Grathazon 0,5mg: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Sep 4, 2019 Waktu baca: 8 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Grathazon adalah obat yang mengandung Dexamethasone dan digunakan sebagai anti alergi, imunosupresan, anti inflamasi dan anti shock
  • Grathazon dapat dibeli dengan resep dokter dan tersedia dalam kemasan kaplet yang dijual dalam bentuk strip ataupun botol
  • Grathazon juga bisa digunakan untuk pasien penderita kanker sebagai terapi pendukung kemoterapi dan menangani penyakit autoimun
  • Klik untuk mendapatkan Grathazon atau obat alergi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Grathazon adalah obat yang digunakan sebagai anti alergi, imunosupresan, anti inflamasi dan anti shock yang sangat kuat. Obat ini mengandung Dexamethasone, obat kortikosteroid jenis glukokortikoid sintetis. Obat ini diproduksi oleh Graha Farma berupa Grathazon 0.5 mg.

Mengenai Grathazon

Grathazon obat apa, apa kegunaanya, efek sampingnya dan apa saja merk-merk lain yang tersedia di pasaran? Berikut ini adalah informasi lengkap tentang obat ini.

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Grathazon dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 20 x 10 kaplet 0.5 mg
  • botol 500 kaplet 0.5 mg

Kandungan

Tiap kemasan Grathazon mengandung zat aktif sebagai berikut :

Manfaat Grathazon

Kegunaan Grathazon (Dexamethasone) adalah sebagai berikut :

A. Sebagai anti inflamasi

Obat golongan kortikosteroid seperti Grathazon (Dexamethasone) digunakan untuk berbagai kondisi inflamasi, misalnya radang reumatik, radang usus, radang pada ginjal, radang pada mata, radang karena asma dan radang pada tempat lainnya.

B. Menangani Penyakit Autoimun

Obat ini juga digunakan untuk menangani penyakit-penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, berbagai jenis alergi, penyakit lupus, bronkospasme, dan idiopatik thrombocytopenic (penurunan jumlah trombosit darah karena masalah kekebalan tubuh).

C. Anti Shock

Obat Grathazon berguna untuk menangani shock anafilaktik alergi dalam dosis tinggi.

D. Terapi Pendukung Kemoterapi Kanker

Obat kortikosteroid seperti Dexamethasone bisa juga digunakan untuk pasien kanker, sebagai terapi pendukung kemoterapi. Obat ini bisa menangkal perkembangan edema pada pasien tumor otak. Sebagai agen kemoterapi, obat ini digunakan untuk pengobatan multiple myeloma baik tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat-obat seperti thalidomide, lenamide, bortezomidib, kombinasi dari adriamycin dan vincristine atau velcade dan revlimid. Untuk mencegah efek samping mual dan muntah saat kemoterapi, Dexamethasone bisa mendukung obat antiemetik seperti ondansetron.

E. Untuk Membantu Proses Pembentukan Organ Paru-paru Bayi Prematur

Obat-obat yang mengandung Dexamethasone sering diberikan pada ibu hamil yang memiliki resiko melahirkan secara prematur. Pemberian obat ini bertujuan untuk mematangkan organ paru-paru janin. Untuk tujuan ini, pengobatan harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari dokter karena penggunaan obat ini secara tidak tepat dapat meningkatkan resiko kecacatan janin.

F. Kegunaan Lainnya

Obat kortikosteroid juga digunakan untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan tubuh dalam proses pencakokkan organ.Para pendaki gunung yang mengalami high-altitude cerebral edema (HACE), atau high-altitude pulmonary edema (HAPE), sering menggunakan obat ini.

Penyakit/Kondisi Terkait

Kontraindikasi

  • jangan menggunakan Grathazon (Dexamethasone) untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid.
  • Grathazon (Dexamethasone) sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang menderita tukak lambung, osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, sindroma Cushing dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Efek samping Grathazon

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Grathazon (Dexamethasone) :

  • Obat-obat glukokortikoid termasuk Grathazon (Dexamethasone) meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya dihindari.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa, juga menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh karena itu penggunaan Grathazon (Dexamethasone) pada pasien yang memiliki resiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang.
  • Dexamethasone seperti glukokortikoid lainnya, juga mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem. Efek samping ini sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping dari Dexamethasone yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh akibat pemakaian Grathazon (Dexamethasone).
  • Secara umum kumpulan-kumpulan efek samping ini dikenal sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya.

Dosis Grathazon

Obat Grathazon (Dexamethasone) diberikan dengan dosis sebagai berikut :

  • Tablet : 0.5 mg-10 mg / hari dibagi dalam 2-4 kali pemberian.
  • Insufiensi adrenal : 0.0233 mg /kg BB/hari.
  • Pemakaian jangka lama, dosis harus diturunkan secara bertahap untuk menghindari terjadinya insufiensi adrenal akut.

Dosis Obat Dexamethasone secara umum

Dexamethasone digunakan untuk beberapa indikasi dan tersedia dalam berbagai sediaan baik tablet ataupun injeksi. Berikut adalah kisaran dosis lazim untuk berbagai sediaan dan indikasi :

A. Dosis lazim dewasa untuk anti inflamasi, asma akut dan mountain sickness akut

oral, injeksi intravena dan intramuskular (sebagai natrium fosfat) :0.75-9 mg / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam

B. Dosis lazim dewasa untuk cerebral edema

Dosis awal : 10 mg injeksi intravena sekali, kemudian 4 mg intramuskular setiap 6 jam sampai gejala cerebral edema mereda. Dosis boleh dikurangi setelah 2 - 4 hari, dan dihentikan secara bertahap selama 5 - 7 hari.

C. Dosis lazim dewasa untuk mual atau muntah akibat kemoterapi atau pasca operasi

Pencegahan :10 mg - 20 mg secara oral atau injeksi intravena, 15 - 30 menit sebelum pengobatan pada setiap hari pengobatanUntuk kemoterapi melalui continuous infusion : 10 mg secara oral atau injeksi intavena setiap 12 jam pada setiap hari pengobatan.Untuk terapi emetogenik ringan : 4 mg oral, injeksi intravena atau intramuskular setiap 4 - 6 jam.

D. Dosis lazim dewasa untuk Syok

Addisonian krisis / shock : 4-10 mg injeksi intravena sebagai dosis tunggal, ulangi jika perlu.Unresponsif Syok : 1-6 mg / kg injeksi intravena sebagai dosis tunggal atau sampai dengan 40 mg sebagai dosis awal dan diulangi setiap 2 - 6 jam jika syok berlanjut.

E. Dosis lazim dewasa untuk multiple myeloma

Oral, injeksi intravena : 40 mg / hari, hari 1-4, 9-12, dan 17-20, diulang setiap 4 minggu (tunggal atau sebagai bagian dari rejimen terapi).

F. Dosis lazim dewasa biasa untuk multiple sclerosis

Oral : 30 mg / hari selama 1 minggu, diikuti oleh 4 - 12 mg / hari selama 1 bulan.

G. Dosis lazim pediatric untuk cerebral edema

Dosis awal : 1-2 mg / kg sekali secara oral, intravena atau intamuskular.Pemeliharaan : 1 – 1.5 mg / kg / hari, dalam dosis terbagi setiap 4 - 6 jam selama 5 hari kemudian kurangi dosis secara bertahap selama 5 hari, kemudian hentikan. Dosis maksimum : 16 mg / hari.

H. Dosis lazim pediatric untuk anti inflamasi

0.08-0.3 mg / kg / hari atau 2.5-5 mg / m2 / hari dalam dosis terbagi setiap 6 - 12 jam.

I. Dosis lazim pediatric untuk Asma akut

Oral, intravena, intramuskular: 0.6 mg / kg sekali (dosis maksimum : 16 mg)

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi obat Grathazon (Dexamethasone) dengan obat-obat lain :

  • Aminoglutethimide : menurunkan kadar deksametason, melalui induksi enzim mikrosomal sehingga mengurangi efek farmakologis Grathazon (Dexamethasone).
  • Agen Kalium-depleting : jika diberikan bersamaan dengan obat-obat kalium-depleting agen (misalnya, amfoterisin B, diuretik), pengamatan ketat harus dilakukan terhadap kemungkinan terjadinya hipokalemia
  • Antibiotika makrolida : menurunkan klirens Grathazon (Dexamethasone) sehingga meningkatkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Antidiabetik : kortikosteroid dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah, oleh karena itu penyesuaian dosis obat anti diabetes mungkin diperlukan.
  • Isoniazid : Konsentrasi serum isoniazid mungkin akan menurun jika diberikan bersamaan dengan Grathazon (Dexamethasone).
  • Cholestyramine dan efedrin : Cholestyramine meningkatkan klirens kortikosteroid sehingga menurunkan kadar/efek farmakologisnya.
  • Vaksin hidup : Grathazon (Dexamethasone) menurunkan sistem imun tubuh sehingga meningkatkan resiko terjadinya infeksi. Penggunaan vaksin hidup pada pasien yang menggunakan Grathazon (Dexamethasone) sebaiknya dihindari.
  • Anti jamur azole seperti ketoconazole (misal merk Mycoral) : mengurangi metabolisme kortikosteroid sehingga dapat meningkatkan kadar dan efek farmakologisnya.
  • NSAID : aspirin atau NSAID lainnya (asam mefenamat, ibuprofen, ketoprofen dll)meningkatkan resiko efek samping perdarahan pada saluran pencernaan.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan obat Grathazon (Dexamethasone) adalah sebagai berikut :

  • Penderita gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan kolitis ulceratif sebaiknya hati-hati jika menggunakan Grathazon (Dexamethasone), karena beresiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang memiliki gangguan fungsi hati dan ginjal misalnya pasien usia lanjut, Grathazon (Dexamethasone) diberikan dengan dosis terendah dan durasi sesingkat mungkin.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Sistem kekebalan tubuh yang menurun menyebabkan pasien lebih rentan terkena penyakit cacar dan campak.
  • Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Grathazon untuk ibu hamil

Pada kehamilan trimester pertama obat ini masuk dalam kategori D, yakni ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.

Apabila dikonsumsi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, dexamethasone masuk dalam kategori C, yakni studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Oleh sebab itu, obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Grathazon

  • Beritahukan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obat lainnya. Gejala alergi misalnya ruam, gatal-gatal, sesak napas, mengi, batuk, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau tanda-tanda lainnya.
  • Jangan gunakan obat Grathazon jika Anda memiliki infeksi herpes pada mata.
  • Jangan gunakan obat ini jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti : Infeksi jamur atau infeksi malaria di otak.
  • Saat menggunakan obat ini, Anda menjadi lebih rentan mendapatkan infeksi. Jaga selalu kebersihan, selalu mencuci tangan. Jauhi orang-orang yang sedang menderita infeksi, pilek, atau flu.
  • Obat Grathazon (Dexamethasone) (sistemik) tidak boleh digunakan oleh penderita cacar air dan campak karena bisa menyebabkan akibat yang sangat buruk atau bahkan mematikan. Hindari berada di dekat orang yang menderita cacar air atau campak jika Anda belum pernah mengalami ini sebelumnya.
  • Obat ini dapat menurunkan jumlah steroid alami dalam tubuh. Jika Anda mengalami demam, infeksi, menjalani operasi, atau terluka, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan steroid oral dosis tambahan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan katarak atau glaukoma.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin apa pun. Penggunaan vaksin dengan Grathazon (Dexamethasone) (sistemik) dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau membuat vaksin tidak berfungsi juga.
  • Buang semua sisa obat Grathazon (Dexamethasone) yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Grathazon (Dexamethasone) sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat Grathazon dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Artikel terkait

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Grathazon (Dexamethasone) harus sesuai dengan yang dianjurkan.


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dexamethasone. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Dexamethasone)
Dexamethasone | Side Effects, Dosage, Uses, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/dexamethasone-oral-tablet)
Decadron, Dexamethasone Intensol (dexamethasone) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. Medscape. (https://reference.medscape.com/drug/decadron-dexamethasone-intensol-dexamethasone-342741)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app