Kenali Menopause dari Gejala Hingga Tahapannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 624.332 orang

Apa itu Menopause

Menopuse pada wanita adalah suatu istilah yang tidak asing lagi terdengar. Menopause akan terjadi pada seluruh wanita seiring proses penuaan. Berhentinya siklus menstruasi wanita di masa menopause terjadi secara alami dan merupakan fase kehidupan pada mentruasi terakhir. Menopause akan terjadi terkait berhentinya proses reproduksi sehingga setelah masuk masa menopause, wanita tidak lagi bisa memiliki anak.

Wanita dikatakan mengalami menopause apabila tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan terakhir. Penyebab dari menopause adalah degenerasi ovarium yang menjadi tidak aktif karena kurangnya pembentukan hormon reproduksi seperti estrogen. Karena penurunan hormon estrogen yang drastis maka tidak bisa menghambat produksi LH dan FSH sehingga nilainya menjadi tinggi dan menetap cukup lama.

Rata-rata usia terjadinya menopause pada wanita yaitu sekitar umur 45 hingga 55 tahun  dengan usia rata-rata yakni 50 tahun. Menopause juga menyebabkan berhentinya pengeluaran darah karena siklus menstruasi tidak lagi bekerja. Ovarium tidak lagi bekerja menghasil hormon estrogen yang bermula dari adanya siklus haid yang panjang pada waktu jelang menopause dengan pendarahan yang berkurang. 

Klimakterium pada Menopause

Klimakterium merupakan masa-masa peralihan menjelang menopause. Klimakterium bisa disebut sebagai perimenopause. Klimakterium akan muncul pada usia mulai 45 hingga 49 tahun. Pada kondisi ini terjadi perubahan siklus menstruasi akibat kurangnya fungsi ovarium seperti haid yang tidak teratur, keluhan saat haid, jantung berdebar, dan nyeri saat kencing.

Gejala lain yang dapat timbul pada masa klimakterium antara lain:

  1. gangguan emosional dan depresi
  2. Sakit kepala
  3. Keringat berlebihan
  4. Penyempitan pembuluh darah

Gejala Menopause        

Setelah menempuh masa klimakterium kurang lebih 1 tahun lamanya, maka tibalah saat-saat menopause dimana hormon estrogen benar-benar tidak aktif sama sekali dan siklus menstruasi berhenti secara total. Menopause sudah dimulai pada usia 50 hingga 55 tahun. Selain berhentinya siklus menstruasi dan ovulasi, terdapat gejala lain yang dapat timbul diantaranya

  1. Kulit kering
  2. Sulit tidur di malam hari
  3. Berkeringat pada malam hari
  4. Demam
  5. Vagina menjadi kering
  6. Sakit kepala
  7. Vertigo
  8. Rasa panas (hot flush) yang terasa mulai dari dada hingga naik ke atas.

Selain gejala pada organ, tedrdapat gangguan psikologis yang dapat muncul terkait menopause antara lain:

  1. Stres
  2. Gelisah
  3. Marah
  4. Depresi
  5. Mudah tersinggung
  6. Penurunan daya ingat

Postmenopause

Masa menopause selama 3 hingga 5 tahun akan berkahir di masa menopause atau senium. Senium terjadi setelah 12 bulan bebas menstruasi. Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan peningkatan kadar LH dan FSH yang tinggi dengan kadar hormon estrogen yang rendah. Keluhan dari masa klimakterium mungkin saja dapat terjadi kembali disamping penurunan estrogen yang semakin lama akan berakhir. Masalah psikis saat postmenopause akan kembali stabil di usia 65 tahun.

Terdapat resiko berat yang dapat muncul pada postmeopause seperti penyakit alzheimer, hipertensi, infarksi miokard, dan pengerasan pembuluh darah atau atherosclerosis.

Keluhan di masa Menopause

Banyak sekali gejala yang dapat timbul mulai dari masa klimakterium, menopause, hingga postmenopause. Gejala pada menopause sangat dirasakan oleh wanita apalagi masalah psikis yang meresahkan karakter dan kepribadian wanita. 

Masalah psikis seperti cepat marah, stres, gelisah, dan curiga berlebih menjadi masalah baru yang perlu disingkapi terutama dalam lingkup keluarga. Suami perlu mengerti mengenai kondisi yang terjadi di masa menopause serta memberikan dukungan psikologis melalui media ruang dan waktu bersama keluarga.

Wanita setidaknya perlu menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon yang menimbulkan rasa tidak nyaman di masa-masa menopause. Wanita hendaknya mengenali lebih dalam apa kemungkinan yang dapat terjadi dan mempengaruhi kesehatan baik secara fisik ataupun psikologis selama menopause. 

Untuk menanggulangi masalah ini wanita dapat mempersiapkan diri untuk meningkatkan jasmani dengan berolahraga teratur, mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi seperti memperbanyak nutrisi kalsium tinggi dari makanan, susu, dan suplemen tambahan untuk mencegah peluang terkena tulang keropos. Olahraga ringan seperti jalan kaki dan alri pagi sudah cukup membantu menghadapi keluhan

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit