Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI
Pengobatan

Jenis-Jenis Golongan Antibiotik dan Fungsinya

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.146.816 orang

Jenis-Jenis Golongan Antibiotik dan Fungsinya

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering diresepkan untuk mengobati infeksi bakteri dan beberapa parasit tertentu. Jenis antibiotik banyak macamnya sehingga kadang dapat membingungkan, untuk itu penting sekali mengetahui golongan antibiotik serta fungsinya masing-masing.

Antibiotik merupakan golongan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti penyakit tipes, selulitis, bisul, dan beberapa infeksi oleh parasit tertentu. Antibiotik disebut juga sebagai antibakterial. Tersedia dalam bentuk sirup, tablet, kapsul, injeksi (suntik), krim atau salep dan lotion.

Fungsi antibiotik adalah membunuh bakteri sehingga tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti batuk pilek, DBD, cacar air, ataupun infeksi jamur kecuali ada infeksi sekunder  oleh bakteri yang menyertainya. 

Untuk mengatasi virus dan jamur sudah tersedia obat khusus yaitu anti virus dan anti jamur (anti fungi).

Mengenal Golongan Antibiotik

Terdapat banyak jenis antibiotik dengan berbagai nama dan merek dengan penggolongan antibiotik berdasarkan mekanisme kerjanya. Setiap jenis antibiotik hanya bekerja terhadap beberapa jenis bakteri atau parasit tertentu sehingga membuat antibiotik memiliki berbagai golongan dengan fungsinya masing-masing.

Jenis golongan antibiotik yang utama meliputi:

  • Penicillins, contohnya penicillin G, ampicillin, nafcillin, oxacycline,flucloxacillin, and amoxicillin.
  • Cephalosporins, contohnya cefaclor, cefixime, cefotetan, cefadroxil, cefalexin cefpirome, cefepime .
  • Aminoglycosides, contohnya gentamicin, amikacin,kanamycin, neomycin and tobramycin.
  • Macrolides, contohnya erythromycin, azithromycin, clarithromycin, Clindamycin, dirithromycin.
  • Carbapenem contohnya ertapenem, emienem, meropenem
  • Monobactams : contohnya Aztreonam
  • Quinolones, contohnya ciprofloxacin, levofloxacin, and norfloxacin.
  • Golongan lainnya  Tetracyclines,  doxycycline, , minocycline, Sulfonamides and trimethoprim (co-trimoxazole) rifampin, metronidazole

Umumnya antibiotik memiliki 2 nama, yaitu nama generik dan nama dagang (merek atau nama paten). Nama dagang atau merek diciptakan oleh perusahaan obat yang memproduksi obat. 

Sedangkan nama generik merupakan nama asli struktur kimia antibiotik itu sendiri. Misalnya amoxicillin (generik), memiliki banyak nama dangang seperti Yusimox, Etamox, Brodamox, dll tergantung produsen obat.

Fungsi atau bekanisme kerja antibiotik

Ada dua mekanisme kerja utama antibiotik yaitu membunuh (bakterisidal) dan menghambat bakteri (bakteriostatik). Antibiotik yang memiliki mekanisme kerja berfungsi membunuh bakteri sering dilakukan dengan cara merusak struktur dinding sel bakteri sehingga bakteri akan mati bersama antibiotik tersebut. 

Sedangkan antibiotik yang menghambat bakteri yaitu dengan cara menghentikan perkembangbiakan bakteri sehingga sisa bakteri akan dibunuh oleh sistem pertahanan tubuh manusia.

Kapan antibiotik digunakan?

Antibiotik biasanya hanya untuk diresepkan infeksi bakteri dan untuk beberapa infeksi parasit.

Penyakit infeksi yang sering disebabkan oleh virus, maka tidak memerlukan antibiotik. Bahkan penyakit infeksi bakteri yang ringan, juga tidak perlu karena sistem kekebalan tubuh dapat mengusirnya.

Jadi, jangan heran jika dokter tidak merekomendasikan antibiotik untuk kondisi yang disebabkan oleh virus atau infeksi non-bakteri, atau bahkan untuk infeksi bakteri yang ringan. Namun, Anda perlu antibiotik jika mengalami infeksi bakteri yang serius seperti meningitis atau pneumonia.

Bagaimana memilih antibiotik?

Pilihan antibiotik biasanya tergantung pada infeksi bakteri penyebab. Hal ini karena setiap antibiotik hanya efektif terhadap bakteri dan parasit tertentu. Misalnya, jika seseorang mengalami pneumonia, dokter mengerti bakteri apa yang biasanya menyebabkan pneumonia. Penentuan antibiotik didasarkan berdasarkan peta kuman dan kultur dari bakteri penyebabnya. Sehingga dokter akan memilih antibiotik yang paling efektif membasmi jenis bakteri tersebut.

Selain itu, terdapat faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih antibiotik, Antara lain: 

  • Berapa berat/ parah infeksi
  • Fungsi ginjal dan hati
  • Jadwal dosis
  • Obat lain yang diminum
  • Efek samping, riwayat alergi terhadap jenis antibiotik tertentu
  • apakah Anda hamil atau menyusui.

Itulah mengapa penggunaan antibiotik yang harus dikosumsi berdasarkan rekomendasi atau resep dokter.

Referensi

National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Antimicrobial (Drug) Resistance. Accessed June 11, 2019 at https://www.niaid.nih.gov/research/antimicrobial-resistance

NHS. (2019). Antibiotics. https://www.nhs.uk/conditions/antibiotics/

NHS Inform. (2019). Antibiotics. https://www.nhsinform.scot/tests-and-treatments/medicines-and-medical-aids/types-of-medicine/antibiotics

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit