian. Penderita yang memiliki faktor resiko penyakit jantung seperti obesitas atau hipertensi perlu melakukan perbaikan pola hidup dan terapi obat-obatan awal sehingga penyakit jantung dapat terhindar.

 

Kapan Anda perlu ke dokter

Segera ke dokter jika Anda memiliki beberapa gejala seperti

  • Nyeri dada
  • Sesak

-          Pingsan

Semakin awal penyakit jantung terdeteksi maka semakin baik prognosis kesembuhannya.

 

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit