Gangguan Pada Fungsi Hati - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 219.580 orang

Hati adalah salah satu organ vital yang teletak di bagian kanan atas perut tepat di bawah tulang rusuk.

Hati memiliki fungsi yang sangat penting untuk tubuh seperti mencerna makanan, memetabolisme sebagian besar nutrisi yang diserap oleh usus, menyimpan nutrisi, menghasilkan protein, dan detoksifikasi darah dengan membuang zat-zat beracun seperti  obat-obatan, alkohol, dan bahan kimia berbahaya lainnya yang berpotensi buruk di dalam aliran darah dan mengeluarkan zat- zat beracun ini oleh sistem pencernaan atau saluran kemih.

Penyakit hati dapat diwariskan (genetik) atau disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat merusak hati, seperti virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga dikaitkan dengan kerusakan hati.

Seiring berjalnnya waktu, kerusakan pada hati dapat menghasilkan jaringan parut (sirosis), yang dapat menyebabkan gagal hati, dan kondisi yang dapat mengancam jiwa.

Berbagai penyakit yang dapat memengaruhi fungsi hati, misalnya, obat-obatan tertentu seperti penggunaan acetaminophen yang berlebihan, dan obat kombinasi acetaminophen lainnya, sirosis, penyalahgunaan alkohol, hepatitis A, B, C, D, dan E, penyakit hati berlemak non-alkoholik, kelebihan zat besi (hematochromatosis).

Beberapa penjelasan mengenai penyakit yang dapat mempengaruhi fungsi hati

  • Hepatitis
    Hepatitis adalah penyakit yang terjadi kepada hati yang dapat dilihat dari munculnya sel radang dalam jaringan tissue hati. Hepatitis dapat terjadi tanpa adanya gejala, namun dapat menyebabkan penderitanya mengalami jaundice (warna kuning yang muncul pada tubuh dan mata manusia), nafsu makan menurun, dan rasa lelah.

    Hepatitis kronis dapat tidak menyebabkan gejala atau dapat menyebabkan luka pada hati (fibrosis) dan kegagalan fungsi hati (cirrhosis).

  • Perlemakan hati non-alkoholik
    Perlemakan hati nonalkohol (NAFLD) adalah ketika lemak menumpuk di hati mencapai lebih dari 5-10% berat hati bahkan ketika Anda tidak minum alkohol. Ini adalah penyakit yang umum, dan dalam kasus yang ringan mungkin tidak menyebabkan tanda atau gejala atau komplikasi sama sekali.

    Namun, dalam kasus yang lebih berat, dapat menyebabkan peradangan dan melukai jaringan.

  • Sirosis
    Sirosis Merupakan penyakit yang berkembang dalam waktu lama dimana jaringan tissue yang sehat akan menjadi luka dan dapat mencegah hati berfungsi secara normal.

    Jaringan tissue yang terluka tersebut akan menahan suplai darah kepada hati dan menghambat penyerapan nutrisi, protein, hormone dan zat lain yang diproduksi oleh hati.

  • Hematochroma tosis
    Akumulasi besi atau kelebihan zat besi dalam organ parenchymal karena hati tidak dapat menetralisir racun sehingga tubuh anda akan keracunan.

  • Kanker hati
    Kanker hati adalah kanker yang bermula dari organ hati atau liver. Ada dua klasifikasi kanker hati berdasarkan lokasi pertumbuhan atau penyebarannya (metastasis), yaitu kanker hati primer dan sekunder.

    Kanker hati primer adalah kanker yang berawal di organ hati dan termasuk jenis kanker yang berpotensi fatal. Kanker hati sekunder bermula dari bagian tubuh lain kemudian menyebar dan tumbuh di organ hati.   

Tanda dan gejala –gejala gangguan fungsi hati

  • Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
  • Nyeri perut dan bengkak
  • Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit yang gatal
  • Warna urin yang gelap
  • Warna tinja  yang pucat, atau tinja berdarah
  • Kelelahan
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kulit mudah memar yang dimana ini menunjukan terhadap kekurangan protein dan juga sering terjadi pendarahan hidung (mimisan)
  •  Seringkali merasa haus yang berlebihan dan juga seringkali buang air kecil
  • Perut menjadi buncit karena pembengkakan yang terjadi di bawah tulang rusuk bagian kanan. Ini bisa menyebabkan diafragma terkena tekanan berat dan menyebabkan sakit saat bernafas

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi hati

  • Penggunaan alkohol berat
  • Menyuntikkan obat menggunakan jarum suntik yang sama
  • Tato atau tindik badan
  • Transfusi darah
  • Paparan darah dan cairan tubuh orang lain
  • Seks yang tidak terlindungi
  • Paparan bahan kimia atau racun tertentu
  • Diabetes
  • Kegemukan

Pencegahan untuk mencegah gangguan fungsi hati

  • Minum alkohol dalam jumlah yang cukup dan jangan berlebihan
    Minuman alcohol dapat berisiko tinggi bila dikonsumsi lebih dari delapan gelas dalam seminggu untuk wanita dan lebih dari 15 gelas alcohol dalam seminggu untuk pria.

  • Hindari perilaku berisiko
    Dapatkan bantuan jika Anda menggunakan obat intravena yang terlarang, dan jangan berbagi jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikkan obat secara bersamaan. Gunakan kondom saat berhubungan seks. Jika Anda memilih tato atau tindik badan, pilihlah tentang kebersihan dan keamanan saat memilih toko.

  • Dapatkan vaksinasi
    Jika Anda mengalami peningkatan risiko tertular hepatitis atau jika Anda sudah terinfeksi dengan segala bentuk virus hepatitis, bicarakan dengan dokter tentang bagaimana mendapatkan vaksin hepatitis A dan hepatitis B.

  • Gunakan obat dengan bijak
    Minumlah obat yang diresepkan dan tidak diresepkan hanya bila diperlukan dan hanya dalam dosis yang direkomendasikan. Jangan mencampur obat dan alkohol. Bicaralah dengan dokter sebelum mencampur suplemen herbal atau obat resep atau nonprescription.

  • Hindari kontak dengan darah dan cairan tubuh orang lain
    Virus hepatitis dapat disebarkan oleh jarum suntik yang tidak disengaja mengenai tubuh atau pembersihan darah atau cairan tubuh yang tidak benar.

  • Berhati-hatilah dengan semprotan aerosol
    Pastikan ruangan berventilasi, dan gunakan masker saat menyemprotkan insektisida, fungisida, cat, dan bahan kimia beracun lainnya. Selalu ikuti instruksi dari pabriknya.

  • Lindungi Kulitmu
    Saat menggunakan insektisida dan bahan kimia beracun lainnya, gunakan sarung tangan, lengan panjang, topi dan masker.

  • Pertahankan berat badan yang sehat
    Obesitas dapat menyebabkan penyakit hati berlemak nonalkohol.   

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit