Kesehatan Fisik

Ciri-Ciri Penyakit Lupus Yang Harus Anda Waspadai

Update terakhir: Mar 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 836.351 orang

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan pada banyak organ dalam tubuh. Gejala yang ditimbulkannya pun bervariasi dan cenderung mirip dengan penyakit lainnya. Maka dari itu, penyakit lupus kerap dikenal pula dengan sebutan penyakit seribu wajah. Untuk lebih memahami, ketahui berbagai ciri-ciri penyakit lupus berikut ini.

Inilah berbagai ciri-ciri penyakit lupus yang paling umum terjadi

1. Ruam Kupu-Kupu

Ciri-ciri penyakit lupus yang paling khas ditandai dengan timbulnya ruam berbentuk kupu-kupu yang menyebar pada pangkal hidung dan kedua pipi. Ruam ini begitu identik, terutama pada kasus lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus, SLE) - jenis paling umum dari penyakit lupus. Pada kasus lainnya, khususnya pada lupus eritematosus kutaneus, ruam dapat terbentuk di area tubuh lain seperti leher, wajah, telinga, kulit kepala maupun tangan. Ruam ini biasanya akan berkembang menjadi lesi berbentuk koin dengan batas yang jelas (diskoid) dan tidak terasa gatal.

2. Kelelahan

Hampir sebagian besar penderita lupus mengalami gejala kelelahan. Kondisi ini dapat dipicu oleh penyakit itu sendiri atau karena stres, depresi, kecemasan, kurang olahraga hingga masalah tidur yang dialami Mengingat penderita lupus perlu menghindari sinar matahari, maka kadar vitamin D di dalam tubuh mereka cenderung rendah. Hal ini pulalah yang dapat menyebabkan timbulnya gejala kelelahan. Baca juga: 7 Penyakit Berbahaya Akibat Kekurangan Vitamin D

3. Demam

Demam ringan yang berulang-ulang tanpa sebab yang jelas termasuk salah satu ciri-ciri penyakit lupus tahap awal. Demam ringan seperti ini dapat menjadi tanda infeksi atau peradangan. Peradangan pada penyakit lupus selanjutnya dapat menyebabkan kekakuan, pembengkakan dan rasa nyeri pada persendian tangan dan kaki, terutama di pagi hari. Sama seperti demam ringan yang dialami, masalah pada persendian ini pula akan terus datang dan pergi berulang kali tanpa bisa diduga.

4. Sakit Kepala

Seseorang dengan penyakit lupus 2 kali lebih berisiko mengalami sakit kepala migrain yang terasa begitu nyeri dan menyiksa. Dan ketika terpapar hawa dingin atau sedang mengalami stres, biasanya jari-jari tangan dan kaki pun akan berubah memutih atau membiru. Suatu kondisi yang disebut dengan fenomena Raynaud.

5. Mulut dan Mata Kering

Penderita lupus juga berisiko besar mengembangkan penyakit autoimun lainnya yang disebut dengan sindrom Sjogren. Penyakit ini dapat menyebabkan limfosit terkonsentrasi di kelenjar getah bening dan menyebabkan kelenjar air mata juga air liur tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Gejala utama dari kondisi ini yakni berupa mulut dan mata kering yang kemudian dapat mengarah pada masalah kesehatan lainnya.

6. Rambut Rontok

Peradangan kulit terkait dengan penyakit lupus terkadang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Rambut pun akan menjadi lebih rapuh, mudah patah dan cenderung terlihat acak-acakan. Bahkan, beberapa diantara penderitanya juga ada yang mengalami penipisan pada janggut, alis, bulu mata dan beberapa area kulit lainnya yang ditumbuhi rambut. Kondisi ini dapat bersifat sementara atau permanen bila saja terdapat lesi diskoid pada kulit kepala. Ciri-ciri penyakit lupus lainnya dapat pula menjadi pertanda dibalik komplikasi yang mungkin terjadi. Beberapa komplikasi tersebut diantaranya yakni:
  • Peradangan pada ginjal (lupus nefritis), dapat menyebabkan timbulnya gejala seperti pembengkakan pada tangan, kaki atau area sekitar mata dan perubahan dalam buang air kecil misal terdapat darah maupun busa pada urine atau buang air kecil menjadi lebih sering dan terasa sakit.
  • Gangguan darah, termasuk anemia ataupun trombositopenia yang dapat membuat penderitanya menjadi mudah lelah, mudah memar dan mimisan.
  • Aterosklerosis atau penyumbatan arteri, dapat menyebabkan nyeri di dada dan meningkatnya risiko akan stroke, serangan jantung dan gagal jantung.
  • Perikarditis dan miokarditis, kedua kondisi ini mampu menimbulkan gejala seperti nyeri tajam di dada, sesak napas, detak jantung tidak beraturan hingga gagal jantung.
  • Pleuritis, yakni peradangan pada pleura yang ditandai dengan gejala nyeri di dada dan sesak napas yang akan semakin memburuk saat menarik napas dalam-dalam, bersin, batuk atau tertawa.
Di samping itu, seorang wanita yang menderita penyakit lupus memiliki ancaman risiko yang lebih tinggi selama kehamilan. Misal seperti preeklampsia, kelahiran prematur hingga keguguran. Oleh karena itu, wanita hamil dengan risiko tinggi seperti ini sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter sub-spesialis fetomaternal agar mendapat diagnosa yang akurat dan pengobatan yang tepat.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit