Rheumatoid Arthritis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.050.268 orang

Mengenai Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang persendian. Inflamasi autoimun ini menimbulkan gejala nyeri dan kaku pada persendian terutama pada jari-jari tangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Peradangan tersebut dapat timbul di beberapa persendian tubuh seperti pada pergelangan tangan, siku, lutut, pundak, dan pergelangan kaki.

Penyebab pasti munculnya rheumatoid arthritis masih belum diketahui secara pasti. Tetapi faktor risiko utama adalah kelainan pada sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel sehat pada persendian. 

Faktor risiko lain yang menyebabkan rheumatoid arthritis antara lain:

  • Infeksi. Infeksi akibat perkembangan virus dan bakteri yang menetap di dalam tubuh.
  • Genetik. Kontak genetis juga mengendalikan respon autoimun yang menyebabkan rheumatoid arthritis. Peneliti berpendapat bahwa seseorang dapat membawa sifat gen yang sama pada keturunan berikutnya meskipun kondisi ini tidak selalu berdampak besar.
  • Jenis Kelamin. Pria dan wanita dapat berisiko menyebabkan Rheumatoid arthritis, tetapi kelainan ini lebih banyak terkena pada wanita di hampir 70% persentase. Ini berkaitan dengan faktor hormonal yang menimbulkan perkembangan rheumatoid arthritis.
  • Usia. Penyakit rheumatoid arthritis paling sering terjadi pada usia antara 40 hingga 60 tahun.
  • Lingkungan. Faktor lingkungan yang buruk ditambah kombinasi kelainan genetik juga memicu meningkatnya risiko berkembangnya rheumatoid arthritis. Faktor lingkungan yang menjadi faktor risiko akibat polusi udara, pembasmi serangga, perokok pasif, dan pekerja silika.

Rheumatoid arthritis menyebabkan jaringan sinovial di persendian yang meradang akibat inflamasi. Inflamasi biasanya mulai timbul di sendi-sendi kecil seperti pada jari-jari tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Penyebaran inflamasi terjadi secara perlahan dan menyerang sendi yang lebih besar sehingga menimbulkan gejala lebih berat.

Gejala pada Rheumatoid Arthritis

Gejala yang ditimbulkan pada beberapa orang tidak selalu sama. Gejala dapat muncul dengan cepat atau perlahan. Gejala juga dapat hilang timbul sendiri sesuai dengan keparahan yang terjadi. Gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Pembengkakan sendi
  • Kemerahan dan rasa hangat pada persendian
  • Sendi terasa kaku terutama pada pagi hari
  • Nyeri pada persendian
  • Struktur tulang menjadi bengkok (terutama pada jari-jari tangan)
  • Demam tidak tinggi
  • Rasa lelah
  • Hilang nafsu makan
  • Mulut kering
  • Penurunan berat badan
  • Keterbatasan anggota gerak sendi

Diagnosis penyakit Rheumatoid Arthritis

Pemeriksaan pada rheumatoid arthritis didasari oleh keluhan yang terjadi, pemeriksaan fisik pada reflek tubuh, kekuatan otot, kemampuan dalam menggerakan pergelangan dan jari-jari tangan, kemampuan berjalan, dan aktivitas lainnya. Riwayat infeksi dan keluarga juga menjadi nilai penting dalam diagnosis.

Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk menentukan diagnosis rheumatoir arthritis. Pemeriksaan tersebut antara lain:

1. Pemeriksaan darah lengkap
Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat faktor inflamasi akibat kelainan antibodi dalam darah. Pemeriksaan darah memberikan 80% diagnosis rheumatoid arthritis. Pemeriksaan yang perlu dilihat adalah:

  • Faktor Rematik (RF)
    Pemeriksaan rheumatoid factor merupakan pemeriksaan imunoglobulin yang bereaksi dengan molekul sehingga membentuk IgG abnormal akibat kelainan antibodi.
  • LED (Laju Endap Darah)
  • CRP( Protein C-reaktif)

2. Pemeriksaan pemindaian
Pemeriksaan dengan X-ray, Ultrasound, dan MRI digunakan untuk melihat struktur persendian yang terganggu akibat inflamasi dari faktor rematik tersebut. Pada rheumatoid arthritis ditemukan erosi pada persendian, penyempitan rongga sendi, dan osteoporosis. Pemeriksaan ini juga dapat menilai tingkat keparahan rheumatoid arthritis.

Penanganan Rheumatoid Arthritis

Terdapat berbagai cara untuk mengatasi penyakit rheumatoid arthritis. Penanganan dapat berupa obat-obatan, rehabilitasi, operasi, dan perubahan gaya hidup.

Obat-obatan

Pemberian obat-obatan bertujuan untuk mengatasi inflamasi persendian dan mengurangi gejala. Beberapa obat-obatan yang diberikan seperti obat analgesik, steroid non inflamatori, dan kortikosteroid. Obat-obatan tersebut berguna untuk mengurangi gejala dan peradangan. 

Obat utama yang diberikan untuk mengurangi inflamasi persendian, melindungi tulang rawan, dan memperlambat perkembangan kelaianan adalah dengan obat jenis DMARD (Disease Modifying Antirheumatic Drugs). Obat jenis ini di antaranya D-penisilamin, sulfasalazin, Metotreksat, dan glukokortikoid seperti prednison.

Rehabilitasi

Rehabilitasi bertujuan untuk memperbaiki kualitas hidup. Pemberian latihan, pemanasan, istirahat yang cukup, mengurangi stres, dan menggunakan alat bantu yang dapat mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

Operasi

Bila obat-obatan tidak berhasil, maka terapi dengan pembedahan menjadi penanganan terakhir untuk mencegah semakin buruknya penyakit.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit