Gangguan Kecemasan Umum - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 952.168 orang

Gangguan kecemasan umum merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki rasa khawatir yang tak terkendali tentang suatu kejadian yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini juga kadang-kadang dikenal sebagai neurosis kecemasan kronis.

Gangguan kecemasan umum berbeda dari perasaan cemas pada umumnya. Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan umum mungkin akan merasa khawatir tentang sesuatu hal selama beberapa kali dalam sehari atau bahkan sampai berbulan-bulan tanpa terkendali. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Kondisi tersebut dapat terjadi tanpa alasan yang jelas.

Terkadang orang dengan gangguan kecemasan sering merasa khawatir berlebihan, tetapi mereka tidak dapat mengatakan apa yang mereka khawatirkan. Kekhawatiran yang berlebihan dan tidak realistis tersebut bisa menjadi suatu kondisi yang menakutkan dan dapat mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari.

Penyebab dan faktor resiko Gangguan Kecemasan Umum

Penyebab dan faktor risiko untuk gangguan kecemasan umum dapat meliputi:

  • riwayat gangguan kecemasan dalam keluarga
  • pajanan yang baru atau berkepanjangan terhadap situasi stress, termasuk suatu penyakit
  • penggunaan kafein atau tembakau yang berlebihan, yang dapat membuat kecemasan semakin buruk
  • riwayat penganiayaan pada masa kecil

Menurut penelitian, wanita dua kali lebih beresiko mengalami gangguan kecemasan umum dibandingkan dengan pria.

Tanda dan gejala Gangguan Kecemasan Umum

Tanda dan gejala gangguan kecemasan umum meliputi:

  • kesulitan berkonsentrasi
  • sulit tidur
  • sifat lekas marah
  • Kelelahan
  • ketegangan otot
  • sakit perut atau diare yang berulang
  • telapak tangan berkeringat
  • gemetaran
  • detak jantung yang berdetak cepat
  • gejala neurologis, seperti mati rasa atau kesemutan di berbagai bagian tubuh

Cara mencegah terjadinya Gangguan Kecemasan Umum

Sampai saat ini masih tidak diketahui cara yang tepat untuk mencegah terjadinya gangguan kecemasan umum. Namun terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala-gejala dengan cara melakukan kebiasaan pola gaya hidup tertentu. Langkah-langkah tersebut termasuk:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Olahraga secara teratur, diet sehat, dan tidur yang cukup
  • Yoga dan meditasi
  • Menghindari stimulan, seperti kopi dan beberapa obat-obatan bebas, seperti pil diet dan pil kafein
  • Komunikasi dengan teman, pasangan, atau anggota keluarga yang dipercaya tentang masalah dan kekhawatiran yang Anda rasakan.

Cara mengobati Gangguan Kecemasan Umum

Diagnosa

Gangguan kecemasan umum dapat didiagnosis dengan skrining kesehatan mental yang dapat dilakukan oleh dokter Anda. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan tentang gejala Anda dan berapa lama Anda mengalaminya. 

Dokter juga dapat merujuk Anda ke spesialis kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan medis untuk menentukan apakah ada penyakit mendasar atau masalah penyalahgunaan zat yang menyebabkan gejala kecemasan tersebut muncul. Kecemasan biasanya dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti:

  • penyakit refluks gastroesofagus (GERD)
  • gangguan tiroid
  • penyakit jantung
  • menopause

Jika dokter Anda mencurigai adanya suatu kondisi medis atau masalah penyalahgunaan zat yang menyebabkan terjadinya gangguan kecemasan, maka dokter mungkin akan melakukan lebih banyak pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan tersebut mungkin termasuk:

  • Pemeriksaan darah, untuk memeriksa kadar hormon yang mungkin mengindikasikan gangguan tiroid
  • Tes urin, untuk memeriksa penyalahgunaan zat
  • Tes refluks lambung, seperti X-ray sistem pencernaan atau prosedur endoskopi untuk melihat kerongkongan, untuk memeriksa adanya GERD
  • Sinar-X dan tes stress, untuk memeriksa kondisi jantung

Pengobatan

Terapi perilaku kognitif

Pengobatan terapi perilaku kognitif melibatkan pertemuan secara teratur untuk berkonsultasi dengan spesialis kesehatan mental. Tujuannya adalah mengubah pemikiran dan perilaku Anda. Pendekatan ini telah berhasil menciptakan perubahan permanen pada banyak orang dengan gangguan kecemasan. 

Terapi ini dianggap sebagai pengobatan lini pertama untuk gangguan kecemasan umum pada orang yang sedang hamil. Pendapat yang lain telah menemukan bahwa manfaat terapi perilaku kognitif telah memberikan bantuan pada gangguan kecemasan jangka panjang

Dokter biasanya sering meresepkan obat bersamaan dengan terapi untuk mengobati gangguan kecemasan umum.

Obat-obatan

Jika dokter merekomendasikan obat-obatan, dokter kemungkinan besar akan membuat rencana pengobatan jangka pendek dan rencana pengobatan jangka panjang.

Obat jangka pendek berfungsi untuk meringankan beberapa gejala fisik dari gangguan kecemasan, seperti ketegangan otot dan kram perut. Obat-obatan ini disebut dengan obat anti-kecemasan. Beberapa obat anti-kecemasan yang umum digunakan adalah:

  • Alprazolam
  • Clonazepam
  • Lorazepam

Obat anti-kecemasan tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, karena memiliki risiko ketergantungan dan penyalahgunaan obat yang tinggi.

Obat yang disebut obat antidepresan dapat bekerja dengan baik untuk pengobatan jangka panjang. Beberapa obat antidepresan yang umum digunakan adalah:

  • Buspirone
  • Citalopram
  • Escitalopram
  • Fluoxetine
  • Fluvoxamine
  • Paroxetine
  • Sertraline
  • Venlafaxine
  • Desvenlafaxine
  • Duloxetine

Obat-obatan tersebut dapat memakan waktu beberapa minggu untuk mulai bekerja. Obat antidepresan juga dapat memiliki efek samping, seperti mulut kering, mual, dan diare. Gejala-gejala ini sangat mengganggu sebagian orang sehingga kebanyakan orang akan berhenti mengkonsumsi obat tersebut.

Dokter mungkin meresepkan obat anti-kecemasan dan antidepresan. Jika demikian, Anda mungkin hanya akan minum obat anti-kecemasan selama beberapa minggu sampai obat antidepresan mulai bekerja, atau sesuai kebutuhan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit