Kenali Lyme dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Dipublish tanggal: Feb 9, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Apr 17, 2019 Waktu baca: 4 menit

Apa itu penyakit Lyme?

Apakah Anda pernah mendengar penyakit lyme ? Penyakit Lyme adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi. B. burgdorferi ditularkan ke manusia melalui gigitan dari kutu berkaki hitam atau rusa yang terinfeksi. Kutu menjadi terinfeksi setelah menghinggapi rusa atau tikus yang terinfeksi.

Kutu yang terinfeksi harus ada pada kulit selama 24 hingga 48 jam untuk menularkan infeksi. Kebanyakan orang dengan penyakit Lyme tidak ingat jika mereka digigit kutu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penyakit Lyme pertama kali dilaporkan di kota Old Lyme, Connecticut, pada tahun 1975. Penyakit ini adalah penyakit yang diakibatkan oleh kutu yang paling umum di Eropa dan wilayah Pasifik Barat Laut, Timur Laut di Amerika Serikat. Orang yang tinggal atau menghabiskan waktu di daerah hutan lebih memiliki kemungkinan yang tinggi terkena penyakit ini. Orang dengan hewan peliharaan yang dibiarkan di daerah hutan juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Lyme.

Penyebab Penyakit Lyme

Penyakit Lyme dapat disebabkan oleh bakteri Borrelia burgderfori, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii.  Selain faktor bakteri, ada beberapa faktor risiko lainnya yang meningkatkan risiko penyakit lyme, diantaranya adalah:

  • Sering beraktivitas di area berumput. Kutu pembawa penyakit Lyme seringkali tinggal di daerah berumput dan dapat meningkatkan risiko. 
  • Tidak membersihkan badan dari kutu. 
  • Berpakaian terbuka. Kutu dapat hinggap dengan mudah pada kulit. Oleh karena itu dengan berpakaian terbuka, seseorang dapat lebih mudah terhinggapi kutu dan terkena penyakit Lyme.

Bagaimana tanda dan gejala dari penyakit Lyme?

Penyakit Lyme terjadi dalam tiga tahap: lokalisasi awal , tahap penyebaran awal, dan tahap penyebaran akhir. Gejala-gejala yang Anda alami akan tergantung pada stadium penyakit yang Anda alami.

Tahap 1: Lokalisasi awal
Gejala penyakit Lyme mulai satu hingga dua minggu setelah adanya gigitan kutu. Salah satu tanda awal yang muncul adalah ruam yang menyerupai lingkaran sasaran tembak, yang merupakan tanda bahwa bakteri berkembang biak dalam aliran darah. Ruam terjadi di lokasi gigitan kutu sebagai titik merah sentral yang dikelilingi oleh titik yang jelas dengan area kemerahan di tepi. Mungkin terasa hangat jika disentuh, tetapi tidak menyakitkan dan tidak gatal. Ruam ini akan hilang setelah empat minggu.

Ruam yang menyerupai lingkaran sasaran tembak ini disebut dengan erythema migrans. Erythema migrans merupakan ciri khas dari penyakit Lyme. Namun, banyak orang tidak memiliki gejala ini. Beberapa orang memiliki ruam merah padam, sementara orang dengan kulit gelap mungkin memiliki ruam yang menyerupai memar.

Tahap 2: Penyakit Lyme tahap penyebaran awal
Penyakit Lyme pada tahap ini terjadi beberapa minggu setelah gigitan kutu. Selama tahap ini bakteri mulai menyebar ke seluruh tubuh.Tahap ini ditandai dengan gejala mirip flu, seperti: panas dingin, demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, gangguan penglihatan, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES CELERY 7000 via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores celery 7000 120 1

Pada tahap ini, Anda akan merasa tidak enak badan seperti masuk angin. Ruam dapat muncul di area lain selain pada area gigitan kutu, dan tanda-tanda neurologis seperti mati rasa, kesemutan, dan Bell's palsy juga dapat terjadi.

Tahap 3: Penyakit Lyme tahap penyebaran akhir
Tahap ini bisa terjadi ketika infeksi belum diobati pada tahap 1 dan 2. Tahap 3 dapat terjadi minggu, bulan, atau tahun setelah gigitan kutu. Tahap ini ditandai oleh:

Pada tahap ini, dokter akan lebih sulit mendiagnosa bahwa kutu lah yang menjadi penyebabnya, karena pada tahap ini telah terjadi komplikasi yang gejalanya sangat tidak khas. Jika hal-hal diatas muncul, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.

Diagnosis Penyakit Lyme

Gejala penyakit Lyme sangat mirip dengan gejala penyakit-penyakit lain. Oleh karena itu, dokter perlu untuk melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan ruam di kulit untuk mengamati apabila adanya erythema migrans yang merupakan gejala khas Penyakit Lyme.

Apabila penderita tidak bisa mengingat pernah digigit kutu dan tidak terdapat erythema migrans, maka tes antibodi perlu dilakukan untuk memastikan adanya bakteri pada darah. Tes ini dapat dilakukan melalui  metode enzyme-linked immunosorbent assay (disingkat ELISA). Jika hasil tes antibodi ELISA dinyatakan positif, pasien dapat direkomendasikan untuk menjalani tes Western Blot untuk mengonfirmasi hasil tes ELISA.

Bagaimana Penanganan penyakit Lyme?

Pada tahap awal, penyakit ini dapat didiagnosa dengan menyimpulkan adanya riwayat tergigit kutu dan munculnya ruam khas yang menyerupai sasaran tembak. Sedangkan pada tahap yang lanjut, gejalanya sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit lain dan bisa didiagnosa dengan uji laboratorium untuk menemukan DNA dari bakteri B. burgdorferi untuk mengetahui secara pasti bahwa seseorang menderita penyakit lyme.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antibiotik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 24

Untuk pengobatannya sendiri, Penyakit Lyme paling baik diobati pada tahap awal. Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik oral selama 14 hingga 21 hari untuk membunuh kuman yang menyebabkan infeksi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Lyme adalah:

  • doxycycline untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua dari 8 tahun
  • cefuroxime, penicillin amoxicillin untuk orang dewasa, anak kecil, dan wanita yang menyusui.

Penyakit Lyme persisten atau kronis dapat diterapi dengan antibiotik intravena selama 14 hingga 21 hari. Meskipun perawatan ini dapat membunuh kuman penyebab infeksi, namun gejala yang ditimbulkan akan hilang dalam jangka waktu yang lama.

Tidak diketahui mengapa gejala, seperti nyeri sendi, berlanjut walaupun setelah bakteri sudah hilang sepenuhnya. Beberapa dokter percaya bahwa gejala persisten terjadi pada orang yang rentan terhadap penyakit autoimun.

Untuk gejala-gejala seperti yang terjadi pada tahap 3, selain diobati dengan pengobatan antibiotik, harus diobati berdasarkan kerusakan organ yang telah terjadi.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app