Meningitis: Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 758.296 orang

Penyakit meningitis merupakan suatu peradangan yang disebabkan oleh infeksi yang menyerang bagian otak yaitu pada meninges. Penyakit meningitis ini akan memberikan tanda dan gejala yang khas karena adanya interaksi virus dan bakteri yang berkembang di lapisan otak. Penyakit ini menyerang laki-laki dan perempuan dengan tingkat kerentanan penyakit terjadi pada anak usia dibawah 4 tahun.

Penyakit meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan meninges di otak. Meninges sendiri adalah lapisan yang ada di otak yang berfungsi sebagai pembatas antara otak dan tulang tengkorak. Meninges terdiri dari 3 lapisan utama mulai dari yang paling luar yaitu durameter, araknoid, dan pia meter.

Penyebab Penyakit Meningitis

Meningitis Bakterialis- Salah satu penyakit infeksi yang sangat berbahaya dan banyak muncul yaitu Meningitis Bakterialis. Meningitis bakterialis merupakan kondisi yang mengancam jiwa yang terjadi pada penderita dengan immunodefisiensi virus, kanker, dan pada terapi imunosupresan atau paska operasi. Infeksi ini dapat menyerang melalui riwayat penyakit infeksi telinga, hidung, infeksi gigi, dan paru-paru. Meningitis bakterialis banyak menyerang anak-anak hingga usia lanjut bergantung dari jenis mikrooganisme penyebab meningitis.

Beberapa etiologi infeksi yang menyebabkan meningitis bakterialis:

  • Neisseria meningitidis
  • Streptococcus pneumonia
  • Staphylococcus aureus
  • Haemophilus influenza

Meningitis virus - Penyebaran jenis meningitis virus adalah melalui penyebaran udara , kontak benda yang telah terkontaminasi. Virus yang dapat menyebabkan meningitis virus adalah HIV, herpes simpleks dan golongan enterovirus lainnya.

Meningitis parasit- Penyebaran jenis meningitis ini umumnya melalui hewan. Virus yang dapat menyebabkan meningitis parasit adalah Angiostrongylus cantonensis dan Baylisascaris procyonis.

Penyebab lainnya - Termasuk usia, tidak melakukan vaksinasi, kehamilan dan lainnya.

Masing-masing etiologi infeksi tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda yang dapat timbul sejak awal perkembangan infeksi. Infeksi tersebut dapat masuk ke dalam lapisan meninges dengan berbagai cara seperti:

  • Adanya cedera atau trauma di kepala
  • Adanya riwayat penyakit infeksi seperti tuberkulosis, sinusitis, radang telinga (otitis media), dan infeksi saluran pernapasan
  • Infeksi yang masuk melalui cairan serebrospinal (cairan otak)

Gejala Meningitis

Gejala meningitis dapat bervariasi tergantung jenis infeksi atau adanya riwayat infeksi sebelum terjadinya peradangan di lapisan otak. Gejala utama yang dapat timbul antara lain:

  • Demam tinggi. Demam yang terjadi pada awal fase infeksi yang dapat mencapai 39 derajat selsius
  • Kaku kuduk. Rasa kaku di leher ketika digerakan. Nilai positif pada kaku kuduk dinilai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Rasa kaku akan timbul mulai dari leher dan pada kondisi berat dapat mencapai kepala belakang
  • Tanda rangsang meningeal. Pemeriksaan neurologis yang mencakup bagian saraf di otak. Dapat dinilai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Nilai positif dari tanda rangsang meningeal mencetus adanya peradangan selaput otak.
  • Sakit kepala hebat
  • Fotofobia. Rasa nyeri yang muncul ketika melihat cahaya

Gejala lainnya yang dapat muncul bersamaan seiring adanya faktor infeksi pada meninges yaitu penurunan kesadaran, kejang, menggigil, muntah, dan nyeri kepala.

Pemeriksaan penunjang pada penyakit Meningitis

Untuk memastikan suatu diagnosis, dokter akan melakukan serangkai pemeriksaan untuk menentukan adanya kelainan pada otak dan apakah ada riwayat lain yang sebelumnya terjadi dan memicu meningitis.

  • Pemeriksaan darah lengkap. Pemeriksaan darah meliputi laju endap darah, nilai sel darah putih, protein, glukosa darah.
  • Pemeriksaan urin
  • Lumbar puncture
  • Tes PCR (Polymerase Chain Reaction), untuk memeriksa antibodi dalam tubuh
  • Foto Rontgen. Menilai adanya keterkaitan dengan penyakit infeksi saluran pernapasan
  • MRI 
  • CT scan

Pengobatan penyakit Meningitis

Pengobatan pada penyakit meningitis ditinjau mulai dari pengobatan definitif seperti antibiotik dan antivirus serta pengobatan simptomatis seperti timbulnya kejang dan demam tinggi. 

  • Untuk penyakit meningitis yang disebabkan infeksi tuberkulosis, pengobatan diberikan berdasarkan pengobatan tuberkulosis yakni dengan isoniazid dan rifampisin. Untuk meningitis bakterial, pengobatan diberikan dengan antibiotik berupa sefalosporin generasi ketiga atau cloramphenicol intrevena (infus) terutama pada anak-anak. Untuk orang dewasa diberikan ampisilin intravena sebanyak 4 hingga 6 kali sehari.
  • Untuk meningitis virus, dapat diberikan obat antivirus seperti acyclovir pada gejala parah.
  • Untuk pengobatan simtomatis, pemberian diazepam intravena snagat cocok untuk kondisi kejang dan dilanjutkan dengan pemberian fenitoin apabila kejang belum berhenti atau sebagai terapi pemeliharaan.
  • Untuk penurun panas, cukup diberikan obat jenis antipiretik seperti parasetamol atau asam salisilat atau diberikan kompres dingin untuk membantu menurunkan panas.

Pengobatan suportif seperti pemberian infus cairan intravena dan oksigen sangat membantu pemulihan selama rawat inap. Pemberian makanan bergizi dan nutrisi vitamin dapat membantu mencegah kekurangan gizi terutama pada pasien balita atau anak-anak.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit