Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Tukak Lambung: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.711.841 orang

Lambung merupakan salah satu organ pencernaan yang berperan penting untuk mencerna makanan. Jika lambung dalam kondisi tidak sehat, maka sistem pencernaan makanan tentu akan terganggu. Salah satu masalah pencernaan yang cukup sering terjadi adalah tukak lambung.

Apa itu tukak lambung?

Penyakit tukak lambung (ulkus peptikum) merupakan luka yang timbul di saluran pencernaan, baik di lapisan perut, kerongkongan bagian bawah, atau usus kecil.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Lambung secara perlahan mengalami peradangan dan semakin lama menjadi sebuah robekan. Parah atau tidaknya tukak lambung dapat dilihat dengan bantuan pemeriksaan penunjang.

Tukak lambung dapat dialami oleh siapapun di segala usia. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), obat-obatan, efek asam lambung, hingga penyakit penyerta lainnya.  

Mengenai tukak lambung

Jenis

Ada tiga jenis tukak lambung, di antaranya:

  • Ulkus lambung: luka atau bisul yang berkembang di dalam lambung.
  • Ulkus esofagus: luka atau bisul yang muncul di dalam kerongkongan.
  • Ulkus duodenum: luka atau bisul yang terjadi di bagian atas usus kecil atau disebut dengan duodenum.

Penyebab

Tukak lambung terjadi ketika dinding mukosa lambung mengalami kerusakan. Bila dibiarkan terus-menerus, lapisan lambung bisa robek dan menyebabkan asam lambung meningkat. Lebih parahnya lagi, tukak lambung bisa memicu perdarahan.

Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya tukak lambung, di antaranya:

  • Infeksi
    Sekitar 90% kasus tukak lambung disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori)Bakteri H. pylori dapat hidup pada kondisi asam di dalam lambung dan memproduksi racun. Racun inilah yang lama-kelamaan akan merusak dinding lambung, memicu nekrosis, hingga membentuk tukak.
  • Obat
    Penggunaan obat NSAID (Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs) berisiko tinggi merusak mukosa lambung. Jenis obat ini dapat menurunkan sekresi mukus dan menurunkan aliran darah pada dinding lambung.
  • Asam lambung meningkat 
    Penderita tukak lambung cenderung rentan mengalami asam lambung naik dibanding kondisi lambung normal.
  • Alkohol
    Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memicu asam lambung naik dan merusak mukosa lambung.
  • Sindrom Zollinger-Ellison
    Sindrom Zollinger-Ellison dapat memicu produksi hormon gastrin yang berlebihan dalam tubuh. Semakin banyak hormon gastrin yang dihasilkan, maka kadar asam lambung juga akan meningkat. Hal ini berisiko merusak dinding lambung hingga terjadi robekan.

Gejala

Gejala yang dirasakan saat awal terjadinya tukak lambung hanyalah seperti sakit maag biasa. Namun, gejalanya dapat semakin berat seiring berjalannya waktu atau disebabkan oleh faktor yang disebutkan diatas.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berbagai tanda dan gejala tukak lambung antara lain:

  • Nyeri ulu hati
  • Mual dan muntah
  • Sendawa
  • Sensasi terbakar di lambung
  • Nyeri semakin parah saat tidur telentang
  • Nafsu makan menurun
  • Rasa nyeri semakin parah saat perut kosong 

Pencegahan tukak lambung

Cara termudah untuk mencegah gejala tukak lambung kambuh adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Contohnya dengan berhenti minum alkohol, kafein, atau obat-obatan yang bersifat NSAID.

Stres juga bisa membuat gejala tukak lambung semakin parah. Cari tahu dulu hal-hal yang membuat Anda stres. Jika disebabkan oleh kurang tidur, misalnya, maka Anda harus mendapatkan istirahat yang cukup untuk mengatasi stres.

Pengobatan tukak lambung

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tukak lambung, segera konsultasikan ke dokter. Beri tahukan dokter mengenai keluhan dan riwayat penyakit yang pernah Anda idap sebelumnya.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membuktikan kemungkinan adanya kerusakan dinding lambung. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Endoskopi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan paling awal untuk mendiagnosis tukak lambung. Selain endoskopi, pemeriksaan radiologi seperti rontgen dan CT scan juga dapat dilakukan. 
  • Pemeriksaan rapid urea, untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri H. pylori dengan cara mengukur kadar pH dan biopsi lambung.
  • Urea breath test, untuk mendeteksi keberadaan infeksi bakteri H. pylori di lambung.

Tujuan pengobatan pada tukak lambung adalah untuk menghilangkan keluhan, menyembuhkan tukak, serta mencegah terjadinya kekambuhan. Dengan begitu, kualitas hidup pasien dapat meningkat dan terbebas dari penyakit.

Jenis obat-obatan yang dapat mengatasi tukak lambung di antaranya:

  • Obat antasida, yaitu obat utama untuk mengurangi sekresi asam lambung yang tinggi dan aktivasi pepsin, selain akibat dari infeksi H. pylori.
  • Obat antagonist reseptor H2, berfungsi untuk menghambat sekresi histamin lambung. Pilihan obatnya antara lain ranitidine, famotidinie, dan nizatidine.
  • Obat PPI (proton pump inhibitor), seperti omeprazole dapat membantu mengurangi kadar asam dan menjaga dinding lambung.
  • Antibiotik, seperti amoxicillin dan clarithromycin, untuk mengobati tukak lambung akibat infeksi bakteri H. pylori. 

Jika obat-obatan tersebut tidak manjur mengobati tukak lambung, tindakan operasi bisa menjadi jalan terakhir. Operasi dilakukan untuk mencegah risiko perdarahan kronis yang bisa mengancam jiwa. Dokter dapat melakukan prosedur vagotomi, gastrektomi, dan antrektomi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Referensi

Blahd, W. WebMD (2017). What Is a Peptic Ulcer?

Higuera, V. & Rogers, G. Healthline (2017). Peptic Ulcer.

Mayo Clinic (2017). Diseases & Conditions. Peptic ulcer.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit