Kebiasaan Sehat

Bagaimana Cara Cuci Tangan Yang Benar?

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bagaimana Cara Cuci Tangan Yang Benar?

Penyebaran kuman bisa saja terjadi lewat banyaknya aktivitas kita sehari-hari, salah satunya melalui sentuhan tangan yang tanpa kita sadari dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit baik yang bersifat ringan ataupun berat. Sentuhan tangan yang tidak bersih dan mengandung kuman dapat menjadi penyebab datangnya beberapa penyakit.

Waktu yang tepat untuk mencuci tangan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Anda perlu mencuci tangan terutama pada waktu dan kondisi tertentu, seperti:

  • Sebelum maupun setelah memasak atau menyajikan makanan
  • Sebelum Anda mengonsumsi makanan
  • Sebelum dan setelah merawat orang yang sakit
  • Sebelum dan setelah mengobati luka terbuka atau lecet
  • Setelah keluar dari kamar mandi atau toilet
  • Sesudah mengganti popok atau membersihkan anak Anda dari kamar mandi atau toilet
  • Setelah memegang, memberi makan ataupun membersihkan kotoran hewan
  • Setelah bersentuhan dengan sampah atau membuang sampah

Selain dalam kondisi di atas, Anda juga perlu mencuci tangan ketika sebelum menggunakan dan melepas lensa kontak (softlens), sesudah batuk, bersin, menyeka ingus ketika Anda flu, maupun sesudah berjabat tangan dengan orang lain.

Baca juga: 5 Hal lain yang membuat Anda wajib cuci tangan

Bagaimana cara cuci tangan yang benar?

Mencuci tangan yang benar bukan hanya sekedar mencuci, gosok, bilas lalu mengeringkan tangan tanpa memperhatikan setiap bagian tangan yang telah dicuci. Tetapi untuk memperoleh manfaat yang maksimal dari mencuci tangan, CDC dan WHO mengeluarkan panduan mencuci tangan yang lebih rinci dan maksimal dalam menghilangkan kuman penyebab penyakit. Berikut ini langkah cuci tangan yang benar:

1. Gosok kedua telapak tangan dengan menempelkan masing-masing telapak tangan hingga sabun berada di seluruh permukaan tangan

2. Gosok kedua punggung tangan atau tangan bagian luar secara bergantian, seperti telapak tangan kanan berada di atas lalu gosok punggung tangan kiri, demikian sebaliknya, telapak tangan kiri menggosok punggung tangan kanan

3. Gosok sela-sela jari dengan cara menyilangkan jari tangan kanan dengan jari tangan kiri secara bergantian

4. Gosok bagian dalam tangan dan punggung jari dengan posisi jari saling mengunci satu dengan yang lain

5. Bersihkan ibu jari dengan cara menggosok secara memutar dalam genggaman tangan kanan. Lakukan secara bergantian

6. Bersihkan juga bagian kuku dan ujung jari, lalu gosokkan pada telapak tangan yang lain

Penggunaan sabun cuci tangan akan sangat efektif membunuh kuman dan bakteri yang menempel pada tangan Anda dalam jumlah yang besar. Namun untuk Anda yang ingin mencuci tangan namun sulit menemukan air bersih, Anda bisa menggunakan gel pembersih tangan yang mengandung alkohol sebagai penggantinya. Alkohol efektif untuk mengurangi kuman yang ada di tangan Anda, akan tetapi kurang efektif untuk membunuh kuman dan bakteri dalam jumlah besar.

Pilih sabun biasa atau sabun antibakteri?

Pada kenyataannya kemampuan sabun antibakteri yang beredar di pasaran tidak begitu efektif dalam menghilangkan kuman jika Anda bandingkan dengan sabun biasa.

Sebuah studi yang dilakukan di Korea Selatan mengatakan bahwa efektivitas dari sabun antibakteri dan sabun biasa dengan 0,3% triclosan, listeria, salmonella dan staphylococcus tarhadap panel bakteri selama kurang lebih 30 detik sebagai langkah dan metode uji yang telah direkomendasikan oleh FDA.

Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa sabun biasa dan sabun antibakteri memiliki efektivitas yang sama dalam membunuh kuman dan bakteri yang ada di tangan, tetapi sabun yang di dalamnya terdapat kandungan triclosan membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses membunuh kuman. Diperoleh dugaan bahwa terdapat komposisi lain yang terkandung dalam sabun sehingga mengganggu efektivitas kerja triclosan dan antibakteri dalam membunuh kuman.

Banyak studi lain yang juga menjelaskan tentang efek jangka panjang dan tidak dibutuhkannya triclosan. Beberapa di antaranya resistensi terhadap antibiotik kuman, gangguan hormon, dan menimbulkan alergi. Bahkan ada sebuah studi yang mengatakan bahwa efek dari paparan triclosan dapat menjadi pemicu kanker. Akibat risiko kondisi tersebut, mau tidak mau para produsen sabun antibakteri harus selalu menyertakan bukti sains sebagai penguat klaim mereka terhadap efektivitas sabun antibakteri yang mereka produksi.

Melakukan sebuah kebiasaan baik di lingkungan keluarga Anda menjadi salah satu kewajiban yang bisa dimulai dari diri sendiri, salah satunya yaitu kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Anda dapat memberikan contoh kepada anak-anak Anda di rumah bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar sehingga keluarga Anda terhindar dari bahaya kuman ataupun bakteri.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Washing Your Hands: Why It Matters & Tips. Healthline. (https://www.healthline.com/health/washing-hands)
How to Wash Your Hands the Right Way. Verywell Health. (https://www.verywellhealth.com/how-to-wash-your-hands-770729)
Clean hands protect against infection. World Health Organization (WHO). (https://www.who.int/gpsc/clean_hands_protection/en/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit