Pengobatan

Operasi Laser untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Penyebab Batu Ginjal

Dipublish tanggal: Mar 16, 2019 Update terakhir: Feb 24, 2020 Tinjau pada Apr 15, 2019 Waktu baca: 4 menit
Operasi Laser untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih Penyebab Batu Ginjal

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Infeksi saluran kemih juga dapat meningkatkan risiko batu ginjal akibat bakteri yang menumpuk dan mengendap sehingga menghambat aliran urine
  • Penyakit batu ginjal lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Faktor penyebabnya antara lain kurang minum air putih dan terlalu banyak mengonsumsi minuman seperti teh atau kopi
  • Infeksi saluran kemih biasanya cukup diobati menggunakan obat antibiotik, tetapi jika sudah mengarah ke adanya batu ginjal maka dibutuhkan tindakan operasi
  • Tindakan operasi yang bisa digunakan untuk mengatasi batu ginjal adalah ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) dan PCNL (Precutaneous Nephrolithotomy)

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi yang terjadi pada organ yang berkaitan dengan fungsi pembentukan air seni. Ini disebabkan adanya infeksi bakteri yang berkembang biak di dalam saluran kemih yang terjadi pada pria dan wanita. 

Infeksi saluran kemih bagian atas dapat terjadi pada ginjal dan saluran ureter, sedangkan pada infeksi bagian bawah terjadi pada kandung kemih dan uretra. 

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Pengobatan infeksi saluran kemih umumnya didasari oleh sumber infeksi bakteri dan letak organ yang terkena. Sebagian besar pengobatannya cukup dengan obat-obatan seperti antibiotik saja, tetapi terapi laser dikondisikan apabila terdapat batu pada saluran kemih yang disertai dengan terjadinya infeksi.

Penyebab dan komplikasi infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih terjadi akibat paparan mikroorganisme bakteri gram positif seperti Staphyloccocus aureus dan gram negatif seperti E. coli dan Klebsiella sp yang menyebabkan terhambatnya aliran urin sehingga menimbulkan gejala infeksi.

Pada kondisi normal, adanya sel epitel pada kandung kemih yang memproduksi sitokin dan kemokin bertugas untuk membasmi bakteri yang masuk ke saluran kemih. Tetapi infeksi saluran kemih juga dapat memicu timbulnya penyakit batu ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri yang mengubah urea menjadi amonia yang semakin menumpuk sehingga membentuk sebuah batu yang menghambat dan terperangkap di ginjal dan saluran kemih. 

Hal tersebut juga dapat menyebabkan jumlah batu semakin banyak akibat pertumbuhan bakteri dan membuat urin menjadi mengendap serta membentuk batu dengan lebih cepat. Penyakit batu ginjal sendiri lebih sering menyerang pria daripada wanita, terutama mereka yang kurang minum air putih, diabetes, terlalu banyak makan jeroan, dan mengonsumsi minuman seperti teh atau kopi.

Baca juga: 7 Cara Alami Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Gejala infeksi saluran kemih

Gejala umum yang timbul akibat infeksi saluran kemih sebagai pemicu produksi batu ginjal, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1
  • Nyeri saat kencing
  • Nyeri pada pinggang
  • Urin berbau tidak sedap
  • Demam
  • Sulit buang air kecil
  • Kencing yang tidak tuntas
  • Kencing berdarah
  • Mual muntah
  • Nafsu makan menurun

Pemeriksaan diagnostik yang diperlukan

Pemeriksaan diagnostik dibutuhkan untuk menilai kondisi saluran kemih atau untuk mendeteksi adanya batu ginjal yang menganggu dapat dilakukan dengan cara:

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui keluhan dan kelainan fisik sebagai tanda adanya infeksi atau telah terjadi batu pada kandung kemih maupun ginjal.

Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium seperti tes darah lengkap dan tes urin lengkap digunakan untuk mendeteksi adanya sel darah putih, nitrat, sel darah merah, bakteri, darah pada urin, dan kristal urin. 

Tes pencitraan

Pencitraan dengan USG abodomen dan saluran kemih atau rontgen (uretrografi) dilakukan untuk mendeteksi derajat infeksi, letak, dan ukuran batu saluran kemih.

Tindakan untuk mengatasi infeksi saluran kemih penyebab batu ginjal

Untuk menangani infeksi saluran kemih biasanya cukup menggunakan obat antibiotik yang berfungsi untuk membasmi bakteri sehingga dapat mengurangi gejala yang muncul. Selain itu, obat anti nyeri dan analgesik bisa digunakan bila terdapat keluhan nyeri atau demam.

Tetapi untuk mengatasi infeksi saluran kemih penyebab batu ginjal maka perlu tindakan operasi terutama dengan terapi laser. Operasi laser yang dilakukan oleh dokter bedah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ESWL dan PCNL.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

ESWL atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy adalah operasi untuk menghancurkan batu pada ginjal dan saluran kemih bagian atas dengan transmisi energi yang lebih aman, yakni dengan gelombang suara. Prosedur ESWL biasanya memerlukan waktu sekitar 45-60 menit dan dapat menimbulkan rasa sakit sehingga mungkin membutuhkan anestesi ringan.

Terapi ESWL digunakan untuk menghancurkan batu ginjal yang berukuran kurang dari 2 cm dan batu ureter yang berukuran diameter kurang dari 1 cm. Gelombang elekterik dengan menciptakan getaran kuat akan menghancurkan batu sehingga menghasilkan pecahan batu-batu yang lebih kecil sehingga dapat mudah dikeluarkan melalui urine.

Tetapi ESWL tidak boleh digunakan bila munculnya batu ginjal masih disertai dengan gejala infeksi saluran kemih. Maka itu, infeksi pada saluran kemih perlu ditangani terlebih dahulu hingga tuntas sebelum melakukan tindakan ESWL untuk mengeluarkan batu ginjal. 

Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) tidak diperkenankan untuk dilakukan pada ibu hamil, memiliki kelainan pembekuan darah ataupun gangguan pembuluh darah. Selain itu, prosedur ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) juga dapat menimbulkan rasa nyeri ketika batu keluar melalui saluran kemih, adanya memar di punggung atau perut, serta terdapat darah pada urine.

PCNL (Precutaneous Nephrolithotomy)

PCNL atau Precutaneous Nephrolithotomy adalah salah satu prosedur untuk mengeluarkan batu ginjal akibat infeksi saluran kemih melalui tindakan operasi dengan memasukkan nefroskop dari punggung melalui sayatan kecil. 

Tindakan PCNL (Precutaneous Nephrolithotomy) berguna untuk mengatasi pengeluaran batu pada ginjal yang terdeteksi memiliki ukuran cukup besar atau lebih dari 2 cm dan memiliki konsistensi keras. Batu yang lebih besar juga mungkin perlu dihancurkan terlebih dahulu dengan bantuan ultrasound atau fluoroskopi.

Prosedur ini juga digunakan terutama ketika batu menyebabkan penyumbatan dan infeksi yang dapat merusak ginjal, ukuran batu yang terlalu besar atau lebih dari 2 cm, menimbulkan rasa sakit yang parah, atau jika prosedur lain tidak berhasil mengobati kondisi. 

Sebelum memulai prosedur operasi, pasien akan diberikan suntikan anestesi. Tindakan PCNL umumnya dilakukan selama 30 menit hingga 2 jam bergantung pada letak dan ukuran batu. Saat operasi dilakukan, batu akan dihancurkan dan dikeluarkan dengan teknik laser yang dinamakan nefrolitotripsi atau bisa juga dikeluarkan langsung.

Prosedur PCNL (Precutaneous Nephrolithotomy) ini juga termasuk tindakan operasi maka pasien perlu berpuasa selama 6 jam sebelum operasi dilakukan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat pelaksanaan prosedur Precutaneous Nephrolithotomy (PCNL) ini antara lain terjadinya infeksi, luka, dan pendarahan.

Baca juga: Makanan yang Berbahaya bagi Ginjal

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
FDA drug safety communication: FDA updates warnings for oral and injectable fluoroquinolone antibiotics due to disabling side effects. U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/ucm511530.htm.
Hooper DC. Fluoroquinolones. https://www.uptodate.com/contents/search.
Werner K. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. April 7, 2017.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app