Kaolin - Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: May 24, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 416.251 orang

Mengenai Kaolin

Golongan: jual bebas

Kemasan: botol, kapsul, tablet, jar/plastik (bubuk)

Manfaat Kaolin

Kaolin merupakan sejenis tanah liat yang ada di alam dan sengaja dibuat dalam laboratorium untuk bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti diare, disentri, dan kolera.

Selain itu, Kaolin dapat mempercepat penyembuhan luka berdarah dan luka operasi, melembutkan kulit, dan mengeluarkan racun. Kaolin juga bisa menyembuhkan gatal dan ruam kemerahan pada kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Dengan kombinasi produk lain, Kaolin dapat menyembuhkan luka dan bengkak dalam mulut akibat pengobatan secara radiasi. Selain itu, juga bisa mengatasi maag dan peradangan pada usus.

Kaolin juga bisa membantu mendeteksi suatu penyakit di dalam tes laboratorium dan sebagai bahan tambahan pangan.

Efek samping Kaolin

Kaolin aman bila Anda mengonsumsinya dari mulut. Namun, Kaolin bisa menyebabkan konstipasi atau sembelit pada anak-anak dan lansia. Kaolin juga bisa menyebabkan masalah pada paru-paru. Maka, jangan pernah menghirup Kaolin.

Dosis Kaolin

Dewasa

Untuk menyembuhkan luka pada mulut atau mucositis akibat pengobatan secara radiasi, Anda bisa berkumur selama 3 menit dengan 15 ml suspensi sucralfate dengan diphenhydramine dan ditambahkan Kaolin-pectin sebanyak 4 kali sehari.

Untuk mengobati diare pada anak-anak atau dewasa yang berusia lebih dari 12 tahun, kamu bisa mengonsumsi 26,2 gram Kaolin setiap 6 jam sekali sampai feses tidak encer lagi. Jangan mengonsumsi Kaolin lebih dari 262 gram selama 24 jam dan jangan mengonsumsinya lebih dari 2 hari berturut-turut.

Anak-anak

Untuk mengobati diare pada anak-anak di bawah 12 tahun, bisa mengonsultasikannya dengan apoteker atau dokter.

Untuk mengobati ruam kemerahan akibat pampers, bisa menggunakan produk yang mengandung 4-20% Kaolin dan mengaplikasikanya ke bagian yang kemerahan .

Interaksi Kaolin

Kaolin dapat berinteraksi atau bereaksi dengan berbagai obat lain, sebaiknya Anda mengonsultasikannya dengan dokter sebelum mengonsumsinya bersamaan dengan obat lain.

  • Kaolin berinteraksi dengan Clindamycin atau Cleocin. Kaolin dapat menurunkan kemampuan penyerapan obat Cleomycin atau Cleocin yang berperan sebagai antibiotik. Namun, Kaolin tidak menurunkan jumlah Cleomycin atau Cleocin yang masuk ke tubuh, hanya menurunkan kemampuan penyerapannya saja.
  • Kaolin juga berinteraksi dengan obat yang berperan dalam pengobatan jantung seperti Digoxin atau Lanoxin . Kaolin dapat menurunkan kemampuan penyerapan dan keefektifan obat Digoxin atau Lanoxin.
  • Kaolin juga berinteraksi dengan obat jantung lainnya yaitu Quinidin atau Quinidex. Kaolin dapat menurunkan kemampuan penyerapan obat Quinidine (Quinidex)dan juga menurunkan keefektifannya.
  • Kaolin juga bisa berinteraksi dengan obat Trimethoprim (Proloprim) yang berfungsi sebagai antibiotik. Kaolin bisa menurunkan kemampuan penyerapan terhadap obat Trimethoprim (Proloprim) dan juga menurunkan keefektifannya.
  • Sebaiknya Anda mencegah terjadinya interaksi antara Kaolin dengan Digoxin atau Lanoxin,  Quinidine (Quinidex), dan Trimethoprim (Proloprim) dengan cara memberi jarak konsumsi Kaolin dengan obat-obatan tersebut paling tidak 2 jam.
  • Beberapa obat lain yang juga bisa berinteraksi dengan Kaolin antara lain : Abilify (Aripiprazole), Atarax (Hydroxyzine), Augmentin (Amoxicillin / Clavulanate), Brilinta (Ticagrelor), CoQ10 (Ubiquinone), Coumadin (Warfarin), Kaopectate, Ginkgo Biloba, dan Euthyrox (Levothyroxine).

Perhatian

Ibu hamil boleh dan aman bila mengonsumsi Kaolin dalam jumlah tertentu. Namun, untuk ibu yang sedang menyusui, sebaiknya tidak mengonsumsi Kaolin terlebih dahulu, karena belum ada penelitian yang membuktikan kalau ibu menyusui boleh dan aman mengonsumsi Kaolin.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp