Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Amoxicillin: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.835.072 orang

Amoxicillin merupakan obat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat di dunia karena kegunaannya yang beragam. Amoxicillin adalah obat golongan antibiotik penicillin yang biasa digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri, dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.

Obat ini tidak bekerja untuk mengobati infeksi virus seperti flu. Amoxicillin memiliki nama paten yang jumlahnya mencapai ratusan buah, mulai dari Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan, dll. Ampicillin, Piperacillin, Ticarcillin juga termasuk dalam golongan ini dan memiliki cara kerja yang mirip. Amoxicillin sangat efektif untuk beberapa bakteri seperti H. influenzae, N. gonorrhoea, E. coli, Pneumococci, Streptococci, dan beberapa strain dari Staphylococci 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Indikasi Amoxicillin

Amoxicillin biasa digunakan untuk mengobati infeksi telinga tengah, radang tonsil, radang tenggorokan, radang pada laring, pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih, gonorrhoea dan infeksi pada kulit. 

Selain itu juga biasa digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengobati maag atau ulkus lambung yang disebabkan oleh bakteri H.pylori.

Dosis Amoxicillin untuk dewasa

  • Dosis Dewasa Biasa untuk Actinomycosis: 500 mg secara oral 3 kali sehari atau 875 mg secara oral dua kali sehari selama enam bulan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Anthrax Profilaksis: 500 mg oral setiap 8 jam.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Cutaneous Bacillus Anthracis: 500 mg secara oral tiga kali sehari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Profilaksis Bakteri Endokarditis: 2 g secara oral diberikan satu jam sebelum prosedur.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Chlamydia: 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7 hari pada pasien hamil sebagai alternatif untuk eritromisin pada individu yang sensitif macrolide.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Cystitis: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 3-7 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Saluran Kemih: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 3-7 hari. Alternatifnya, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Helicobacter pylori: 1 g secara oral 2-3 kali sehari selama 14 hari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Lyme – Arthritis: 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 14-30 hari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Lyme – Carditis: 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 14-30 hari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Lyme – Eritema Chronicum Migrans: 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 14-30 hari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Penyakit Lyme – Neurologis: 500 mg secara oral 3 kali sehari selama 14-30 hari.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Otitis Media: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 10-14 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Pneumonia: 500 mg secara oral 3 kali sehari atau 875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan selama 7-10 hari jika pneumonia pneumokokus diduga terjadi.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Sinusitis: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 10-14 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Kulit atau Infeksi Jaringan Lunak: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Bronchitis: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Tonsilitis/Faringitis
    • Immediate-release: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
    • Extended-release: 775 mg oral sekali sehari dalam waktu 1 jam setelah makan selama 10 hari; untuk infeksi Streptococcus pyogenes sekunder.
  • Dosis Dewasa Biasa untuk Infeksi Bakteri: 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-21 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.

Dosis Amoxicillin untuk anak – anak

  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Profilaksis Bakteri Endokarditis: 50 mg/kg secara oral sebagai dosis tunggal 1 jam sebelum prosedur.
  • Dosis Anak-anak untuk Profilaksis Anthrax: 80 mg/kg/hari dibagi dalam dosis yang sama diberikan secara oral setiap 8 jam. Dosis maksimum: 500 mg/dosis.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Cutaneous Bacillus Anthracis: Pengobatan untuk kasus infeksi Bacillus anthracis kulit: 80 mg/kg/hari dibagi dalam dosis yang sama diberikan secara oral setiap 8 jam. Dosis maksimum: 500 mg/dosis.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Otitis Media
    • Usia 4 minggu-3 bulan: 20-30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.
    • Usia 4 bulan-12 tahun: 20-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8-12 jam.
    • Catatan: otitis media akut karena Streptococcus pneumonia yang sangat resisten mungkin memerlukan dosis 80-90 mg/kg/hari secara oral dibagi menjadi 2 dosis yang sama dalam 12 jam.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Infeksi kulit atau Infeksi jaringan lunak
    • Usia 4 minggu-3 bulan: 20-30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.
    • Usia 4 bulan-12 tahun: 20-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8-12 jam.
    • Catatan: otitis media akut karena Streptococcus pneumonia yang sangat resisten mungkin memerlukan dosis 80-90 mg/kg/hari secara oral dibagi menjadi 2 dosis yang sama dalam 12 jam.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Infeksi Saluran Kemih
    • Usia 4 minggu-3 bulan: 20-30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.
    • Usia 4 bulan-12 tahun: 20-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8-12 jam.
    • Catatan: otitis media akut karena Streptococcus pneumonia yang sangat resisten mungkin memerlukan dosis 80-90 mg/kg/hari secara oral dibagi menjadi 2 dosis yang sama dalam 12 jam.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Pneumonia: 40-50 mg/kg/hari secara oral dalam dosis terbagi setiap 8 jam.
  • Dosis Anak-anak Biasa untuk Tonsilitis/Faringitis
    • Usia 4 minggu-3 bulan: 20-30 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 12 jam.
    • Usia 4 bulan-12 tahun: 20-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 8-12 jam.
    • 12 tahun atau lebih tua:
      • Immediate-release : 250-500 mg secara oral 3 kali sehari selama 7-10 hari; alternatif, 500-875 mg secara oral dua kali sehari dapat diberikan.
      • Extended-release: 775 mg oral sekali sehari dalam waktu 1 jam setelah makan selama 10 hari; untuk infeksi  Streptococcus pyogenes sekunder.

Efek samping dan cara penyimpanan Amoxicillin

Efek samping yang biasa muncul seperti mual, muntah, diare ringan, ruam kulit. Efek samping lainnya yang lebih parah dan jarang ditemui berupa perubahan mental, sakit kepala ringan, insomnia, kebingungan, kecemasan, jika ditemukan seperti di atas dapat langsung menghubungi dokter.

Perawatan medis juga diperlukan jika ditemukan reaksi hipersensitivitas terhadap amoxicillin dan dapat mengalami shock anafilatik yang berakibat fatal. Cara penyimpanan obat ini terbilang cukup mudah dan seperti obat – obat lainnya, hanya perlu disimpan di suhu ruangan.

Peringatan penggunaan Amoxicillin

Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau tidak mengikuti anjuran dokter sangatlah berbahaya dan dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Jika Anda sedang menkonsumsi  obat resep, obat non resep, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal, beritahukan dokter yang menangani Anda sehingga dokter bisa memperhitungkan dosis yang tepat.

Untuk wanita yang sedang hamil, berencana hamil, menyusui, ataupun hamil saat mengkonsumsi amoxicillin, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Referensi

Allen, H. Patient (2016). Amoxicillin for infections.

Centers for Disease Control and Prevention (2017). Antibiotic Prescribing and Use ind Doctor's Office. Adult Treatment Recommendations.

Gillies, M. et. al. (2015). Common Harms from Amoxicillin: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Placebo-controlled Trials for Any Indication. CMAJ. 187(1), pp. E21–E31.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini