8 Obat Mujarab Jantung Koroner

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 14, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 5 menit
8 Obat Mujarab Jantung Koroner

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Meski penyakit jantung koroner tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan mengurangi risiko masalah lebih lanjut. Ada banyak pilihan pengobatan, termasuk obat jantung koroner yang diperlukan saat serangan atau secara rutin setelahnya;
  • Obat-obatan yang biasa digunakan dalam terapi jantung koroner adalah antiplatelet, statin, beta-blocker, nitrat, ACE inhibitor, antagonis reseptor angiotensin II, calcium channel blocker, dan diuretik;
  • Berbagai tindakan operasi penanganan penyakit jantung koroner adalah angioplasti koroner, operasi bypass, dan transplantasi jantung;
  • Selain operasi dan mengonsumsi obat-obatan, Anda dapat mengurangi risiko episode jantung koroner selanjutnya dengan menerapkan gaya hidup sehat;
  • Klik untuk membeli obat jantung dari rumah Anda melalui HDMall. Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD;
  • Gunakan fitur chat untuk berbicara dengan apoteker kami seputar obat, pemeriksaan jantung, dan pemeriksaan kesehatan lainnya yang Anda butuhkan.

Meski penyakit jantung koroner tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat membantu mengelola gejala dan mengurangi risiko masalah lebih lanjut. Ada banyak pilihan pengobatan, termasuk obat jantung koroner yang diperlukan saat serangan atau secara rutin setelahnya.

Penyakit jantung koroner dapat dikelola secara efektif dengan kombinasi perubahan gaya hidup dan obat-obatan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga membutuhkan operasi. Dengan pengobatan yang tepat, gejala penyakit jantung koroner dapat dikurangi dan fungsi jantung dapat meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dalam kasus jantung koroner, pembuluh darah arteri koroner yang memasok otot jantung menjadi sempit sehingga lama-kelamaan bisa tersumbat oleh plak lemak. Berangkat dari sini, pertanyaan yang menyeruak tentu bagaimana mengobati jantung koroner hingga tuntas. Well, simak ulasannya berikut ini.

1. Perubahan gaya hidup

Jika didiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, Anda dapat mengurangi risiko episode selanjutnya dengan membuat perubahan gaya hidup sederhana ke arah yang lebih sehat. Misalnya, berhenti merokok setelah serangan jantung akan cepat mengurangi risiko terkena serangan jantung lagi. Perubahan gaya hidup lainnya, seperti makan lebih sehat dan melakukan olahraga secara teratur, juga akan mengurangi risiko penyakit jantung.

2. Mengonsumsi obat jantung koroner

Ada banyak jenis obat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung koroner. Biasanya obat-obat tersebut bertujuan untuk mengurangi tekanan darah atau melebarkan pembuluh darah arteri koroner pada jantung. Jangan lupa bahwa penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri koroner.

Serupa obat lainnya, obat jantung koroner juga memiliki risiko efek samping. Maka dari itu, Anda mungkin diperlukan waktu untuk menemukan obat yang benar-benar cocok. Obat jantung juga tidak boleh dihentikan secara mendadak tanpa saran dari dokter karena dikhawatrikan dapat membuat gejala menjadi lebih buruk.

Obat-obat jantung koroner yang biasanya digunakan dokter antara lain:

a. Antiplatelet

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Antiplatelet adalah jenis obat yang dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung dengan cara mengencerkan darah dan mencegah pembekuan. Contoh obat antiplatelet umum adalah aspirin dosis rendah, clopidogrel, ticagrelor, dan prasugrel.

b. Statin

Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi, obat penurun kolesterol yang disebut statin dapat diresepkan. Contoh obat ini adalah atorvastatin, simvastatin, rosuvastatin, dan pravastatin.

Statin bekerja dengan cara menghalangi pembentukan kolesterol dan meningkatkan jumlah reseptor LDL di hati yang membantu menghilangkan kolesterol LDL (jahat) dari darah. Hal ini akan membantu memperlambat perkembangan penyakit jantung koroner dan mencegah serangan jantung.

c. Beta-blocker

Beta blocker--seperti atenolol, bisoprolol, metoprolol dan nebivolol--sering digunakan untuk mencegah angina pektoris dan mengobati tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek dari hormon tertentu dalam tubuh sehingga efeknya akan memperlambat detak jantung dan meningkatkan aliran darah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

d. Nitrat

Nitrat digunakan untuk memperlebar pembuluh darah. Dokter terkadang menyebut nitrat sebagai vasodilator. Obat jantung koroner ini tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet, semprotan, dan patch kulit seperti gliseril trinitrat dan isosorbid mononitrat.

