Bahaya Diare pada Anak

Dipublish tanggal: Mar 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Bahaya Diare pada Anak

Diare adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan pengeluaran dari sisa pencernaan konsumsi padat atau cair. Diare menjadi salah satu kekhawatiran pada orang tua. Anak akan tampak sakit dan perlu dilakukan penanganan segera di rumah sakit. 

Anak berumur 5 tahun ke bawah sangat rentan mengalami diare. Tetapi tidak memungkinkan anak dengan usia lebih dewasa akan terhindar dari daire. Diare menyebabkan anak mengalami kekurangan nutrisi, dehidrasi, pertumbuhan yan terhambat, dan mengakibatkan kematian.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Penyebab Diare pada Anak

 Diare pada anak-anak disebabkan dari berbagai sumber mulai dari masalah pencernaan, adanya penyakit yang memicu diare,gt;alergi makanan, dan berbagai mikroorganisme jahat. Contoh agen bakteri yang hampir berdampak pada diare di beberapa negara berkembang yaitu:

  • Bakteri E.coli
    Diare pada anak-anak akibat E.coli (Escherichia coli) terjadi pada banyak beberapa berkembang di penjutu dunia. E.coli dapat menyebabkan BAB cair terutama pada anak berusia kurang dari 2 tahun. Diare akibat E.coli akan menjadi kronik bila tidak ditangani segera,
  • Campylobacter
    Campylobacter juga menjadi salah satu sumber penyebab diare pada anak usia kurang dari 2 tahun di negara berkembang. Diare akibat bakteri ini menyebabkan gejala sedang dan dan penyebaran bakterinya sangatlah cepat
  • Shigella
    Kuman ini adalah salah satu penyebab disentri atau diare berdarah pada anak-anak
  • Vibrio cholerae
    Diare akibat Vibrio cholerae dapat menyebabkan warna BAB seperti air cucian beras, diikuti dengan muntah-muntah. Anak dengan kolera akan mengalami hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) dan dapat mengakibatkan kematian
  • Salmonella
    Salmonella adalah agen kuman penyebab penyakit tifus. Kuman Salmonella yang masuk ke dalam tubuh anak-anak disebabkan oleh daging yang dikonsumsi
  • Rotavirus
    Rotavirus menyebabkan 500.000  kematian pada anak-anak dengan diare hampir seluruh dunia. Rotavirus yang masuk ke dalam tubuh mengakibatkan dehidrasi berat. Biasa terjadi pada anak usia 3 hingga 5 tahun
  • Parasit
    Kuman parasit seperti Giardia dan Entamoeba paling sering menyebabkan diare akut pada anak

Gejala Diare pada Anak

Gejala yang dapat ditemukan pada diare anak yaitu

  • Demam
  • Anak tampak lelah
  • Rewel
  • Nyeri perut
  • Muntah
  • BAB encer
  • BAB mengeluarkan darah

Tanda bahwa anak telah mengalami dehidrasi 

  • Anak rewel
  • Mata tampak cekung
  • Sulit minum 

Bahaya Diare pada Anak

Diare sangat berbahaya bila tidak ditangani segera. Banyak masalah lain yang akan timbul dan ini akan menganggu pertumbuhan dan kesehatan anak. Bahaya diare pada anak yang akan timbul yaitu

Iklan dari HonestDocs
Beli Domperodine IF 10mg Tab via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Domperidone if 10mg tab 1

1. Dehidrasi

Diare yang tidak ditangani akan mengakibatkan keluarnya cairan yang dibutuhkan tubuh seperti air dan elektrolit (klorida, sodium, potasium). Cairan tersebut akan keluar bersamaan dengan tinja, urin, dan keringat. Dehidrasi dibedakan menjadi 3, yaitu:

(a) Diare tanpa dehidrasi

  • Anak tampak normal, hanya masalah BAB saja.

(b) Dehidrasi Ringan/sedang

  • Anak rewel
  • Mata tampang cekung
  • anak selalu merasa haus
  • cubitan kulit kembali lambat

(c) Dehidrasi Berat

  • Anak tampak lesu hingga hilang kesadaran
  • Mata tampak cekung
  • Anak malas minum
  • Cubitan kulit kembali SANGAT lambat

Dehidrasi daat ditangani di rumah sakit dengan pemberian cairan. Banyaknya cairan yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat dehidrasi yang terjadi. Pada diare tanpa dehidrasi dapat diberikan cairan Oralit diberikan sebanyak 100ml pada umur kurang dari 1 tahun dan 200ml pada umur lebih dari 1 tahun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Oralit disesuaikan pemberiannya pada usai di atas 5 tahun.

Pada dehidrasi ringan/sedang diberikan cairan rehidrasi oral atau dengan infus disesuaikan dengan berat badan anak.

Pada deihdrasi berat diberikan infus laktat ringer disesuaikan dengan usia anak.

Terapi dengan Zinc dipercaya menurunkan frekuensi BAB dan menekan dehidrasi. Dosis Zinc 10mg per hari diberikan pada usia dibawah 6 bulan dan 20mg per hari pada usia lebih dari 6 bulan. 

2. Malnutrisi

Malnutrisi menjadi bahaya utama pada anak berusia dibawah 5 tahun. Nutrisi sangat dibutuhkan untuk membasmi bakteri jahat yang masu ke dalam tubuh. 

Tumbuh kembang anak juga ditentukan oleh nutrisi yang diberikan. Nutrisi dibutuhkan untuk perkembangan otak semasa kecil. Diare yang terus-menerus mengakibatkan nutrisi pada tubuh akan terbuang sehingga tubuh anak akan rentan terhadap bakteri dan menganggu pertumbuhan anak. 

Perkembangan otak akan menurun sehingga anak mengalami gangguan belajar dan penurunan IQ.

3. Penyebaran infeksi

Infeksi yang menetap pada tubuh anak akan menyebar ke organ-organ lain dan mengakibatkan infeksi pada organ yang terkait. Organ seperti tulang, sendi, dan otak paling sering mengalami infeksi.

4. Irritable Bowel Syndrome

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kombinasi gangguan perut yang terdiri dari kram perut, kembung, konstipasi, dan diare. IBS pada ana biasa disebabkan oleh Campylobacter.

5. Intoleransi Laktosa

Laktase dibutuhkan untuk mencerna laktosa yang didapat dari susu. Intoleransi laktosa disebabkan oleh kekurangan laktase akibat rusaknya lapisan usus karena diare.

6. Hemolytic Uremic Syndrome

HUS adalah komplikasi serius pada anak berumur kurang dari 5 tahun. Gejala yang timbul pada HUS adalah diare berdarah kronis, kram perut, dan mual muntah. HUS disebabkan oleh  bakteri E.coli yang dapat berujung ke gagal ginjal.

Perlu perhatian khusus pada penyakit diare. Anak masih butuh nutrisi dan asuhan yang tepat agar tumbuh kembang anak tetap sempurna. Pilihlah makanan yang bersih agar terhindar dari  diare dan kompliaksi yang berbahaya. 

Cuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan sesudah menyentuh benda agar kuman tidak menempel di tangan. Bersihkan kamar anak dan kamar mandi dengan desinfektan untuk membunuh kuman penyebab diare

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
WebMD (2018). Diarrhea in Children: Causes and Treatments. (https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment)
Guandalini, S. Medscape (2018). Drugs Diseases. Diarrhea. (https://emedicine.medscape.com/article/928598-overview)
Healthy Children from the American Academy of Pediatrics (2015). Signs of Dehydration in Infants Children. (https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/dehydration.aspx)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app