Kenali Lyme dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 890.591 orang

Apa itu penyakit Lyme?

Apakah Anda pernah mendengar penyakit lyme ? Penyakit Lyme adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi sensu lato. B. burgdorferi ditularkan ke manusia melalui gigitan dari kutu berkaki hitam atau rusa yang terinfeksi. Kutu menjadi terinfeksi setelah menghinggapi rusa atau tikus yang terinfeksi.

Kutu yang terinfeksi harus ada pada kulit selama 24 hingga 48 jam untuk menularkan infeksi. Kebanyakan orang dengan penyakit Lyme tidak ingat jika mereka digigit kutu.

Penyakit Lyme pertama kali dilaporkan di kota Old Lyme, Connecticut, pada tahun 1975. Penyakit ini adalah penyakit yang diakibatkan oleh kutu yang paling umum di Eropa dan wilayah Pasifik Barat Laut, Timur Laut di Amerika Serikat. Orang yang tinggal atau menghabiskan waktu di daerah hutan lebih memiliki kemungkinan yang tinggi terkena penyakit ini. Orang dengan hewan peliharaan yang dibiarkan di daerah hutan juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit Lyme.

Bagaimana tanda dangt;gejala dari penyakit Lyme?

Penyakit Lyme terjadi dalam tiga tahap: lokalisasi awal , tahap penyebaran awal, dan tahap penyebaran akhir. Gejala-gejala yang Anda alami akan tergantung pada stadium penyakit yang Anda alami.

Tahap 1: Lokalisasi awal
Gejala penyakit Lyme mulai satu hingga dua minggu setelah adanya gigitan kutu. Salah satu tanda awal yang muncul adalah ruam yang menyerupai lingkaran sasaran tembak, yang merupakan tanda bahwa bakteri berkembang biak dalam aliran darah. Ruam terjadi di lokasi gigitan kutu sebagai titik merah sentral yang dikelilingi oleh titik yang jelas dengan area kemerahan di tepi. Mungkin terasa hangat jika disentuh, tetapi tidak menyakitkan dan tidak gatal. Ruam ini akan hilang setelah empat minggu.

Ruam yang menyerupai lingkaran sasaran tembak ini disebut dengan erythema migrans. Erythema migrans merupakan ciri khas dari penyakit Lyme. Namun, banyak orang tidak memiliki gejala ini. Beberapa orang memiliki ruam merah padam, sementara orang dengan kulit gelap mungkin memiliki ruam yang menyerupai memar.

Tahap 2: Penyakit Lyme tahap penyebaran awal
Penyakit Lyme pada tahap ini terjadi beberapa minggu setelah gigitan kutu. Selama tahap ini bakteri mulai menyebar ke seluruh tubuh.Tahap ini ditandai dengan gejala mirip flu, seperti: panas dingin, demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, gangguan penglihatan, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala

Pada tahap ini, Anda akan merasa tidak enak badan seperti masuk angin. Ruam dapat muncul di area lain selain pada area gigitan kutu, dan tanda-tanda neurologis seperti mati rasa, kesemutan, dan Bell's palsy juga dapat terjadi.

Tahap 3: Penyakit Lyme tahap penyebaran akhir
Tahap ini bisa terjadi ketika infeksi belum diobati pada tahap 1 dan 2. Tahap 3 dapat terjadi minggu, bulan, atau tahun setelah gigitan kutu. Tahap ini ditandai oleh:

  • sakit kepala parah
  • radang sendi dari satu atau lebih sendi besargangguan dalam irama jantung
  • gangguan otak (encephalopathy) melibatkan memori, suasana hati, dan tidur
  • kehilangan ingatan jangka pendek
  • kesulitan berkonsentrasi
  • Gangguan mental
  • mati rasa di lengan, kaki, tangan, atau kaki

Pada tahap ini, dokter akan lebih sulit mendiagnosa bahwa kutu lah yang menjadi penyebabnya, karena pada tahap ini telah terjadi komplikasi yang gejalanya sangat tidak khas. Jika hal-hal diatas muncul, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.

Bagaimana Penanganan penyakit Lyme?

Pada tahap awal, penyakit ini dapat didiagnosa dengan menyimpulkan adanya riwayat tergigit kutu dan munculnya ruam khas yang menyerupai sasaran tembak. Sedangkan pada tahap yang lanjut, gejalanya sangat sulit untuk dibedakan dengan penyakit lain dan bisa didiagnosa dengan uji laboratorium untuk menemukan DNA dari bakteri B. burgdorferi untuk mengetahui secara pasti bahwa seseorang menderita penyakit lyme.

Untuk pengobatannya sendiri, Penyakit Lyme paling baik diobati pada tahap awal. Pengobatannya adalah dengan pemberian antibiotik oral selama 14 hingga 21 hari untuk membunuh kuman yang menyebabkan infeksi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Lyme adalah:

  • doxycycline untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua dari 8 tahun
  • cefuroxime dan amoxicillin untuk orang dewasa, anak kecil, dan wanita yang menyusui.

Penyakit Lyme persisten atau kronis dapat diterapi dengan antibiotik intravena selama 14 hingga 21 hari. Meskipun perawatan ini dapat membunuh kuman penyebab infeksi, namun gejala yang ditimbulkan akan hilang dalam jangka waktu yang lama.

Tidak diketahui mengapa gejala, seperti nyeri sendi, berlanjut walaupun setelah bakteri sudah hilang sepenuhnya. Beberapa dokter percaya bahwa gejala persisten terjadi pada orang yang rentan terhadap penyakit autoimun.

Untuk gejala-gejala seperti yang terjadi pada tahap 3, selain diobati dengan pengobatan antibiotik, harus diobati berdasarkan kerusakan organ yang telah terjadi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit