17 Gejala Sinusitis Akut dan Kronis, Kenali Sebelum Terlambat

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 25, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
17 Gejala Sinusitis Akut dan Kronis, Kenali Sebelum Terlambat

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sinusitis adalah peradangan rongga udara di dalam tulang wajah sekitar hidung (sinus paranasal).
  • Berdasarkan durasi penyakitnya, jenis sinusitis terdiri dari sinusitis akut, subakut, kronis, dan rekuren.
  • Gejala sinusitis akut dan kronis kurang lebih sama. Bedanya hanya terletak dari durasi penyakitnya. 
  • Gejala sinusitis secara umum meliputi sakit kepala, nyeri pada wajah, bengkak di area sinus, demam, ingus keruh, hingga post nasal drip.
  • Dokter dapat meresepkan antibiotik jika dicurigai adanya infeksi bakteri. Hanya diberikan untuk mengatasi gejala sinusitis saja.
  • Klik untuk membeli obat batuk dan flu dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Bagi Anda yang sering pilek disertai nyeri dahi dan sekitar wajah, Anda perlu hati-hati. Tanda-tanda tersebut bisa jadi bagian dari gejala sinusitis. Tidak hanya itu saja, masih banyak gejala sinusitis lainnya, baik yang termasuk sinusitis akut ataupun kronis.

Apa itu sinusitis?

Sinusitis adalah peradangan rongga udara di dalam tulang wajah sekitar hidung (sinus paranasal). Secara normal, rongga-rongga udara tersebut menghasilkan sedikit lendir yang terus menerus disalurkan ke dalam hidung.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Namun, fungsi normal tersebut tidak berjalan lancar ketika ada penyumbatan--entah itu karena peradangan karena infeksi, alergi, ataupun tumor. Jika tidak segera teratasi, kondisi ini menyebabkan sinusitis dengan gejala nyeri pada dahi dan wajah sekitar hidung, pembengkakan wajah, hingga demam.

Berdasarkan durasi penyakitnya, jenis sinusitis dibagi menjadi empat, yaitu:

  • Sinusitis akut, hanya berlangsung dalam waktu singkat, kurang dari 4 minggu. Biasanya akibat dari penyakit infeksi pernapasan umum seperti flu.
  • Sinusitis subakut, berlangsung lebih dari 1 bulan tetapi belum ada 3 bulan.
  • Sinusitis kronis, berlangsung selama lebih dari 12 minggu (3 bulan) atau terus menerus. Penyebabnya pun beragam, mulai dari alergi, polip, jamur, hingga tumor.
  • Sinusitis rekuren, ketika terjadi secara berulang, beberapa kali dalam kurun waktu satu tahun.

Baca selengkapnya: Faktor Penyebab Sinusitis pada Anak dan Dewasa

Dilihat dari gejalanya, gejala sinusitis akut dan kronis kurang lebih sama. Bedanya hanya terletak dari durasi penyakitnya. 

Gejala sinusitis akut dan kronis

  1. Sakit kepala. Terjadi akibat tekanan sinus yang tersumbat sebagian atau seluruhnya. Rasa sakit bisa meningkat saat penderita membungkuk atau menundukkan kepala.
  2. Nyeri pada wajah. Terjadi akibat proses peradangan dan tekanan di dalam sinus yang bisa terasa sampai wajah.
  3. Pembengkakan pada area sinus. Peradangan yang terjadi membuat sisi wajah yang terkena ikut membengkak karena dorongan dari dalam.
  4. Demam. Layaknya penyakit infeksi lainnya, penderita sinusitis juga mengalami demam atau peningkatan suhu tubuh.
  5. Ingus berwarna keruh. Ingus yang awalnya cair, being, atau putih berubah warna menjadi kekuningan, hijau, atau bercampur darah.
  6. Hidung tersumbat. Rasa tersumbat pada hidung terjadi akibat pembengkakan hingga menghalangi jalannya udara.
  7. Post nasal drip. Lendir atau ingus yang dihasilkan berlebihan membuatnya mengalir dari hidung ke tenggorokan dan mengiritasi jaringan tenggorokan.
  8. Sakit tenggorokan. Ketika post nasal drip terus terjadi, maka sangat dimungkinkan untuk terjadinya peradangan pada tenggorokan.
  9. Batuk. Sebagai respons terhadap lendir-lendir (post nasal drip) dan usaha tubuh untuk membersihkan iritasi jaringan tenggorokan.
  10. Sakit gigi. Terjadi akibat tekanan pada saraf dan jaringan sekitarnya yang berhubungan dengan gigi.
  11. Nyeri telinga. Terjadi akibat tekanan pada saraf dan jaringan sekitarnya yang berhubungan dengan telinga.
  12. Nyeri mata.  Terjadi akibat tekanan pada saraf dan jaringan sekitarnya yang berhubungan dengan mata.
  13. Kelelahan. Ketika badan demam, dan sistem bekerja dengan giat, maka tubuh akan terasa lelah atau pegal-pegal agar dapat berisitirahat.
  14. Bau mulut. Sinusitis bakteri juga menyebabkan bau napas dari mulut beraroma tidak sedap.
  15. Hidung gatal / bersin. Pada sinusitis tidak menular yang terkait dengan alergi, gejala yang dominan adalah gatal-gatal pada mata, hidung, dan bersin-bersin.
  16. Ingus berwarna bening atau putih. Jika yang terjadi adalah sinusitis noninfeksius.
  17. Ulserasi. Terbentuknya luka di sisi dalam hidung akibat infeksi jamur fulminan langka dengan tepian jelas dan bagian tengahnya nekrotik hitam. Beberapa jenis infeksi jamur juga menyebabkan ingus tampak gelap dan hitam. Kondisi ini harus segera diobati oleh dokter.

Ketika mengalami gejala sinusitis di atas, apa yang harus dilakukan?

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala sinusitis, gebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter sebelum kondisi Anda semakin parah dan semakin sulit diobati. Dokter akan memastikan diagnosis sinusitis melalui serangkain prosedur diagnostik: mulai dari tanya jawab, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang yang diperlukan.

Pada awalnya, dokter akan mengobati berdasarkan temuan klinis, yakni dengan memeriksa tanda dan gejala sinusitis. Apabila gagal, maka pemeriksaan seperti rongsen, CT Scan, USG (untuk ibu hamil), endokopi, ataupun MRI baru dilakukan, mengingat masih mahalnya biaya pemeriksaan tersebut.

Terkadang diperlukan pemeriksaan ingus atau skresi hidung untuk dapat membantu membedakan antara sinusitis menular (infeksi) dan alergi. Sinusitis menular ditandai dengan adanya sel darah putih khusus infeksi (polimorfonuklear, PMN), sedangkan sinusitis alergi ditandai dengan sel darah putih khusus alergi (eosinofil).

Semua pemeriksaan tersebut akan memberikan arahan bagi dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat. Dokter dapat meresepkan antibiotik jika dicurigai adanya infeksi bakteri. Antibiotik tidak efektif terhadap infeksi virus dan alergi sehingga pengobatan hanya ditujukan untuk mengatasi gejala sinusitis yang muncul saja. Ketika obat-obatan tidak berhasil mengatasi sinusitis, maka prosedur operasi atau perawatan invasif lainnya menjadi pilihan terakhir. 

Baca juga: Cara Mengobati Sinusitis Hingga Tuntas Tanpa Operasi

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Acute Sinusitis: Causes, Symptoms & Diagnosis. Healthline. (https://www.healthline.com/health/acute-sinusitis)
Sinus Infection (Sinusitis): Symptoms, Causes, Duration, & Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/allergies/sinusitis-and-sinus-infection)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app