Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Udem Paru dari Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.508.479 orang

Edema Paru

Edema paru merupakan salah satu penyakit gangguan pernapasan yang menyerang organ paru. Udem berasal dari kata edema yang berarti penumpukan cairan. Maka dari udem paru adalah penumpukan cairan yang terletak pada kantong udara di paru atau alveoli. Penyakit ini dapat menimbulkan sesak napas dan resiko paru lainnya.

Respirasi merupakan sistem pada tubuh untuk memasukkan udara oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida. Organ paru menjadi satu-satunya organ pernapasan yang berfungsi menampung dan menyaring udara masuk dan disalurkan ke organ lainnya. Kelainan pada alveoli pada paru sebagai tempat penampungan udara menyebabkan udara yang ditampung di dalam paru akan terbatas. Penumpukan cairan di alveoli menghambat sistem pernapasan sehingga menimbulkan sesak napas dan oksigen tidak mampu disalurkan ke pembuluh darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Penyebab Edema Paru

Banyak sekali penyebab yang dapat menimbulkan edema paru. Dalam dunia klinis edema paru sering disertai oleh gangguan jantung atau dikenal sebagai udem paru kardiogenik. Edema paru akibat gangguan jantung timbul karena rusaknya jantung ventrikel kiri sehingga tidak mampu memompa darah dan menimbulkan peningkatan pada tekanan atrium kiri dan meningkatnya pasokan darah di paru. 

Penyebab yang ditimbulkan pada udem paru tanpa gangguan jantung antara lain:

  • Tenggelam

Udem paru akibat tenggelam disebabkan air yang masuk ke dalam paru. Air yang masuk menghambat pertukaran udara di paru karena penumpukan air di dalam alveoli

  • Terhirup bahan kimia

Bahan kimia yang beracun seperti klorin, nitrogen, fosgen sulfur dioksida dan uap metalik membatasi pasokan udara yang masuk dan ditampung ke alveoli

  • ARDS

Acute Respiratory Distress Syndrome menyebabkan elastisitas paru yang menurun akibat penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan kerusakan organ lainnya karena tidak cukupnya oksigen yang disalurkan ke organ. Biasanya paling sering menyerang ginjal dan otak

  • Infeksi 

Infeksi yang berperan pada munculnya edema paru antara lain pankreatitis, pneumonia, dan sepsis. Pankreatis melepaskan zat tripsin yang menimbulkan penumpukan cairan. Pada sepsis baisanya disebabkan infeksi bakteri gram negatif yang meningkatkan permabilitas kapiler paru. Sedangkan pneumonia juga disebabkan oleh reaksi inflamasi

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

  • Tempat tinggi 

Orang yang tinggal di tempat tinggi memiliki resiko lebih tinggi terkena edema paru akibat adanya penyempitan pembuluh darah paru dan meningkatkan tekanan dan berpengaruh pada keterbatasan alveoli dalam menampung pertukaran udara

Gejala Edema Paru

Gejala utama yang ditemukan pada edema paru adalah sesak napas. Tingkat kesulitan bernapas dapat semakin parah seiring berjalanannya waktu. Gejala lain yang ditemukan yaitu :

  • Cepat lelah
  • Nafas cepat
  • Keterbatasan aktivitas
  • Muncul suara mengi saat bernapas
  • Sering terbangun pada malam hari
  • Batuk berdahak
  • Nadi meningkat
  • Nyeri dada (khas pada udem paru kardiogenik)

Diagnosis Edema Paru

Dokter harus melakukan pemeriksaan fisik dengan menilai keluhan, berat keluhan, dan adanya riwayat kesehatan yang mengarah ke e paru. Pemeriksaan fisik yang mengarah ke paru menggunakan alat stetoskop untuk melihat adanya perubahan pola napas di dalam paru.

Pemeriksaan penunjang lainnya untuk membantu dokter menentukan diagnosis antara lain:

  • Spirometri

Mendeteksi kemampuan volume paru untuk menampung oksigen

  • Oximetry

Memeriksa kadar oksigen di dalam darah dengan menaruh sensor yang dijepit di jari tangan atau kaki

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

  • Rontgen

Pemeriksaan rontgen dilakukan untuk melihat adanya kelainan organ paru melalui gambaran dari hasil rekaman X-ray

  • EKG

Pemeriksaan dengan Elektrokardiogram bertujuan untuk merekam impuls listrik dari jantung dan mendeteksi adanya keterlibatan gangguan jantung yang bersamaan dengan udem paru

  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah dengan AGD (analisis Gas darah) untuk memerikssa nilai oksigen dan karbon dioksida di dalam darah

  • Kataterisasi

Kateterisasi merupakan standar baku pemeriksaan pada edema paru

Penanganan Udem Paru

Apabila dokter sudah mendiagnosis melalui hasil pemeriksaan. Maka perlu dilakuan tindakan dengan pemberian obat diuretik. Obat diuretik berfungsi untuk mengurangi penumpukan cairan di alveloi dan memberikan ruang bebas untuk pertukaran udara.

Pengobatan lainnya dilakukan secara suportif, yang berarti apabila ditemukan gangguan jantung maka diperlukan tindakan primer pada penanganan jantung. Apabila ditemukan adanya infeksi, maka perlu penanganan dan pengelolaan pada tatalaksana sepsis. Tujuannya adalah untuk mempertahankan oksigenasi di dalam tubuh. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini