Hypermagnesemia - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 7, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Hipermagnesemia adalah kondisi yang terbentuk ketika jumlah magnesium dalam tubuh melebihi kadar normal. Magnesium adalah mineral penting yang membantu jantung, otot, dan saraf bekerja dengan normal, 

serta membantu memperkuat tulang. Magnesium dalam tubuh, lebih banyak disimpan pada tulang. Fungsi penting lainnya yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10
  • Membantu proses sintesis protein
  • Membantu proses pembentukan tulang yang sehat
  • Mengatur tekanan darah
  • Memelihara kesehatan jantung
  • Membantu proses produksi energi
  • Menjaga fungsi saraf
  • Menjaga kadar gula darah

Kebutuhan konsumsi magnesium yang normal per hari adalah 400 – 420 mg untuk pria dewasa dan 310 – 320 mg untuk wanita dewasa. Kebutuhan magnesium bagi wanita hamil biasanya lebih tinggi dari nilai kebutuhan normal wanita dewasa.

Sumber magnesium dapat ditemukan dalam makanan sehari-hari, khususnya pada makanan yang kaya serat. Kacang tanah, sayuran berdaun hijau, polong, dan gandum utuh adalah sumber magnesium terbaik. Beberapa sumber makanan lain yang mengandung magnesium yaitu:

  • Kacang almon
  • Bayam
  • Kacang mede/mete
  • Sereal atau roti gandum
  • Kacang hitam
  • Selai kacang

Suplemen magnesium biasanya diberikan untuk mencegah sakit kepala migraine dengan anjuran dosis sebesar 350 mg per hari atau lebih sesuai petunjuk dokter. Konsumsi suplemen magnesium yang melebihi dosis dapat memicu terjadinya hipermagnesemia.

Penyebab Penyakit Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah kasus yang jarang terjadi, dan biasanya disebabkan oleh permasalahan kesehatan kronis misalnya penyakit gagal ginjal. Pada kondisi normal, sangat sedikit kadar magnesium yang terdapat dalam darah. 

Hal ini disebabkan oleh pengaturan kadar magnesium dalam tubuh dilakukan oleh saluran cerna dan ginjal. Saluran cerna akan menyerap sejumlah magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh, dan sisanya akan dibuang melalui urin yang dihasilkan oleh ginjal. 

Rentang kadar normal magnesium dalam tubuh adalah 1.7 – 2.3 mg/dL. Kondisi hipermagnesemia terjadi apabila kadarnya melebihi 2.6 mg/dL. Penyebab hipermagnesemia antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10
  • Penyakit gagal ginjal
  • Konsumsi suplemen magnesium melebihi dosis
  • Penggunaan obat-obatan seperti antasida, laksatif, dan obat nyeri
  • Terapi litium
  • Luka bakar
  • Kondisi hipotiroidisme dan penyakit Addison

Gejala Penyakit Hipermagnesemia

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Keletihan
  • Lemah otot
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Pernapasan melambat
  • Kantuk, kepala pening dan berkunang-kunang, atau pingsan
  • Paralisis otot
  • Gangguan neurologis/persarafan
  • Tekanan darah rendah yang tidak normal
  • Wajah kemerahan
  • Sakit kepala

Faktor risiko Penyakit Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah kondisi yang jarang terjadi karena ginjal berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan magnesium dalam darah keluar tubuh melalui urin. 

Kondisi ini dapat terjadi pada penderita gagal ginjal yang mengkonsumsi obat dengan kandungan magnesium, misalnya antasida atau laksatif (pencahar). 

Selain itu penderita penyakit jantung dan gangguan saluran cerna juga meningkatkan risiko terjadinya hipermagnesemia.

Komplikasi Penyakit Hipermagnesemia

Apabila hipermagnesemia terdeteksi dini, kondisi ini dapat tertolong dan tertangani dengan cepat. Terutama apabila fungsi ginjal masih normal dan baik, kelebihan kadar magnesium dapat dikeluarkan melalui urin dengan cepat apabila sumber penyebab hipermagnesemia telah teridentifikasi.

Pada kasus yang berat, misalnya bila terdeteksi terlambat, akan susah tertangani apabila terjadi pada penderita dengan fungsi ginjal yang telah menurun. Cara penanganan yang tersedia adalah dengan dialisis dan pemberian injeksi kalsium untuk meredakan gejala.

Pada orang berusia lanjut dengan gangguan ginjal, memiliki risiko lebih tinggi terjadinya komplikasi serius. Penderita penyakit parah yang dirawat dirumah sakit, dapat memiliki risiko kematian lebih tinggi apabila terjadi hipermagnesemia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Penanganan Penyakit Hipermagnesemia

Setelah kondisi hipermagnesemia terdiagnosis melalui pemeriksaan darah, maka dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan penyebabnya. 

Anda mungkin akan diminta untuk menghentikan konsumsi suplemen atau obat-obatan yang mengandung magnesium hingga kadar magnesium normal kembali. 

Atau dokter juga akan memberikan injeksi intravena kalsium glukonas, atau tablet diuretik untuk menormalkan efek yang terjadi pada tubuh akibat hipermagnesemia. 

Apabila Anda memiliki penyakit gagal ginjal, dokter akan melakukan dialisis atau cuci darah untuk mengeluarkan senyawa kimia dan kotoran dalam darah.

Pencegahan Penyakit Hipermagnesemia

  • Apabila Anda memiliki gangguan fungsi ginjal, tanyakan pada dokter mengenai obat-obatan yang aman untuk dikonsumsi.
  • Apabila membutuhkan obat nyeri, jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat pencahar/laksatif karena dapat meningkatkan kadar magnesium dalam darah
  • Konsumsi suplemen magnesium dan obat antasida sesuai dosis yang ditentukan

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Schaeffer, A. Healthline (2017). Can You Overdose on Magnesium? (https://www.healthline.com/health/food-nutrition/magnesium-overdose-whats-the-likelihood)
Harding, M. Patient (2014). Magnesium Disorders. (https://patient.info/doctor/magnesium-disorders)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app