Ibu Hamil Kena Toksoplasma, Bisakah Disembuhkan?

Dipublish tanggal: Agu 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Ibu Hamil Kena Toksoplasma, Bisakah Disembuhkan?

"Ibu hamil jangan main sama kucing, nanti kena toksoplasma, lho!" Anjuran ini mungkin sudah sering Anda dengar, terlebih bagi Anda yang sedang hamil. Itulah sebabnya, kebanyakan ibu hamil akan menghindari hewan peliharaan tersebut agar tidak tertular virus tokso. Namun kalau telanjur terinfeksi, apakah toksoplasma pada ibu hamil bisa disembuhkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu toksoplasma?

Toksoplasma adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Toksoplasma bisa dialami siapa saja, namun karena ibu hamil memiliki sistem imun tubuh yang rendah, maka ibu hamil lebih berisiko terkena infeksi ini.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Memelihara kucing memang bisa meningkatkan risiko penularan parasit tokso. Namun tentu tidak semua kucing, hanya kucing yang tidak dirawat atau terkena virus saja yang bisa menularkannya pada ibu hamil. Bila Anda memelihara kucing dan merawatnya dengan baik, maka risiko penularan toksoplasma pada ibu hamil pun dapat diminimalisir.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Penyakit yang Dibawa Kucing

Perlu dicatat juga bahwa tidak semua penderita toksoplasma tertular virus tokso dari kucing. Ada banyak hal lainnya yang bisa jadi penyebab toksoplasma pada ibu hamil, di antaranya: 

  • Makan daging setengah matang
  • Tidak mencuci dan memasak daging, sayur, dan buah dengan benar
  • Menyentuh tanah yang terdapat virus tokso

Tanda dan gejala toksoplasma pada ibu hamil

Toksoplasma sangat jarang terjadi pada kehamilan pertama. Namun jika infeksi sudah mulai dialami sejak kehamilan pertama, hal ini akan lebih berisiko karena virus tokso bisa masuk ke plasenta dan memengaruhi kesehatan janin.

Ketika ibu hamil terinfeksi toksoplasma pada usia kehamilan 10-24 minggu, bayi berisiko 5,6% terkena hal serupa. Meski risikonya terlihat rendah, hal virus tokso dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badannya rendah, mengalami penyakit kuning, ukuran kepala tidak normal, hingga kejang.

Bila terus dibiarkan hingga trimester ketiga, risikonya akan semakin besar pada ibu dan janin. Virus tokso dapat memicu keguguran, bayi lahir mati (stillbirth), hingga cacat bayi saat lahir - meskipun sangat jarang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala toksoplasma pada ibu hamil sedini mungkin agar bisa segera ditangani oleh dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Baca Selengkapnya: Virus TORCH Saat Kehamilan, Apa Bahayanya Bagi Ibu Hamil dan Bayi?

Sayangnya, toksoplasma sering kali muncul tanpa gejala sehingga cukup sulit untuk mengetahui saat diri Anda terinfeksi virus ini. Namun pada beberapa kasus, gejala toksoplasma pada ibu hamil mirip seperti saat Anda terkena flu, yaitu:

Kalau diperhatikan, gejala-gejala tersebut mirip seperti gejala penyakit umum lainnya. Segera konsultasikan ke dokter guna memastikan penyebabnya.

Apakah toksoplasma saat hamil bisa disembuhkan?

Begitu mengetahui diri Anda hamil, dokter biasanya menganjurkan pemeriksaan TORCH sejak awal. Pemeriksaan TORCH terdiri dari 2 tahap, yaitu pengambilan sampel darah dan tes deteksi antibodi.

Baca Selengkapnya: Pemeriksaan TORCH Pada Ibu Hamil

Jika hasil pemeriksaan TORCH positif tapi bayi tidak terinfeksi, dokter akan meresepkan antibiotik spiramycin selama beberapa bulan guna mengurangi risiko bahaya pada janin. Dokter juga dapat melakukan terapi suntik antibodi untuk menyelamatkan janin dalam kandungan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Sedangkan bila bayi terinfeksi virus tokso, dokter akan meresepkan kombinasi pyrimethamine dan sulfadiazine untuk dikonsumsi selama kehamilan. Pengobatan ini juga akan diberikan pada bayi Anda setelah lahir dan terus dipantau sampai 1 tahun ke depan.

Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, toksoplasma pada ibu hamil dapat disembuhkan. Begitu dinyatakan sembuh, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan hewan peliharaan untuk mencegah terulangnya infeksi toksoplasma saat hamil.

Cara mencegah toksoplasma pada ibu hamil

Tidak ada vaksin atau obat-obatan yang dapat mencegah toksoplasma pada ibu hamil. Kunci terpentingnya adalah selalu jaga kebersihan diri, makanan, dan hewan peliharaan agar terhindar dari infeksi virus tokso.

Berikut ini berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah toksoplasma saat hamil, di antaranya:

  • Hindari kontak langsung dengan kucing dan kotorannya. Jika Anda memelihara kucing, mintalah bantuan orang lain untuk merawatnya.
  • Cuci seluruh bahan makanan sampai benar-benar bersih sebelum diolah.
  • Masak seluruh bahan makanan hingga matang secara menyeluruh, terutama daging.
  • Biasakan cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah, menyajikan, hingga selesai makan.

Penting juga bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter minimal 3 bulan sebelum merencanakan kehamilan. Dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan darah untuk melihat ada atau tidaknya virus tokso dalam tubuh.

Jika Anda punya riwayat toksoplasma sebelumnya, tubuh Anda sudah sebetulnya telah membentuk antibodi sehingga tidak akan terinfeksi lagi. Sedangkan jika tubuh Anda dinyatakan bebas virus tokso, Anda perlu melakukan upaya pencegahan di atas agar tidak terkena toksoplasma saat hamil nanti.

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app