Cara Efektif Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 11, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
Cara Efektif Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Seseorang disebut mengidap infeksi saluran kemih jika terjadi peradangan akibat infeksi bakteri pada salah satu atau seluruh bagian saluran kemih. Organ ini terdiri dari kandung kemih, uretra, dan ureter;
  • Pada umumnya, infeksi saluran kemih ditandai dengan gejala berikut:
    • Buang air kecil lebih sering daripada biasanya;
    • Rasa panas atau terbakar saat buang air kecil;
    • Urine yang keluar hanya sedikit setiap buang air kecil;
    • Perubahan warna urine;
    • Mual;
    • Muntah;
    • Demam;
    • Diare.
  • Dokter pada umumnya akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi keluhan Anda. Nah, antibiotik ini juga ada dua jenis, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan penyakit yang Anda idap: Antibiotik oral dan antibiotik intravena;
  • Pengobatan infeksi saluran kemih juga dapat didukung dengan menerapkan gaya hidup sehat sebagai berikut:
    • Minum air putih yang cukup;
    • Hindari bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi kandung kemih dan saluran kencing;
    • Konsumsi nanas dan bluberi;
    • Konsumsi jus apel dan cuka apel;
    • Terapkan kompres hangat;
    • Konsumsi suplemen;
    • Gunakan baking soda;
    • Menjaga kebersihan diri;
    • Kenakan pakaian yang tepat;
    • Beristirahat yang cukup.
  • Klik untuk membeli obat infeksi saluran kemih dan antibiotik dari rumah Anda melalui HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

Infeksi saluran kemih memang termasuk penyakit yang bisa diobati. Namun, jangan sekali-kali Anda menyepelekannya. Jika dibiarkan begitu saja, infeksi dapat menyebar ke ginjal dan berubah menjadi penyakit berbahaya.

Laki-laki dan perempuan sama-sama berisiko terserang infeksi saluran kemih. Usia penderitanya pun beragam. Meski demikian, kondisi ini memang lebih sering menyerang wanita, terlebih ketika memasuki masa menopause, kehamilan, aktif secara seksual, dan mengidap diabetes melitus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Seseorang disebut mengidap infeksi saluran kemih jika terjadi peradangan akibat infeksi bakteri pada salah satu atau seluruh bagian saluran kemih. Organ ini terdiri dari kandung kemih, uretra, dan ureter

Pada umumnya, infeksi saluran kemih ditandai dengan gejala berikut:

  • Buang air kecil lebih sering daripada biasanya;
  • Rasa panas atau terbakar saat buang air kecil;
  • Urine yang keluar hanya sedikit setiap buang air kecil;
  • Perubahan warna urine;
  • Mual;
  • Muntah;
  • Demam;
  • Diare.

Baca juga: 6 Arti Warna Urine

Obat infeksi saluran kemih

Kabar baiknya, infeksi saluran kemih bisa diobati. Dokter pada umumnya akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi keluhan Anda. Nah, antibiotik ini juga ada dua jenis, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan penyakit yang Anda idap: Antibiotik oral dan antibiotik intravena.

Antibiotik oral yang biasa diresepkan oleh dokter untuk mengobati infeksi saluran kemih adalah:

  • Sulfamethoxazole-Trimethoprim;
  • Nitrofurantoin;
  • Fosfomisin;
  • Amoxicillin;
  • Ampicillin;
  • Sefalosporin;
  • Ciprofloxacin dan levofloxacin

Antibiotik intravena (disuntikkan seperti infus) yang digunakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih adalah:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Resep antibiotik akan bervariasi pada pria dan wanita. Pria dianjurkan untuk minum antibiorik selama 7 sampai 14 hari, sementara wanita dianjurkan minum obat antibiotik cukup selama 3 sampai 5 hari. Habiskan setiap antibiotik yang diberikan dokter atau konsumsi sesuai petunjuk dokter agar bakteri benar-benar musnah dan Anda bisa sembuh total tanpa kekambuhan.

Jika antibiotik oral tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, antibiotik intravena dapat diberikan. Pada kondisi ini, pasien perlu perawatan beberapa hari di rumah sakit.

Baca juga: 10 Antibiotik untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Apa yang harus dilakukan jika mengidap infeksi saluran kemih?

Pengobatan infeksi saluran kemih dengan obat-obatan antibiotik dan obat resep lainnya juga harus didukung dengan perawatan yang maksimal. Perawatan di sini bicara tentang perubahan gaya hidup dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan. Simak tips berikut.

1. Minum air putih yang cukup

Pengidap infeksi saluran kemih dianjurkan untuk mencukupi asupan air.  Setidaknya, Anda harus minum air putih sebanyak 250 mililiter setiap jam pada siang hari. Konsumsi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah urine yang diproduksi. Setiap Anda buang air kecil, kandung kemih dan saluran kencing akan dibersihkan sehingga penyembuhan Anda akan lebih cepat. Minum banyak air setiap hari juga membantu mengusir bakteri berbahaya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Namun, jangan menunda buang air kecil jika Anda merasa ingin buang air kecil. Jika urine ditahan, bakteri justru akan berkembang biak dengan leluasa dan lebih giat lagi. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi air putih yang cukup setiap saat. Begitu Anda dinyatakan sembuh, tetap penuhi asupan air putih. Jangan mengonsumsi air putih dengan cukup hanya saat sakit.

Baca juga: Benarkah Minum Air Putih 8 Gelas Sehari Sudah Cukup?

2. Hindari bahan-bahan yang menyebabkan iritasi

Dalam upaya mengobati infeksi saluran kemih, kurangi asupan alkohol, kafein, rempah-rempah panas, dan jeruk. Zat-zat ini dapat mengiritasi kandung kemih. Alkohol dan kafein secara khusus dilarang karena akan menyebabkan dehidrasi.

Bahkan ketika kita tidak sedang terinfeksi bakteri, kita dapat mencegah infeksi dengan meminimalkan asupan alkohol dan kafein. Intinya, selain mengobati, Anda bisa mencegah serangan penyakit.

3. Konsumsi nanas dan bluberi

Nanas memiliki sifat anti-inflamasi, sedangkan bluberi dapat menghambat bakteri . Sifat-sifat baik ini akan mempercepat proses penyembuhan. Anda dapat menyertakan buah ini dalam makanan sehari-hari.

4. Konsumsi jus apel atau cuka apel

Jus dan cuka apel mengandung kalium dan enzim serta mineral yang mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran kemih. Keduanya juga dapat digunakan sebagai antibiotik alami untuk pengobatan infeksi saluran kemih. 

Baca juga: Manfaat Cuka Apel

5. Terapkan kompres hangat

Sediakan botol air panas dengan air panas di dalamnya dan letakkan di perut bagian bawah. Cara ini akan meminimalkan tekanan pada kandung kemih dan mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Selain itu, kompres hangat bisa membantu mengurangi peradangan dan mencegah penyebaran infeksi bakteri lebih lanjut.

6. Gunakan baking soda

Minum campuran baking soda dan air setidaknya dua kali setiap hari. Larutan ini bersifat basa sehingga akan menyeimbangkan keasaman urine dan bertindak sebagai pereda nyeri. Selain untuk mengobati infeksi saluran kemih, baking soda dapat mengusir batu ginjal yang disebabkan oleh asam urat.

7. Konsumsi suplemen

Anda bisa melawan bakteri pada tahap awal dengan meningkatkan asupan suplemen kesehatan. Beberapa suplemen kesehatan termasuk goldenseal, vitamin C, cranberry, echinacea, dan jelatang, disarankan untuk pengidap infeksi saluran kemih.

Vitamin C akan mengasamkan urine sehingga membuat bakteri tidak betah berada dalam saluran kemih. Vitamin ini juga akan memperkuat kekebalan tubuh untuk melawan setiap infeksi.

Anda juga dapat mengonsumsi 250 mililiter teh goldenseal, teh jelatang, atau teh echinacea beberapa kali setiap hari. Teh-teh tanpa kafein tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan meredakan peradangan yang diperlukan dalam pengobatan infeksi saluran kemih.

Perbaikan biasanya terjadi 36 jam setelah menggunakan suplemen-suplemen tersebut. Akan tetapi, selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen-suplemen tersebut. Patuhi petunjuk dokter dan hentikan penggunaan jika tidak ada perubahan atau kondisi Anda memburuk.

Baca juga: Jenis Teh Sehat untuk Dikonsumsi Setiap Hari

8. Menjaga kebersihan diri

Menjaga kebersihan yang layak akan mempercepat proses penyembuhan infeksi saluran kemih. Wanita harus selalu membersihkan saluran kencingnya dengan mengusap dari depan ke belakang setiap kali setelah buang air. 

Selalu biasakan untuk buang air kecil setelah berhubungan intim. Mandilah dengan air mengalir dan tidak dianjurkan berendam. Hindari menggunakan produk wangi di sekitar area kewanitaan.

9. Kenakan pakaian yang tepat

Gunakanlah pakaian berbahan katun karena bisa menjaga daerah genital tetap kering. Hindari penggunaan pakaian ketat karena akan menyebabkan berkeringat dan kelembapan yang menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri.

10. Beristirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dan tidur berkualitas bermanfaat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai infeksi penyakit. Istirahat yang cukup bisa memperbaiki kinerja sel imun, khususnya limfosit T yang berperan dalam melawan infeksi, termasuk infeksi saluran kemih. Karena itu, jangan abaikan istirahat, ya.

Baca juga: Operasi Laser untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih Penyebab Batu Ginjal

33 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
FDA drug safety communication: FDA updates warnings for oral and injectable fluoroquinolone antibiotics due to disabling side effects. U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/ucm511530.htm.
Hooper DC. Fluoroquinolones. https://www.uptodate.com/contents/search.
Werner K. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. April 7, 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app