Petunjuk Cara Minum Obat Yang Benar Agar Dampaknya Maksimal

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2020 Waktu baca: 3 menit
Petunjuk Cara Minum Obat Yang Benar Agar Dampaknya Maksimal

Petunjuk cara minum obat yang benar diperlukan bukan hanya supaya dampaknya maksimal, tapi juga agar Anda tahu jawaban yang tepat atas setiap pertanyaan berikut:

  • Sebenarnya boleh tidak sih minum obat dengan teh, kopi, atau susu itu? 
  • Berapa lama jarak ideal minum obat jenis yang satu dengan lainnya? 
  • Apa yang harus dilakukan jika sampai lupa minum obat? Perlukah dosis berikutnya digandakan?
  • Apakah jenis generik sama ampuhnya dengan yang tidak?

Guna menjawab berbagai pertanyaan tadi, Anda perlu tahu lebih dulu jenis obatnya, apa fungsinya, dan bagaimana petunjuk dokter soal aturan pakainya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Ingat bahwa meski penyakitnya sama, namun aturan pakainya bisa saja berlainan/ berubah karena tergantung dari kondisi tubuh pada saat itu. 

Ketahui pula bahwa jenis obat tertentu wajib dibeli dengan resep dokter, tapi ada pula yang dijual bebas. Selain itu, cara minum obat biasanya juga tidak sama dengan vitamin atau suplemen. 

Yang harus diperhatikan sebelum minum obat

Karenanya, yuk perhatikan beberapa tips berikut sebelum minum obat:

  • Selalu baca aturan pakai atau ikuti saran dokter soal periode maupun cara minum obat tersebut. 
  • Perhatikan kemasan ketika membeli, apakah tanggal kadaluarsa masih jauh, kemasannya tetap tersegel dengan baik, apa saja efek samping, peringatan, atau interaksi yang mungkin terjadi selagi mengonsumsinya.
  • Bila jenis obat yang diminum cukup banyak, buatlah catatan pribadi untuk memudahkan Anda mengingat soal aturan minumnya.
  • Hindari berhenti minum obat tanpa izin dokter supaya tidak timbul efek negatif pada tubuh.
  • Tanyakan pada dokter bila ingin mencoba obat baru, atau jika merasa kurang cocok dengan sudah yang diresepkan.
  • Cari tahu juga informasi mengenai makanan atau minuman apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi bersama obat tersebut.
  • Hindari minum obat bersama alkohol.
  • Ketika menelan menggunakan air putih, jangan hanya 1-2 teguk saja. Minumlah air secukupnya karena beberapa obat dapat mengiritasi tenggorokan.
  • Simpan obatnya sesuai petunjuk kemasan atau dokter supaya efeknya tidak berkurang.

Informasi ini perlu dokter tahu

Meski tidak ditanyakan oleh dokter, suster, atau apoteker, Anda sebaiknya tetap membagikan beberapa informasi penting berikut pada mereka. Tujuannya supaya ahli bisa memilihkan jenis obat yang tepat.

  • Mengidap alergi terhadap kandungan obat tertentu
  • Sedang menggunakan obat lain, termasuk bahan herbal, obat tetes, salep. vitamin, atau suplemen 
  • Sedang atau berencana hamil
  • Menyusui
  • Menjalani program tertentu, seperti diet rendah garam atau gula misalnya
  • Pernah atau sedang menderita penyakit tertentu

Daftar pertanyaan untuk disampaikan ke dokter

Faktanya, tak banyak orang tahu hal apa saja yang perlu ditanyakan ketika periksa ke dokter. Bila Anda termasuk salah satunya, tak ada salahnya mengutip dari daftar berikut:

  • Bolehkah minum obat ini selagi hamil, berencana hamil, atau saat sedang menyusui?
  • Apakah versi generik dari obat tersebut?
  • Mengapa saya harus meminumnya?
  • Seberapa sering saya harus meminumnya?
  • Kapan sebaiknya waktu minumnya?
  • Berapa lama saya harus minum obatnya?
  • Apakah obat tersebut mesti diminum ketika perut kosong atau boleh bersamaan dengan makanan?
  • Apakah obatnya boleh dihancurkan, belah, atau kunyah dulu sebelum ditelan? 
  • Di mana sebaiknya obatnya disimpan?
  • Apa yang harus dilakukan kalau lupa minum?
  • Apa saja efek sampingnya?
  • Bagaimana caranya tahu kalau obatnya benar manjur atau tidak?
  • Apakah obat ini berpotensi mengganggu konsentrasi sewaktu bekerja, berkendara, atau aktivitas lainnya?
  • Apakah obatnya bisa berinteraksi dengan makanan, minuman, obat lain, atau aktivitas tertentu?

Tips agar tidak lupa minum obat

Obat, khususnya yang sudah diresepkan dokter, sebaiknya tetap diminum rutin supaya penyakitnya tidak semakin parah. Lalu, bagaimana caranya supaya tidak lupa minum obat? Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

  • Minum pada jam yang sama setiap hari - tentunya ini tergantung dari petunjuk dokter karena ada obat yang harus dikonsumsi pagi hari, sebelum atau sesudah makan, atau sebelum tidur. 
  • Menggunakan alat bantu seperti reminder (alat pengingat) di HP, kotak obat, atau kalender juga efektif mencegah lupa.
  • Letakkan obatnya di tempat yang terlihat, contoh sebelah gelas, sikat gigi, atau lainnya
  • Ketika lupa minum sebelumnya, jangan gandakan dosisnya! Solusi dalam hal ini biasanya adalah langsung minum obatnya begitu ingat, asalkan waktunya masih jauh dari jadwal minum berikutnya.

Jadi itulah tadi beberapa hal yang dapat kami sampaikan terkait petunjuk cara minum obat yang benar. Semoga bermanfaat.

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
8 Strategies for Swallowing Pills. Healthline. (https://www.healthline.com/health/how-to-swallow-a-pill)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app