Obesitas - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 662.438 orang

Obesitas adalah kondisi dimana lemak tubuh menumpuk secara berlebihan sehingga menyebabkan berat bada meningkat. Orang denga obesitan memiliki BMI (Body Mass Index) lebih besar dari 27.

Adapun rumus mengukur BMI adalah Berat Badan (kg) / Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m).

Obesitas dapat dapat mejandi bibit penyakit lainnya, yang paling umum terjadi adalah diabetes dan gangguan lutut karena kaki tidak kuat menopang berat badan.

Kasus obesitas sering ditemui di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa karen pola makan yang tinggi lemak dan gula yang diperparah dengan kurangnya aktifitas fisik.

Namun demikian, saat ini banyak penduduk di negara berkembang juga mulai terlihat peningkatan penduduk yang ber-BMI >27

Pada negara berkembang umumnya obesitas dikarenakan tidak seimbangnya kandungan gizi pada makanan, dengan tuntutan pekerjaan yang harus serba cepat umumnya masyarakat mulai memilih konsumsi makanan cepat saji tinggi gula dan lemak, namun miskin serat.

Kurangnya kesadaran akan pentingnya aktifitas tubuh juga dapat memicu obesitas. Untuk lebih lengkapnya beberapa hal dibawah ini dapat membantu mengenal lebih tentang faktor penyebab seseorang memiliki berat badan berlebih.

Genetik
Faktor genetik adalah faktor yang berasal dari orang tua. Telah lama diamati bahwa anak-anak dengan obesitas umumnya memiliki orang tua yang obesitas juga. Menurut penelitian, anak-anak yang memiliki orang tua normal memiliki risiko 10% untuk terkena obesitas.

Apabila salah satu orang tuanya menderita obesitas maka risikonya meningkat menjadi 40-50%, jika kedua orang tuanya obesitas maka risiko akan meningkat 70-80%. 

Inilah yang menyebabkan kenapa anak yang gemuk umumnya memiliki orang tua yang gemuk juga, untuk itu Anda harus segera ubah pola hidup keluarga Anda menjadi lebih sehat.

Pola makan anak umumnya diturunkan dari orang tua, sehingga anak-anak yang memiliki orang tua dengan pola makan minim gizi akan secara langsung menganut pola makan tersebut pula.

Hormonal
Ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan pemakaian energi akan menyebabkan obesitas. Penurunan pemakaian energi dapat terjadi pada beberapa kelainan hormon, di antaranya hipotiroidisme dan defisiensi growth hormone.

Selain itu obat-obatan juga berperan, terdapat beberapa obat yang dapat merangsang pusat lapar dalam tubuh, sehingga apabila dikonsumsi akan meningkatkan nafsu makan. Jika obat ini dikonsumsi dalam waktu lama, maka dapat menyebabkan obesitas.

Asupan Makanan
Asupan makanan tidak seimbang adalah jenis makanan yang mengandung tinggi lemak dan gula, miskin serat dan mineral lainnya. Jenis makanan seperti ini umumnya dapat dijangkau dengan mudah, seperti makanan cepat saji yang digoreng atau diproses berlebihan.

Makanan tinggi lemak dan gula merangsang napsu makan karena sifat lemak dan gula yang adiktif dapat membuat seseorang susah berhenti. Tambahan energi yang berlebih dengan kandungan lemak dan gula yang tinggi secara terus menerus tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai dapat menyebabkan obesitas.

Aktivitas fisik
Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab obesitas. Di mana kemajuan teknologi sekarang ini, dengan meningkatnya mekanisasi dan kemudahan transportasi, 

orang cenderung kurang gerak atau menggunakan sedikit energi untuk aktivitas sehari-hari. Simpanan energi yang tidak digunakan tersebut lama kelamaan akan menumpuk dan menyebabkan obesitas.

Usia
Obesitas dapat terjadi pada segala umur, namun sering dianggap sebagai kelainan usia pertengahan. Hal ini cukup masuk akal karena pada usia produktif seseorang memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli makanan tersebut, kurangnya waktu bergerak dan penurunan metabolik seseorang secara alamiah seiring dengan bertambahnya usia. 

Pada umumnya metabolik seseorang akan mencapai punyak pada usia 20an dan mulai menurun saat menyentuh angka 30an, ditambah penurunan massa otot.

Jenis Kelamin
Penyebab obesitas dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan. Namun rata-rata perempuan memiliki jumlah lemak yang lebih banyak daripada laki-laki. 

Selain itu, obesitas sering dijumpai pada perempuan setelah melahirkan maupun saat menopause. Hal ini mungkin disebabkan karena perubahan endokrin, karena pada saat-saat tersebut terjadi perubahan hormonal.

Tingkat ekonomi dan sosial
Dahulu obesitas diyakini terjadi di negara-negara maju, tapi saat ini obesitas tidak lagi hanya terjadi di negara maju. Bahkan telah terjadi pergeseran di mana saat ini negara berkembang jumlah anak-anak yang menderita obesitas hingga 30% lebih tinggi daripada anak-anak yang menderita obesitas di negara maju.

Risiko lanjut obesitas
Menurut WHO (2014), meningkatnya BMI dapat meningkatkan pula resiko   terserang penyakit tidak menular (noncommunicable disease), di antaranya: Penyakit kardiovaskular (terutama penyakit jantung dan stroke), yang merupakan penyebab utama kematian di dunia pada tahun 2012.

Diabetes
Kelainan muskuloskeleteal (terutama osteoarthritis). Kanker (endometrial, payudara, dan kolon). Obesitas menjadi Penyebab obesitas meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi, 

dislipidemia, diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, penyakit kandung empedu, osteoarthritis, karsinoma endometrium, payudara, usus besar, prostat, dan gangguan psikiatri.

Obetitas yang dijumpai saat ini umumnya karena pola hidup yang tidak seimbang, untuk mencegahnya hal mudah yang dapat dilakukan adalah dengan perubahan pola makan, hindari makanan tinggi lemak, 

gula dan diproses secara berlebih. Apabila memungkinkan olahraga seminggu 3x juga dapat membantu menjaga kesehatan. Terus terapkan pola hidup seimbang untuk kesehatan kita semua.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit