Alprazolam: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Jan 31, 2019 Update terakhir: Okt 23, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2019 Waktu baca: 3 menit

PERHATIAN: Kami tidak melayani pengiriman obat Alprazolam. Informasi di bawah ini hanya merupakan ikhtisar mengenai obat Alprazolam.

100 tahun yang lalu, sebagian besar orang berpikir, sakit jiwa adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan tidak ada harapan untuk ditolong. Kebanyakan orang berpikir, saat seseorang mengalami gangguan jiwa, mereka tidak memiliki tempat lagi di masyarakat dan mereka harus berakhir di rumah sakit jiwa. 50 tahun yang lalu khususnya tahun 1950an, para ilmuwan mulai menemukan masalah seseorang mengalami gangguan kejiwaan bukan hanya karena faktor dari luar seperti tragedi yang menimpa orang tersebut atau pengalaman pahit yang dapat mengganggu kejiwaanya. 

Sebenarnya sakit jiwa bisa disebabkan oleh gangguan aktivitas penghantar informasi di otak yang disebut dengan neurotransmitter. Jika terjadi gangguan, maka seseorang bisa mengalami depresi, stress atau gangguan kejiwaan lainnya.

Setelah diketahui bahwa salah satu penyebab sakit jiwa adalah gangguan pada neurotransmitter, obat-obat yang dapat menyembuhkan (paling tidak meringankan gejala) banyak ditemukan dan diproduksi untuk orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Salah satunya adalah obat yang dikenal dengan nama Aprazolam. Walaupun banyak sekali obat yang dapat menangani masalah kejiwaan, tetapi Aprazolam memiliki nilai lebih tersendiri dalam menangani gangguan jiwa. Untuk lebih jauh mengenai Alprazolam, yuk disimak artikel yang satu ini. 

Bagaimana cara Alprazolam bekerja?

Alprazolam dijual dengan merek dagang Xanax XR, Niravam adalah obat anti-cemas yang termasuk ke dalam golongan Benzodiazepine yang biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami kejang seperti diazepam (Valium), clonazepam (Klonopin), lorazepam (Ativan), flurazepam (Dalmane), dan lain-lain. 

Alprazolam dan Benzodiazepin lainnya bekerja dengan meningkatkan efek asam gamma-aminobutyric (GABA) di otak. GABA adalah neurotransmitter (zat kimia yang digunakan sel saraf untuk berkomunikasi satu sama lain) yang menghambat aktivitas di otak. Diyakini bahwa aktivitas berlebihan di otak dapat menyebabkan kecemasan atau gangguan kejiwaan lainnya. Badan Pengolahan Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyetujui penggunaan alprazolam pada Oktober 1981.

Obat ini mampu memberikan efek antikecemasan (antiansietas), rasa kantuk (hipnotik), lupa terhadap sesuatu (amnestic), antikejang, dan melemaskan otot rangka (muscle relaxant).

Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk:

Berapa dosis dan cara menggunakan Alprazolam yang baik dan benar?

Komposisi Alprazolam Kemasan Tablet:

  • Kemasan tablet 2 mg
  • Kemasan tablet 1 mg
  • Kemasan tablet 0,5 mg
  • Kemasan tablet 0,25 mg

Komposisi Kemasan Alprazolam Sirup: Untuk obat kemasan syrup, komposisinya adalah 0,5 mg/5 mL

  • Dosis awal untuk mengobati gangguan cemas menyeluruh adalah 0,25-0,5 mg 3 hingga 4 kali sehari menggunakan tablet yang cepat larut. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari hingga dosis maksimum 4 mg setiap hari.
  • Dosis awal untuk mengobati serangan panik adalah 0,5 mg 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setiap 3-4 hari tetapi tidak lebih dari 1 mg setiap hari.
  • Dosis efektif untuk mencegah serangan panik mungkin setinggi 10 mg setiap hari untuk beberapa pasien. Dosis awal saat menggunakan tablet rilis diperpanjang untuk mengobati gangguan panik adalah 0,5 mg sekali sehari dan dosis rata-rata 3-6 mg sekali sehari. Alprazolam dapat diminum sebelum atau sesudah makan. 

Apa efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan Alprazolam?

Efek samping yang paling sering timbul pada penggunaan Alprazolam dosis rendah adalah rasa kantuk, dan merasa kelelahan. Efek samping lainnya termasuk:

  • Masalah memori
  • Gangguan berbicara
  • Sembelit
  • Perubahan berat badan
  • Ketergantungan

Kecanduan lebih mungkin terjadi pada dosis tinggi yang diberikan selama jangka waktu yang lama. Penghentian Alprazolam secara tiba-tiba setelah penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gejala putus obat seperti:

Kejang dapat terjadi pada kasus gejala putus obat yang lebih berat. Akibatnya, pasien dengan penggunaan Alprazolam jangka waktu yang lama harus perlahan-lahan mengurang dosisnya. Jangan menggunakan atau menghentikan penggunaan obat ini secara sembarangan. Selalu berikan obat ini di bawah pengawasan dokter. 

Benzodiazepin, seperti Alprazolam, dapat menyebabkan kelainan janin dan tidak boleh digunakan selama masa kehamilan. Alprazolam ikut dikeluarkan ke dalam ASI dan dapat mempengaruhi bayi yang menyusui. Karena itu, sebaiknya tidak digunakan oleh wanita yang sedang menyusui. 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app