Nitrat bekerja dengan cara merelaksasi pembuluh darah sehingga memungkinkan aliran darah berjalan lancar. Obat ini akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi rasa sakit pada dada kiri akibat serangan jantung. Nitrat berpotensi menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti sakit kepala, pusing, dan kulit memerah.

e. ACE (angiotensin-converting enzyme) inhibitor

ACE inhibitor biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Contoh obatnya adalah captopril, ramipril, dan lisinopril. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memblokir aktivitas hormon yang disebut angiotensin II yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. ACE inhibitor juga membantu mengurangi kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Tekanan darah akan selalu dipantau saat Anda mengonsumsi ACE inhibitor. Tes darah secara rutin juga diperlukan untuk memeriksa bahwa ginjal Anda bekerja dengan benar. Efek samping ACE inhibitor adalah batuk kering dan pusing.

f. Antagonis reseptor angiotensin II

Antagonis reseptor angiotensin II bekerja dengan cara yang mirip dengan ACE inhibitor. Obat jantung koroner ini berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dengan cara memblokir angiotensin II. Efek samping yang sering terjadi berupa pusing ringan. Antagonis reseptor angiotensin II sering diresepkan sebagai alternatif ACE inhibitor karena tidak menyebabkan batuk kering.

g. Calcium channel blocker

Calcium channel blocker juga bekerja untuk menurunkan tekanan darah dengan relaksasi otot-otot yang membentuk dinding arteri. Dengan demikian, pembuluh darah arteri menjadi lebih lebar sehingga bisa mengurangi tekanan darah. Contoh calcium channel blocker adalah amlodipine, nifedipin, verapamil, dan diltiazem. Efek samping penggunaan obat ini meliputi sakit kepala dan kemerahan pada wajah. Akan tetapi, biasanya efek samping ini masih dalam intensitas ringan dan akan membaik dari waktu ke waktu.

h. Diuretik

Juga disebut sebagai pil air, diuretik bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan garam dari tubuh melalui urine. Akibatnya, pengguna akan merasa ingin kencing terus dibanding ketika tidak menggunakan obat ini. Contoh diuretik adalah furisemid dan hct.

3. Operasi

Jika pembuluh darah Anda sempit akibat penumpukan ateroma (endapan lemak) atau jika obat jantung koroner tidak dapat mengontrol gejala yang muncul, prosedur intervensi atau pembedahan mungkin diperlukan untuk membuka atau memotong penyumbatan arteri.

Beberapa prosedur utama yang digunakan untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner adalah:

a. Angioplasti koroner

Angioplasti koroner juga dikenal sebagai percutaneous coronary intervention (PCI), percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA), atau balon angioplasty. Selama angioplasty, balon kecil dimasukkan untuk mendorong jaringan lemak di arteri yang menyempit ke arah luar. Tindakan ini memungkinkan darah mengalir lebih mudah. Stent logam (tabung wire mesh) biasanya ditempatkan di arteri agar terus terbuka.

b. Operasi bypass

Coronary artery bypass grafting (CABG) yang juga dikenal sebagai operasi bypass, bypass jantung, atau pembedahan bypass arteri koroner, dilakukan pada pasien yang mengalami arteri menyempit atau tersumbat.

Pada prosedur tersebut, sebuah pembuluh darah dimasukkan (dicangkokkan) antara aorta (arteri utama yang meninggalkan jantung) dan bagian dari arteri koroner luar pada daerah yang mengalami penyempitan atau sumbatan. Kadang-kadang salah satu arteri Anda sendiri yang memasok darah ke dinding dada digunakan dan dialihkan ke salah satu arteri jantung.

c. Transplantasi jantung

Ketika jantung rusak berat dan obat-obatan tidak efektif atau ketika jantung menjadi tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh (gagal jantung), transplantasi jantung mungkin diperlukan--meski kasusnya cukup kecil. Pada prosedur ini, jantung yang sudah tidak bisa bekerja dengan baik diganti dengan jantung yang sehat dari pendonor.

Baca juga: Hidup Normal Setelah Serangan Jantung

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Coronary Artery Disease (CAD) Drugs: How They Work. Healthline. (https://www.healthline.com/health/coronary-artery-disease/drugs)
Cardiovascular disease: Study finds best drugs for prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322939.php)
Coronary Artery Disease: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, Complications. WebMD. (https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-coronary-artery-disease)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app