Kebiasaan Sehat

10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Tinjau pada Jun 11, 2019 Waktu baca: 4 menit
10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan

Memiliki waktu tidur yang cukup sangat penting dalam membantu menjaga kesehatan tubuh dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini terjadi karena pada saat tubuh beristirahat, beberapa organ tubuh akan mengalami perbaikan terutama untuk membentuk sel-sel baru pada tubuh termasuk memulihkan kondisi tubuh yang lelah. Kebutuhan tidur yang tercukupi ini pun juga sangat dibutuhkan oleh bayi dan anak-anak selama masa pertumbuhan.

Tak hanya itu, efek kurang tidur juga dapat berdampak pada terganggunya beberapa fungsi kerja organ tubuh, seperti meningkatnya risiko obesitas, perubahan suasana hati, hingga masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, setiap orang disarankan untuk memenuhi kebutuhan tidurnya sesuai faktor usia dan kondisi tubuh, misalnya orang dewasa diharapkan tidur selama 7-8 jam setiap hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

10 Akibat Kurang Tidur yang Merugikan Kesehatan

Penurunan daya ingat dan sulit berkonsentrasi

Tidur yang cukup sangat diperlukan otak agar pikiran dapat kembali segar setelah lelah dan beristirahat. Orang yang kurang tidur akan mengalami kelelahan pada otak secara terus menerus dan dapat mengurangi tingkat konsentrasi dan kewaspadaan. Kondisi ini jika dibiarkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan serius sebagai akibat dari kurang tidur.

Penelitian telah mengklaim bahwa mengemudi sambil mengantuk karena kurang tidur sama bahayanya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Selain risiko kecelakaan di jalan raya, kurang tidur juga dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya cedera atau kecelakaan di tempat kerja atau di manapun ia berada.

Selain itu, efek kurang tidur lainnya juga dapat menurunkan kemampuan otak untuk mengingat sesuatu sehingga Anda menjadi mudah lupa atau pikun. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah, kurang tidur dapat menyebabkan masalah kognitif permanen karena semakin sedikit waktu tidur, maka semakin pula kemampuan tubuh dalam memproses serta menyimpan memori pada otak hingga memungkinkan terjadinya kerusakan otak.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Otak dan Meningkatkan Daya Ingat

Mengalami depresi atau gangguan kecemasan

Kurangnya tidur secara signifikan dapat meningkatkan gejala depresi. Hal ini diketahui melalui sebuah jajak pendapat terhadap penderita gangguan kecemasan atau depresi di mana mereka memiliki jam tidur kurang dari 6 jam di malam hari. Tak hanya itu, orang yang mengalami insomnia juga sering dikaitkan depresi. Kondisi ini saling berkaitan satu sama lain di mana depresi bisa menyebabkan gangguan tidur (insomnia) begitupun sebaliknya di mana gejala depresi itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memilki kualitas tidur yang baik.

Kerusakan kulit

Tak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam tubuh saja, tetapi efek kurang tidur meski hanya dalam waktu semalam saja juga dapat menimbulkan kerusakan pada kulit, seperti menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi terlihat lebih pucat. Jika seseorang terus mengalami kurang tidur, maka kerusakan ini dapat menjadi lebih parah bahkan memunculkan lingkaran hitam di bawah mata dan timbulnya kulit keriput garis halus di wajah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Elastisitas kulit juga bisa menjadi rusak dari waktu ke waktu ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup. Kelelahan kronis akibat kurang tidur menyebabkan stres berlebihan yang menyebabkan tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol (hormon stress) untuk memecah protein dalam kulit yang membuat elastisitas dan kehalusan kulit menurun.

Baca juga: Efek Bahaya Kurang Tidur Bagi Kulit Wajah

Berat badan berlebih (obesitas)

Tidur yang teratur juga dapat membantu tubuh menjaga nafsu makan dan mengatur jadwal lapar secara lebih teratur. Oleh karena itu, seseorang yang kurang tidur akan merasa mudah lapar dan cenderung untuk makan terus menerus karena pada kondisi ini disebabkan oleh adanya peningkatan produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar dan menurunkan kemampuan tubuh dalam menekan nafsu makan. Jika hal ini terus terjadi, maka berat badan tentu bisa naik secara berlebihan (obesitas).

Penurunan gairah seksual

Orang yang kurang tidur juga dikaitkan dengan penurunan gairah seksual yang disebabkan oleh menurunnya hormon seksual sekitar 10 persen, termasuk hormon testosteron dalam tubuh. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada penurunan stamina dan niat untuk melakukan hubungan seksual.

Risiko stroke

Salah satu penyakit berbahaya akibat kurang tidur adalah stroke di mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari 6 jam setiap malam memiliki risiko empat kali lebih besar terserang stroke.

Risiko diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara efek kurang tidur dengan resistensi insulin yang merupakan tanda terjadinya diabetes. Penelitian tersebut menemukan bahwa waktu tidur yang singkat memiliki resistensi insulin yang lebih tinggi, yang berarti tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif. Oleh karena itu diambil kesimpulan bahwa salah satu akibat kurang tidur adalah meningkatnya risiko terkena penyakit diabetes (kencing manis).

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Risiko kanker

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa orang yang kurang tidur memiliki risiko penyakit kanker yang lebih tinggi. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa para penderita kanker kolorektal (kanker usus) memiliki rata-rata waktu tidur malam kurang dari 6 jam. Selain itu, menurut National sleep foundation, kurang tidur dapat mengakibatkan peningkatan kanker payudara sebesar 30 persen pada wanita dan kanker prostat pada laki-laki.

Akibat kurang tidur lainnya pada penyakit kanker, yaitu meningkatnya angka kekambuhan pada pasien kanker payudara. Oleh karena itu, memiliki waktu tidur yang cukup sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko dan kekambuhan penyakit kanker di kemudian hari.

Penurunan kekuatan tulang dan nyeri sendi

Menurut sebuah studi, dampak kurang tidur jangka panjang juga berkaitan dengan osteoporosis (pengeroposan tulang). Para peneliti menemukan adanya perubahan kepadatan mineral tulang dan sumsum tulang. Bahkan tak hanya pada tulang, tetapi efek kurang tidur juga dapat berdampak pada kesehatan sendi dan otot.

Sistem kekebalan tubuh juga mungkin dapat terpengaruh jika seseorang kurang tidur. Jika dibiarkan maka kemampuan tubuh dalam melawan infeksi juga dapat berkurang. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak mampu memproduksi protein sitokin yang cukup akibat kurang tidur.

Baca juga: Cara Mengatasi Sulit Tidur

Meningkatnya risiko kematian

Efek bahaya kurang tidur yang paling fatal adalah meningkatnya risiko kematian. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa orang yang memiliki pola tidur tidak teratur memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang cukup tidur secara teratur. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kondisi penyakit tertentu yang dimiliki sehingga meningkatnya risiko kematian, seperti penyakit kardiovaskular (penyakit jantung ataupun tekanan darah tinggi).

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
National Sleep Foundation Recommends New Sleep Times - National Sleep Foundation (https://www.sleepfoundation.org/press-release/national-sleep-foundation-recommends-new-sleep-times)
11 Effects of Sleep Deprivation on Your Body (https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/effects-on-body)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app