Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Lethargy - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 922.791 orang

Lethargy merupakan gejala yang dapat menyebabkan Anda merasa mengantuk, lelah dan lesu. Lethargy bukanlah gejala spesifik untuk satu penyakit tertentu. 

Namun, lethargy bisa menjadi gejala dari berbagai macam penyakit dan kondisi kesehatan tertentu. Rasa lesu dan lemas pada lethargy bisa menjadi respons normal terhadap faktor-faktor seperti tidak cukup tidur, stress, atau pola makan yang buruk.

Saat seseorang mengalami lesu dan lemas sebagai respons terhadap berbagai situasi kehidupannya, maka kondisi tersebut dapat sembuh dengan istirahat, memperbaiki kualitas tidur, mengkonsumsi nutrisi yang baik, dan tetap beraktivitas. 

Namun, dalam beberapa kasus penyakit, rasa lesu dapat bertahan selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Pelajari lebih lanjut tentang gejala, penyebab, dan pengobatan saat terjadi lethargy atau lesu.

Lethargy atau lesu dapat menyebabkan beberapa tanda dan gejala-gejala sebagai berikut:

  • perubahan mood
  • penurunan kewaspadaan atau penurunan kemampuan berpikir
  • Kelelahan
  • energi yang lemah
  • kelesuan

Orang dengan lethargy atau lesu dapat bertindak seolah-olah mereka mengalami linglung. Orang tersebut mungkin bergerak lebih lambat dari biasanya.

Apa penyebab dari lethargy?

Lethargy memiliki sejumlah penyebab. Kondisi ini bisa menjadi respons tubuh saat kurang tidur, terlalu banyak bekerja, stress, kurang beraktivitas, atau mengkonsumsi nutrisi yang tidak tepat. 

Lethargy juga bisa menjadi efek samping dari pengobatan atau respons tubuh terhadap alkohol. Konsumsi alkohol saat minum obat juga dapat menyebabkan seseorang merasa lesu.

Lethargy adalah gejala dari banyak kondisi akut (tiba-tiba), termasuk flu, virus, demam, dehidrasi, dan defisiensi nutrisi. Kondisi medis serius lainnya yang menyebabkan kelesuan mungkin termasuk, beberapa hal sebagai berikut:

  • Keracunan karbon monoksida
  • Hipertiroidisme (produksi hormon tiroid berlebihan)
  • Hipotiroidisme (produksi hormon tiroid yang tidak mencukupi)
  • Hidrosefalus (pembengkakan otak) atau cedera otak
  • Gagal ginjal
  • Meningitis
  • Stroke
  • Penyakit hipofisis (disebabkan oleh terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon hipofisis)
  • Dehidrasi
  • Demam
  • Penyakit Lyme
  • Nutrisi yang buruk
  • Sleep apnea
  • Cedera otak traumatis

Lethargy juga bisa diakibatkan oleh kondisi kesehatan mental. Kondisi tersebut termasuk:

  • Depresi mayor
  • Depresi pasca-persalinan (PPD)
  • Sindrom pra-menstruasi (PMS)

Lethargy atau lesu juga bisa menjadi efek samping dari minum obat-obatan tertentu. Misalnya, mengkonsumsi obat-obatan narkotika yang dapat menyebabkan rasa lesu dan lemas.

Bagaimana cara mencegah terjadinya lethargy?

Lethargy umumnya dapat dicegah. Anda bisa mempraktikkan pola hidup sehat di rumah untuk mengurangi dan mencegah munculnya gejala lesu dan kelelahan yang berhubungan dengan lethargy. Hal-hal tersebut termasuk:

  • Mengkonsumsi banyak cairan
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi
  • Tidur yang cukup
  • Mengurangi tingkat terjadinya stress

Bagaimana cara mengatasi lethargy?

Pada beberapa kasus lethargy atau lesu dapat membutuhkan pengobatan medis, terutama ketika kondisi tersebut muncul dengan gejala yang sangat serius lainnya. Dalam hal ini, pengobatan ditujukan pada penyebab kelesuan yang mendasarinya.

Misalnya, pengobatan lethargy yang disebabkan oleh dehidrasi yaitu dengan peningkatan cairan intravena dan / atau mengkonsumsi elektrolit. Pengobatan untuk hipertiroidisme dapat mengatasi gejala kelesuan dengan obat anti-tiroid, yodium radioaktif, dan beta blocker.

Kelelahan mungkin juga merupakan efek samping dari beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati lethargy, tetapi seiring berjalannya waktu, efek samping akan menghilang dan gejala lethargy seharusnya hilang juga.

Contoh tambahan pengobatan untuk lethargy meliputi:

  • Lethargy yang terkait dengan peradangan: Pengobatan termasuk menghilangkan peradangan dengan obat antirematik pemodifikasi penyakit (DMARDs), obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), dan kortikosteroid.
  • Lethargy terkait dengan depresi: kondisi ini dapat diobati dengan mengelola gejala depresi, termasuk dengan anti-depresi.
  • Lethargy yang terkait kanker: Dokter mungkin akan meresepkan obat stimulan, seperti Provigil (modafinil) untuk waktu singkat. Selain itu, Provigil dapat meningkatkan kewaspadaan seseorang. Pemberian obat tidur dengan resep juga dapat diberikan jika masalah tidur yang menyebabkan terjadinya lethargy.

Kebiasaan pola hidup sehat juga dapat membantu Anda mengelola kelelahan yang terkait dengan lethargy. Pola hidup sehat termasuk tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan yang sehat, mengurangi stress, tetap beraktifitas, dan cukup tidur.

Lethargy biasanya bukan merupakan suatu kegawatdaruratan medis, tetapi lethargy bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mencari pertolongan medis sesegera mungkin. 

Setelah penyebab lethargy Anda ditentukan, penting untuk mengikuti rencana pengobatan yang ditentukan oleh dokter Anda untuk memperbaiki kondisi dan mengurangi risiko untuk terjadinya komplikasi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit