Fluoxetine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Mei 9, 2019 Waktu baca: 3 menit

Obat fluoxetine merupakan salah satu jenis obat yang digunakan pada gangguan kejiwaan. Obat ini paling sering digunakan pada penderita depresi berat yang membutuhkan pengobatan. 

Obat fluoxetine merupakan golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor atau SSRI yang bekerja untuk meningkatkan aktivitas zat serotonin yang ada di dalam otak. Peningkatan kerja enzim tersebut dapat memperbaiki gejala berupa perasaan tidak nyaman yang menimbulkan efek depresif.

Obat fluoxetine sebagai golongan SSRI ini meningkatkan zat serotonin sebagai neurotransmiter di otak. Neurotransmiter sendiri bekerja sebagai media komunikasi dari sistem dalam tubuh ke otak. Serotonin berjalan menuju ruang saraf dan melekat pada reseptor. Gangguan aliran zat serotonin inilah yang diyakini menimbulkan penyakit depresif.

Cara kerja fluoxetine ini adalah untuk meningkatkan daya angkat serotonin bebas sehingga semakin banyak kadar serotonin di jalur saraf dan menstimulasi saraf otak. Setelah mengonsumsi obat ini, maka konsentrasi serotonin menjadi meningkat dan mood serta minat akan kembali normal, begitu pula aktivitas seseorang di mana timbul depresi sebelumnya.

Mengenai Obat Fluoxetine

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet, kapsul

Kandungan:

Antidepresan

Manfaat obat Fluoxetine

Obat fluoxetine ditujukan penggunaannya pada penderita kondisi kejiwaan antara lain:

  • Depresi

Depresi merupakan gangguan hilangnya rasa minat dan penurunan mood yang drastis pada seseorang. Beberapa orang merasakan adanya tingkat depresi yang terjadi. Munculnya depresi dapat terjadi ringan hingga berat sesuai dengan kriteria dan gejala yang dialami. Orang dengan depresi dapat kehilangan minat beraktivitas, nafsu makan menurun, cepat lelah, hingga hilang semangat hidup. Pada tahap berat bahkan dapat berniat ingin bunuh diri.

  • Bulimia

Bulimia merupakan gangguan makan yang banyak terjadi pada wanita. Bulimia nervosa muncul akibat tingginya niatan untuk menjaga postur tubuh dengan cara memuntahkan makanan yang telah dimakan seperti dengan memasukkan jari ke dalam mulut karena takut makanan yang dimakan dapat membuat badan menjadi gemuk.

  • Gangguan Obsesif Komplusif

Gangguan Obsesif Kompulsif atau OCD merupakan penyakit gangguan kebiasaan di mana seseorang selalu mengulang kegiatannya berkali-kali seakan lupa bahwa ia sudah melakukannya. Penyakit ini cukup menganggu terutama pada aktivitas.

  • Gangguan Panik

Gangguan panik merupakan gangguan serangan singkat pada pribadi seseorang. Gejala yang dirasakan adalah keringat dingin, badan gemetar, jantung berdetak cepat, dan tanpa gejala yang jelas.

  • Gangguan cemas menyeluruh

Gangguan cemas menyeluruh atau GCS adalah terjadinya kekhawatiran pada beberapa peristiwa yang pernah terjadi dan berlangsung sekitar lebih dari 6 bulan. Keluhan ini juga disertai jantung berdebar.

Dosis dan cara pemakaian Obat Fluoxetine

Obat fluoxetine tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan cair dengan dosis 10 mg, 20 mg, 40 mg, dan 60 mg. 

Berikut adalah dosis fluoxetine yang direkomendasikan:

  • Pada orang dewasa yang menderita depresi dan OCD, obat fluoxetine dikonsumsi sebanyak 20 mg kapsul atau tablet setiap hari selama 2 hingga 4 minggu terapi. Dosis maksimal yang dapat diberikan adalah 80 mg per hari.
  • Pada gangguan panik, dosis yang diberikan cukup 10 mg tablet atau kapsul per harinya dan dapat ditingkatkan bertahap hingga maksimal 60 mg bila keluhan tidak membaik.
  • Pada gangguan kondisi bulimia, dosis yang diberikan adalah 60 mg per hari sekali sehari, atau dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi.
  • Pada gangguan disforik pramenstruasi, dosis yang diberikan sebanyak 20 mg per hari, dikonsumsi tiap hari atau 2 hari sekali, dimulai sejak 14 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan hingga hari pertama menstruasi.

Jika lupa meminum obat fluoxetine dalam satu hari, jangan menggabungkannya di hari berikutnya. Sesuaikan dosis yang diberikan oleh dokter sampai obat habis atau waktu pemberian sesuai dosis yang diberikan.

Efek samping Obat Fluoxetine

Obat golongan SSRI seperti fluoxetine, setraline, dan citalopram memeiliki beberapa efek samping yang mungkin muncul pada beberapa penderita gangguan depresi, OCD, dan penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan SSRI. 

Efek samping yang timbul antara lain:

  •  Mual muntah
  • Nyeri perut
  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Nafsu makan meningkat
  • Halusinasi
  • Mengantuk
  • Insomnia
  • Tremor
  • Badan lemas

Interaksi Obat

Obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan lainnya termasuk:

Perhatian 

Perhatian khusus sebelum mengonsumsi obat fluoxetine antara lain:

  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat fentanyl, litium, tramadol, dan obat antidepresan jenis trisilkik karena dapat beresiko menimbulkan sindrom serotonin
  • Disarankan untuk tidak mengemudi selama mengonsumsi obat fluoxetine karena dapat menyebabkan kantuk
  • Obat ini mengganggu ritme jantung sehingga butuh perhatian khusus pada penggunaanya oleh penderita penyakit jantung
  • Disarankan untuk tidak mengonsumsi obat fluoxetine saat hamil

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MIMS Indonesia (2018). Fluoxetine. (http://www.mims.com/indonesia/drug/info/fluoxetine/)
Healthline (2018). Serotonin: What You Need to Know?. (https://www.healthline.com/health/mental-health/serotonin)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app