Levores: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Mei 7, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 3 menit

Levores merupakan jenis obat resep yang termasuk ke dalam kelompok obat antiepilepsi. Levores adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang mempunyai spektrum luas, sebab aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.

Levores dapat digunakan untuk mengendalikan kejang. Selain itu, obat ini juga bisa mengobati infeksi bakteri di berbagai bagian tubuh, mencegah infeksi antraks, dan mencegah wabah pneumonia hingga septikemia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Levores bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhannya, sehingga tubuh lebih cepat pulih dari infeksi bakteri. Namun, Levores tidak dapat mengobati pilek, flu, atau infeksi virus lainnya.

Mengenai Levores

Golongan

Resep dokter

Kemasan

Levores dipasarkan dengan kemasan 1 dos isi 1 strip x 10 tablet

Kandungan

Tiap tablet Levores mengandung 250-500 mg levofloxacin hemihydrate. Selain bahan aktif tersebut, Levores juga mengandung bahan-bahan tidak aktif berupa:

  • Natrium klorida
  • Natrium hidroksida
  • Asam klorida

Manfaat Levores

Obat Levores dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah berikut ini:

Obat Levores mungkin dapat digunakan untuk tujuan yang tidak disebutkan di sini. Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kepercayaan Anda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Efek samping Levores

Secara umum, Levores cenderung aman selama digunakan sesuai dosis. Namun, tetap saja ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi obat Levores.

Beberapa efek samping Levores di antaranya:

  • Bengkak di bibir, lidah, atau wajah.
  • Sesak napas.
  • Muncul ruam atau biduran.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Kelelahan.
  • Diare atau BAB berdarah.
  • Perubahan suasana hati, seperti kecemasan, depresi, dan apatis.

Kemungkinan ada efek samping lainnya, tapi tidak disebutkan di atas. Hentikan penggunaan bila Anda mengalami: 

  • Tanda-tanda ruptur tendon: nyeri tiba-tiba, tubuh bengkak, memar, kaki, hingga patah sendi.
  • Gangguan saraf: mati rasa, kesemutan, sensasi terbakar di tubuh, dan sensitif terhadap suhu.

Bila Anda mengalami salah satunya, segera konsultasikan ke dokter terdekat.

Dosis Levores

Dosis Levores berbeda-beda, pada setiap orang, tergantung dari keluhan atau penyakit yang dialami. Berikut dosis Levores sesuai dengan penyakitnya:

  • Pasien dengan fungsi ginjal normal: 250-500 mg, 1 kali sehari selama 7-14 hari.
  • Pasien dengan pembersihan kreatinin 20-49 mL/menit: dosis awal 500 mg, lalu dilanjutkan dengan 250 mg per hari.
  • Pasien dengan pembersihan kreatinin 10-19 mL/menit hemodialisis dan CAPD: dosis awal 500 mg, lalu dilanjutkan dengan 250 mg setiap 48 jam.
  • Pasien sinusitis: 500 mg per hari selama 10-14 hari atau 750 mg selama 5 hari.
  • Pasien bronkitis: 500 mg, 1 kali sehari selama 7-10 hari.
  • Pasien pneumonia: 500 mg, 1-2 kali sehari selama 7-14 hari.
  • Pasien infeksi kulit: 500 mg, 1-2 kali sehari selama 7-14 hari.
  • Pasien prostatitis: 500 mg per hari selama 28 hari.
  • Pasien infeksi saluran kencing kompleks: 500 mg per hari selama 7-14 hari.
  • Pasien antraks: 500 mg, 1 kali sehari selama 60 hari setelah terinfeksi.

Obat Levores dapat diminum dengan dua cara, yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan. Simpan obat di tempat sejuk dan kering agar terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Interaksi Levores

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan bahan aktif Levores adalah:

  • Alkohol: Levores dapat menyebabkan kantuk, begitu juga alkohol. Minum obat Levores bersamaan dengan alkohol dapat memperparah rasa kantuk dan meningkatkan risiko kejang.
  • Obat pengencer darah: dapat memicu memar dan perdarahan.
  • Obat NSAID: dapat memperparah kejang.
  • Antidepresan
  • Antihistamin
  • Obat pereda nyeri
  • Obat hipertensi

Hindari minum Levores bersamaan dengan obat atau suplemen yang mengandung magnesium, kalsium, zinc, atau zat besi. Mineral tersebut dapat menghambat penyerapan obat dan menurunkan efektivitasnya. Sebaiknya berikan jeda 2 jam sebelum atau sesudah minum obat Levores supaya hasilnya maksimal.

Apabila saat ini Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, segera konsultasikan ke dokter. Dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat supaya lebih aman untuk Anda.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat Levores adalah sebagai berikut:

  • Obat Levores tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Pasalnya, obat ini dapat menyebabkan efek samping lebih parah pada bayi dalam kandungan. Konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda minum obat Levores saat hamil.
  • Ibu menyusui tidak disarankan minum obat Levores. Sebab, belum diketahui apakah bahan aktif Levores dapat memengaruhi ASI atau tidak. Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum Anda minum obat Levores selama menyusui.
  • Levores tidak diperuntukkan bagi penderita penyakit ginjal.
  • Hindari mengendara atau beraktivitas terlalu berat setelah minum Levorel. Ingat, obat ini dapat memicu rasa kantuk sehingga bisa membahayakan diri sendiri.
  • Minum obat Levores dengan sendok atau gelas pengukur, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Hindari menggunakan sendok biasa karena bisa mengacaukan dosis.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Buka di app