Sensasi Terbakar : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 469.743 orang

Sensasi terbakar adalah jenis nyeri yang berbeda dari nyeri akibat benda tumpul, nyeri menusuk atau sakit. Nyeri terbakar sering dikaitkan dengan masalah saraf

Bagaimanapun, terdapat beberapa kemungkinan penyebab lain. Cedera, infeksi dan gangguan autoimun berpotensi menyebabkan nyeri saraf, dan pada beberapa kasus menyebabkan kerusakan saraf.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Beberapa kondisi medis yang menyebabkan sensasi terbakar tidak dapat disembuhkan, namun pengobatan membantu mengurangi rasa nyeri. Anda sebaiknya mencari pengobatan dari ahli kesehatan jika peduli dengan sensasi terbakar dan mencurigai memiliki masalah kesehatan.

Penyebab dari Sensasi Terbakar

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan sensasi terbakar yaitu:

  1. Herpes simplex
  2. Sciatica
  3. Sariawan
  4. Rosacea
  5. Penyakit pembuluh darah perifer
  6. Gigitan atau sengatan

Salah satu penyebab umum sakit terbakar adalah kerusakan atau disfungsi system saraf. System ini terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf peripheral. 

Sistem saraf pusat merupakan pusat kendali utama dan termasuk otak serta sumsum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari saraf yang bercabang dari otak dan tulang belakang, yang menghubungkan bagian tubuh dengan sistem saraf pusat. 

Terdapat beberapa jenis kondisi saraf dan tulang belakang yang mungkin menyebabkan nyeri terbakar sebagai gejalanya yaitu:

  1. Sindrom nyeri pusat
    gangguan otak yang terjadi ketika saraf pada sistem saraf pusat rusak
  2. Spondylosis servikal
    merupakan akibat dari penuaan. Kelelahan dan robek pada tulang dan kartilago di leher menyebabkan tekanan pada saraf
  3. Bantalan hernia
    terjadi ketika bantalan tulang belakang keluar dari tempatnya. Hal ini dapat menyebabkan tekanan pada saraf dan nyeri terbakar. Selain itu juga menyebabkan mati rasa atau otot melemah.
  4. Mononeuropati
    yaitu sekelompok kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf tunggal. Kerusakan sering mengakibatkan sensasi terbakar pada daerah yang terluka. Terdapat beberapa jenis mononeuropati yaitu carpal tunnel, ulnar nerve palsy dan sciatica.
  5. Multiple sclerosis
    adalah penyait yang mempengaruhi sistem saraf pusat. Peneliti percaya bila penyakit ini menyebabkan sistem imun tubuh menyerang myelin yang memisahkan lapisan sekitar sel saraf. Sekali myelin terkikis, komunikasi antara sel saraf dalam sistem saraf pusat akan terganggu. Ketika hal ini terjadi, beberapa bagian tubuh tidak menerima perintah dari otak. Hal ini berakibat pada berbagai jenis gejala termasuk nyeri terbakar dan kejang.
  6. Neuralgia
    nyeri terbakar dan menusuk yang terjadi sepanjang saraf yang rusak atau teriritasi. Saraf yang terpengaruh mungkin berada pada suatu tempat di tubuh, namun paling sering berada pada wajah atau leher.
  7. Neuropati perifer
    gangguan yang muncul ketika saraf pusat rusak, mempengaruhi kemampuannya untuk bekerja dengan baik. Hal ini dapat memicu sensasi terbakar. Ketika setidaknya dua saraf atau area terpengaruh, sebagaimana yang terjadi pada leprosy, kondisi ini disebut mononeuritis multiplex.
  8. Radiculopati
    juga disebut dengan saraf terjepit di tulang belakang, adalah bagian alami dari penuaan. Hal ini terjadi ketika sekitar tulang, kartilago atau otot memburuk seiring dengan waktu. Kondisi ini mungkin juga terjadi karena cedera atau trauma pada tulang belakang. Radiculopati menyebabkan nyeri terbakar pada beberapa kasus, namun tidak semuanya
  9. Kecelakaan, cedera dan trauma
  10. Kedinginan, gigitan atau sengatan dan goncangan
  11. Kekurangan nutrisi dengan gejala nyeri terbakar misalnya beriberi, hypoparatiroid, anemia megaloblastik dan anemia pernicious.

Diagnosis pada Sensasi Terbakar

Jadwalkan pemeriksaan dengan dokter jika Anda mengalami sensasi terbakar yang tak kunjung hilang. Selama pemeriksaan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang nyeri yang Anda alami. 

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Beberapa pertanyaan tersebut yaitu lokasi nyeri, seberapa parah nyeri, kapan mulai terasa nyeri, seberapa seing mengalami nyeri dan gejala lain yang mungkin Anda alami.

Dokter juga akan melakukan tes tertentu untuk mengidentifikasi penyebab utama nyeri tebakar yang Anda alami. Beberapa tes tersebut yaitu:

  1. Tes darah atau urin untuk memeriksa kekurangan nutrisi dan kondisi lain
  2. Tes pencitraan seperti sinar X dan CT scan, untuk memeriksa tulang dan otot di tulang belakang
  3. Electromyografi, untuk menilai kesehatan saraf dan otot
  4. Tes kecepata konduksi saraf, untuk mengetahui seberapa cepat sinyal listrik bergeak melalui saraf peifer tertentu
  5. Biopsy saraf untuk memeriksa kerusakan saraf pada bagian tertentu dari tubuh
  6. Biopsy kulit untuk memeriksa sampel kecil dari kulit yang terpengaruh di bawah mikroskop karena adanya sel abnormal.

Pengobatan untuk Sensasi Terbakar

Pengobatan untuk sensasi terbakar tergantung pada penyebab utamanya. Jika dokter Anda menemukan penyebabnya, mereka akan membeikan pengobatan pda kondisi tertentu tersebut. 

Pengobatan Anda akan beragam terganntug masalahnya yaitu pengobatan, operasi, terapi fisik, perubahan pola makan dan perubahan pola hidup.

Nyeri terbakar dapat dikontrol dengan pengobatan anti peradangan, penghilang nyeri dengan resep atau pereda nyeri tanpa resep. Anda juga dapat bertanya pada dokter mengenai pegobatan rumahan yang dapat membantu mengobati kondisi Anda.     

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit