ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Graxine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Graxine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh dahak/mukus yang berlebihan.
  • Manfat Graxine juga dapat membantu mengobati radang pada bronkus akut maupun kronis, seperti emfisema, bronkitis, dan bronkitis asmatik.
  • Dosis Graxine untuk dewasa dan anak usia > 12 tahun adalah 10-20 ml syrup, sedangkan untuk anak 6-12 tahun berikan 5-7,5 ml syrup.
  • Hati-hati penggunaan obat pada penderita tukak lambung. Gunakan setelah makan atau bersama makanan agar lebih nyaman di perut.
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan Graxine saat hamil atau menyusui.
  • Klik untuk mendapatkan Graxine atau obat batuk dan flu lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Graxine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh dahak/mukus yang berlebihan. Graxine mengandung bromhexine (obat yang termasuk agen mukolitik, yaitu obat yang berfungsi mengencerkan dahak) dan guaiphenesin/ glyceryl guaiacolate (obat yang termasuk ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan). 

Mengenai Graxine

Pabrik

Graha farma

Golongan

Bisa didapatkan tanpa resep dokter

Kemasan

Graxine dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut:

  • 10 x 10 tablet

Kandungan

Tiap kemasan Graxine mengandung zat aktif sebagai berikut:

  • (bromhexine HCl setara bromhexine 8 mg dan guaiphenesin 100 mg) / tablet

Mekanisme kerja Graxine

Cara kerja Graxine dipengaruhi oleh zat aktif di dalamnya, yaitu:

1. Bromhexine

Bromhexine adalah obat yang digolongkan sebagai agen mukolitik, yaitu obat yang berfungsi mengencerkan dahak. Obat ini digunakan dalam pengobatan gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh dahak atau mukus yang berlebihan.

Sebagai agen mukolitik, obat ini meningkatkan produksi lendir surosa di saluran pernapasan dan membuat dahak menjadi lebih tipis atau lebih cair dengan cara menghilangkan serat asam mukopolisakarida dan mengurangi adhesi lendir pada dinding tenggorokan. Hal inilah yang akan mempermudah pengeluaran lendir pada saat batuk.

2. Guaifenesin

Guaiphenesin atau glyceryl guaiacolate adalah obat yang termasuk ekspektoran, yaitu obat yang berfungsi mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan terutama pada infeksi saluran pernafasan akut. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi viskositas mukus dari trakea dan bronkus, sehingga mempermudah pengeluaran dahak dari jalan nafas lewat mekanisme batuk.

Manfaat Graxine 

Kegunaan Graxine adalah sebagai agen mukolitik, yaitu membantu mengeluarkan dahak pada penderita batuk berdahak. Obat ini juga digunakan untuk mengobati radang pada bronkus akut maupun kronis, seperti emfisema, bronkitis, dan bronkitis asmatik.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan obat ini untuk pasien yang memiliki riwayat alergi / hipersensitivitas terhadap bromhexine atau guaiphenesin.
  • Hati-hati penggunaan obat pada pasien yang menderita ulkus lambung.

Efek samping Graxine

Berikut adalah beberapa efek samping Graxine yang umum terjadi:

  • Efek samping yang relatif ringan yaitu gangguan pada saluran pencernaan misalnya mual, muntah, diare, rasa penuh di perut, dan nyeri pada ulu hati.
  • Efek samping lain bisa berupa sakit kepala, vertigo, keringat berlebihan, dan kenaikan enzim transaminase.
  • Efek samping yang lebih serius tetapi kejadiannya jarang misalnya reaksi alergi seperti kulit kemerahan, bengkak pada wajah, sesak nafas dan kadang-kadang demam.

Dosis Graxine

Graxine diberikan dengan dosis berikut:

  • Dosis dewasa dan anak usia > 12 tahun: 10-20 ml syrup
  • Dosis anak usia 6-12 tahun: 5-7,5 ml syrup
  • Obat diberikan setiap 6 jam. maksimal 4 x dalam 1 hari.

Interaksi Graxine

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter. Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Graxine adalah:

  • Jika diberikan bersamaan dengan antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxim, erythromycin, dan doxycycline, konsentrasi antiobiotik-antibiotik tersebut di dalam jaringan paru meningkat.

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasien saat menggunakan obat ini adalah sebagai berikut:

  • Keamanan pemakaian obat ini untuk ibu menyusui belum diketahui dengan jelas. Oleh karena itu, pemakaian selama menyusui sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
  • Karena obat-obat golongan mukolitik bisa menembus sawar lambung, hati-hati menggunakan obat ini pada penderita tukak lambung. Penggunaan obat sebaiknya dilakukan setelah makan atau bersama makanan.

Toleransi Graxine oleh ibu hamil

Jangan gunakan obat yang mengandung bromhexine untuk wanita hamil terutama pada trimester pertama.

FDA di Amerika Serikat (setara BPOM di Indonesia) mengkategorikan guaiphenesin ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia. Namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Penelitian pada hewan memang tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Namun, fakta bahwa obat ini telah menunjukkan efek buruk pada janin hewan harus menjadi perhatian serius jika ingin menggunakan obat yang mengandung guaiphenesin untuk wanita hamil. Disarankan hanya digunakan jika tidak ada pilihan lain yang lebih aman.

Artikel terkait:


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
R, Rachana & Bhagat, Ayushi. (2018). Bromhexine: A Comprehensive Review. 9. 6455-6459.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/330102631_Bromhexine_A_Comprehensive_Review)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app