HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jan 24, 2019 Update terakhir: Mei 5, 2020 Tinjau pada Apr 17, 2019 Waktu baca: 7 menit

Penyakit asam urat (hiperurisemia/gout) merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme asam urat di dalam tubuh manusia. Di mana kadar asam urat lebih tinggi dari batasan normalnya dalam darah sehingga menyebabkan nyeri, pembengkakan, hingga rasa panas pada persendian tulang. Bila kadar asam urat pada jaringan tubuh meningkat, maka kristal asam urat yang menumpuk dapat menyebabkan kondisi inflamasi pada area persendian. Walaupun demikian, tak jarang kristal asam urat ini menumpuk dalam ginjal dan salurah kemih, serta menyebabkan terbentuknya batu pada kedua organ tersebut.

Penyakit asam urat biasanya terjadi pada persendian lutut, jari tangan, dan pergelangan kaki. Pria lebih rentan terkena penyakit ini dibandingkan wanita. Kemungkinan terkena penyakit ini meningkat seiring pertambahan usia. Meskipun bukan penyakit yang berbahaya, apabila terus dibiarkan dalam jangka waktu yang lama tanpa penanganan serius, penyakit asam urat bisa memburuk. Banyak pasien penyakit asam urat yang mendapatkan komplikasi penyakit mematikan akibat keterlambatan penanganan. Tentu tak ada yang ingin hal itu terjadi, maka dari itu sebaiknya diketahui, dideteksi, dan dikenali beragam penyebabnya sejak dini. Hal ini sebagai salah satu upaya antisipasi agar penyakit ini bisa ditangani dengan benar sebelum sampai tahap komplikasi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Fakta Penyakit Asam Urat

Berdasarkan catatan sejarah, penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit yang paling tua di dunia. Pasalnya, penyakit ini ternyata sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu. Dalam beberapa literatur penyakit ini disebut sebagai ‘penyakit raja-raja’. Hal tersebut karena penyakit ini sering diasosiasikan dengan makanan-makanan enak dan lezat, yang pada zaman itu hanya dapat dinikmati kaum bangsawan. Di Indonesia sendiri, penyakit asam urat pertama kali diteliti oleh dokter Belanda yang bernama Dr. Van Den Horst pada tahun 1935. Beliau menemukan bahwa terdapat 15 pasien yang menderita penyakit asam urat kronis pada golongan masyarakat kurang mampu di pulau Jawa.

Terjadi peningkatan penderita penyakit asam urat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1990, dilaporkan prevalensi penyakit asam urat di Amerika Serikat adalah 2,9/1000 sedangkan pada tahun 1999 prevalensinya naik menjadi 5,2/1000 orang. Prevalensi penyakit asam urat bertambah dengan meningkatnya taraf hidup seseorang serta umumnya terjadi pada orang-orang di atas umur 75 tahun, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyerang kaum muda walaupun kemungkinannya kecil.  Sedangkan di Indonesia prevalensinya diperkirakan 1,6-13,6/100.000 orang, prevalensi tersebut meningkat seiring bertambahnya usia. 

Penyebab Penyakit Asam Urat

Asam urat merupakan zat sisa yang dihasilkan tubuh saat melakukan metabolisme terhadap purin. Purin merupakan zat yang terdapat pada tubuh manusia dan biasanya juga ditemukan pada beberapa jenis makanan, seperti daging merah, jeroan, alkohol dan makanan laut. 

Biasanya asam urat akan larut dalam darah disalurkan ke ginjal untuk dibuang melalui urin. Saat tubuh tidak dapat membuang asam urat tersebut, maka ia akan menumpuk dalam tubuh dan kadarnya di dalam tubuh melebihi batas normal hingga terjadi kondisi hiperurisemia. 

Apabila telah terjadi hiperurisemia, maka asam urat akan mengkristal dan menumpuk di dalam dan sekitar persendian dalam bentuk kristal Monosodium Urat (MSU). Jika penumpukkan dibiarkan terus menerus, maka kristal ini akan membentuk gumpalan keras bernama tofi, yang menyebabkan peradangan pada sendi dan jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan rasa sakit terutama saat digerakkan. Kondisi peradangan sendi inilah yang disebut penyakit asam urat (gout arthritis).

Tanda dan Gejala Asam Urat

Tanda dan gejala yang dapat muncul dari penyakit asam urat biasanya tergantung seberapa tinggi kadar asam urat dalam darah, seberapa parah penumpukan asam urat pada jaringan, serta pola hidup masing-masing pasien. Kadar normal asam urat dalam darah sekitar 2.4-6 mg/dl (pada wanita) dan 3.4-7 mg/dl (pada pria). Angka ini bisa bervariasi tergantung dari nilai baku masing-masing laboratorium.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Blackmores Celery dapat digunakan untuk kesehatan sendi dan meredakan sakit akibat arthirits, encok dan rematik. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores celery 7000 120 1

Tanda dan gejala asam urat akut:

  • Gejala seperti nyeri akan muncul pada area sendi jempol kaki, pergelangan kaki, dan area lutut kaki. 
  • Area persendian terlihat memerah, terasa panas, membengkak, dan sangat nyeri walau hanya dengan sentuhan minimal. 
  • Gejala dapat berlangsung selama 2-10 hari.

Tanda dan gejala asam urat kronis:

  • Nyeri akan timbul berulang kali dan gerakan sendi menjadi tidak normal.
  • Kondisi kronis bisa menyebabkan rusaknya area sendi yang sifatnya permanen dan menyerang seluruh area persendian tubuh.

Faktor Penyebab Asam Urat 

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh 2 hal. Pertama, kelebihan produksi asam urat di dalam tubuh akibat asupan sumber-sumber purin yang tinggi dari makanan. Kedua, laju pembuangan melalui ginjal yang tidak berjalan normal. Terdapat beberapa faktor penyebab kemunculan penyakit asam urat:

  • Gaya hidup. Asupan makanan yang mengandung banyak purin seperti daging, makanan laut, makanan dan minuman yang mengandung pemanis (fruktosa) serta konsumsi alkohol.
  • Kondisi tubuh pasien. Obesitas (kelebihan berat badan), penderita penyakit-penyakit seperti hipertensi, diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung dan ginjal.
  • Penggunaan obat tertentu. Pengguna obat-obatan seperti diuretic tiazid, niacin, aspirin dosis rendah, obat imunosupresif siklosporin dan tacrolimus.
  • Faktor genetika. Adanya riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit asam urat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini.
  • Faktor risiko lain. Usia dan jenis kelamin. Umumnya penyakit ini lebih sering menyerang pria daripada wanita, namun saat memasuki usia menopause risiko terserang penyakit ini meningkat pada wanita.

Pemeriksaan Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter untuk memastikan apakah sumber penyebab penyakit yang mendasarinya. Berikut adalah pemeriksaan yang mungkin dilakukan dokter untuk memeriksa penyakit asam urat:

  • Pemeriksaan fisik dilakukan dengan memeriksa tanda – tanda vital, termasuk pemeriksaan fisik terkait, dan pemeriksaan status lokalis area yang dicurigai mengalami kondisi ini.
  • Pemeriksaan darah berguna dalam mengetahui kadar asam urat dalam darah.
  • Tes urin bertujuan untuk dapat memeriksa kadar asam urat yang terkandung dalam urin selama 24 jam.
  • Foto rontgen membantu mengetahui sumber penyebab terjadinya suatu peradangan area sendi.
  • Dual Energy Computerized Tomography (CT) Scan membantu dokter untuk mencari sumber penyebab permasalahan kesehatan Anda dengan melihat dan menilai gambaran dari area persendian walaupun tanpa disertai tanda dan gejala nyata yang mengarah pada peradangan sendi.
  • Ultrasonography (USG) membantu mendeteksi adanya penumpukan asam urat pada area sendi.
  • Biopsi sinovial adalah pengambilan sampel dari cairan sendi Anda untuk diteliti lebih lanjut di bawah mikroskop oleh dokter bertujuan agar dapat diketahui sumber penyebab masalah kesehatan Anda tersebut.

Anda tidak perlu khawatir berlebihan mengenai pemeriksaan apa yang nantinya akan Anda jalani. Tentunya, pemeriksaan yang nantinya direkomendasikan oleh dokter akan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Pengobatan Asam Urat

Pada dasarnya penyakit ini tidak dapat disembuhkan, pengobatan hanya bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, serta mengontrol kadar asam urat di dalam darah untuk mencegah terjadinya komplikasi. Apabila masih tergolong ringan, Anda dapat menggunakan cara alami untuk mengatasinya. Namun apabila sudah parah, sebaiknya segara periksakan ke dokter untuk penanganan secara medis.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

A. Pengobatan Asam Urat Secara Alami

Pengobatan secara alami ini memiliki kelebihan dibanding dengan metode lainnya, bahkan ini lebih disarankan oleh para ahli. Pengobatan secara alami bisa dilakukan dengan mengonsumsi atau menggunakan beberapa bahan alami dan aman. Beberapa cara pengobatan asam urat secara alami yang bisa dilakukan :

  • Banyak minum air putih.
  • Pilih makanan yang bersifat basa.
  • Perbanyak konsumsi vitamin C.
  • Konsumsi cuka madu, jus lemon atau buah ceri.
  • Konsumsi obat herbal asam urat. Obat herbal asam urat biasanya mengandung ekstrak sambiloto (Andrografis paniculata), temulawak (Curcuma xanthorriza), tempuyung (Sunchus arvensis), lada (Piper nigrum) dan rumput teki (Cyperus rotundus).

B. Pengobatan Asam Urat Secara Medis

Ceritakan pada dokter gejala-gejala yang Anda alami seperti di persendian mana Anda merasakan nyeri, sejak kapan dan seberapa sering Anda mengalami nyeri. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah Anda benar-benar menderita penyakit asam urat. Apabila Anda dipastikan menderita penyakit asam urat, dokter akan memberikan penanganan yang diperlukan. Apabila dibutuhkan terapi dengan obat asam urat, beberapa obat berikut lazim digunakan:

  • Untuk membantu menghilangkan gejala, obat-obat penghilang rasa sakit (analgetic) dan antiradang (anti inflamasi) berikut lazim digunakan seperti NSAID (ibuprofen, naproxen, celecoxib, piroxicam, diclofenac), asam mefenamat), kortikosteroid, dan colchicine. Salah satu merk obat yang mengandung asam mefenamat misalnya mefinal.
  • Untuk membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah, seperti Allopurinol atau Probenecid.

Pencegahan Asam Urat

Cara mencegah terkena penyakit asam urat:

  • Hindari makanan ataupun minuman dengan kandungan purin yang tinggi >150mg/100 gram. Syarat diet rendah purin yaitu 1-1,2 gram/ kg BB atau 10-15 % kebutuhan energi total. Lemak tidak boleh lebih dari 30% dengan 10% nya berasal dari protein hewani.
  • Hindari jeroan, daging merah (daging sapi, babi dan kambing), dan makanan laut (tuna, udang, kerang dan lobster). Biasanya dibatasi maksimal 113 - 170 gr/hari. 
  • Hindari sayuran seperti daun singkong, bayam, kangkung dan melinjo karena kandungan purin pada sayuran ini cukup tinggi. 
  • Hindari kacang-kacangan, karena mengandung purin yang tinggi.
  • Hindari makanan berlemak dan berminyak.
  • Hindari makanan dengan kandungan ragi seperti roti tawar putih.
  • Hindari makanan dengan kandungan fruktosa yang tinggi.
  • Hindari santan dan alkohol.
  • Makan makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks.
  • Konsumsi susu rendah lemak.
  • Menjaga berat badan yang ideal dan rajin berolahraga.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 2–3 L per harinya.

Jangan ragu untuk menemui dokter atau memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila kondisi Anda tak kunjung membaik atau menyebabkan ketidaknyamanan.


8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wiederkehr MR, Moe OW. Uric acid nephrolithiasis: a systemic metabolic disorder. Clin Rev Bone Miner Metab. 2011;9(3-4):207–217. doi:10.1007/s12018-011-9106-6 (https://doi.org/10.1007/s12018-011-9106-6)
Coburn BW, Bendlin KA, Sayles H, et al. Target serum urate: Do gout patients know their goal? Arthritis Care Res (Hoboken). 2016;68(7):1028-35. doi:10.1002/acr.22785 (https://doi.org/10.1002/acr.22785)
Khanna D, Fitzgerald JD, Khanna PP, et al. 2012 American College of Rheumatology guidelines for management of gout. Part 1: systematic nonpharmacologic and pharmacologic therapeutic approaches to hyperuricemia. Arthritis Care Res (Hoboken). 2012;64:1431–46. doi: 10.1002/acr.21772 (https://doi.org/10.1002/acr.21772)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app