Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Ciproxin: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 11, 2019 Tinjau pada DEC 11, 2019 Waktu baca: 8 menit
Telah dibaca 1.906.339 orang

Ciproxin mengandung Ciprofloxacin, antibiotik jenis fuorokuinolon generasi kedua. Antibiotik ini dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti pneumonia, gonorea (penyakit menular seksual), demam tifoid, diare karena infeksi bakteri, infeksi kulit, tulang, persendian, saluran pencernaan, dan prostat. Bactiprox juga dapat digunakan untuk mengobati bronkitis, infeksi sinus, infeksi saluran kemih (ISK).

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berikut ini adalah informasi lengkap obat Ciproxin yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

Pabrik

Bayer

Golongan

Obat keras (Harus dengan resep dokter)

Kemasan

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Obat Ciproxin dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :

  • dos 5 x 6 tablet 250 mg
  • 2 x 10 tablet 500 mg
  • 2 x 10 tablet 750 mg
  • botol 100 mL larutan infus 200 mg
  • botol 200 mL larutan infus 400 mg

Kandungan

Tiap kemasan obat Ciproxin mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :

  • Ciprofloxacin 250 mg/tablet
  • Ciprofloxacin 500 mg/tablet
  • Ciprofloxacin 750 mg/tablet
  • Ciprofloxacin 200 mg/100 mL

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ciprofloxacin adalah antibiotik golongan fluoroquinolone generasi kedua yang mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Mekanisme aksi antibiotik ini adalah dengan cara menghambat DNA Gyrase dan topoisomerase IV. Ciprofloxacin mengikat ke DNA gyrase dengan kekuatan 100x. Topoisomerase IV memerlukan DNA terpisah yang telah direplikasi sebelum pembelahan sel bakteri. Dengan DNA yang tidak dipisahkan, proses terhenti dan bakteri tidak bisa membagi. Mekanisme ini akan membunuh bakteri sehingga Ciprofloxacin digolongkan sebagai bakterisida. Ciprofloxacin  diserap dengan baik di saluran pecernaan, jika diberikan secara oral akan memiliki bioavailabilitas sekitar 70-80%. Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi plasma puncak : 2-4 jam (oral). Antibiotik ini terdistribusi secara luas di dalam tubuh, penetrasi jaringan baik, mampu melintasi plasenta, dan masuk ke air susu ibu.

Indikasi

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kegunaan Ciproxin (Ciprofloxacin) adalah untuk pengobatan kondisi-kondisi berikut :

  • Pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, pencernaan, dan infeksi perut, termasuk infeksi oleh baketri gram negatif (Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila, Moraxella catarrhalis, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa), dan gram positif (Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus epidermidis, Enterococcus faecalis, dan Streptococcus pyogenes).
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) juga digunakan untuk infeksi pada kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi, gonore akut dan osteomilitis akut.

Kontraindikasi

  • Jangan menggunakan antibiotik ini pada pasien dengan dengan riwayat hipersensitif atau alergi obat Ciprofloxacin dan antibiotik golongan kuinolon lainnya.
  • Sebaiknya juga tidak digunakan untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak dan remaja sebelum akhir fase pertumbuhan.
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) juga kontraindikasi pada pasien dengan epilepsi atau gangguan kejang lainnya.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan riwayat tendon pecah.
  • Jangan digunakan bersamaan dengan tizanidine.

Efek Samping Ciproxin

Kebanyakan efek samping Ciproxin (Ciprofloxacin) bersifat ringan sampai sedang yang akan segera hilang ketika pemberian obat dihentikan. Namun, efek samping serius kadang terjadi. Berikut adalah beberapa efek samping yang bisa terjadi :

  • Mual muntah, nyeri perut, dada terasa terbakar (heartburn)
  • Keputihan berlebihan
  • diare parah baik itu BAB cair atau BAB darah yang dapat disertai dengan atau tanpa demam (dapat terjadi 2 bulan atau lebih setelah terapi)
  • Tanda alergi : bercak-bercak merah, gatal pada kulit, kulit terkelupas, bengkak pada mata, wajah, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, kaki, kesulitan untuk bernafas.
  • Batuk yang tidak membaik
  • Mata dan kulit kuning, kadang diserta dengan urin seperti teh atau BAB warna seperti dempul.
  • Rasa lapar dan haus yang berlebihan, dada berdebar, sering berkeringat, terlalu sering kencing, dan kecemasan yang berlebihan.
  • Pingsan
  • Volume urin menurun
  • Ciprofloxacin dapat menyebabkan masalah pada tulang, sendi, dan jaringan jika digunakan pada anak. Sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak dibawah usia 18 tahun jika tidak memiliki infeksi serius yang tidak bisa diterapi oleh antibiotik lain.
  • Kerusakan saraf dapat terjadi, jika Anda mengalami gangguan saraf perifer seperti kebal pada kulit, sensasi terbakar atau tersengat listrik, tidak bisa membedakan panas dan dingin, segera konsultasikan ke dokter.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Reaksi hipersensitivitas, hepatotoksisitas berat, diare dan kolitis terkait Clostridium difficile.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat Ciproxin (Ciprofloxacin) adalah sebagai berikut :

  • Penggunaan antibiotik ini untuk pasien dengan penyakit hati harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
  • Efektivitas dan keamanan pemakaian pada anak-anak, wanita hamil dan menyusui belum terbukti. Obat ini mampu memasuki air susu ibu (ASI) oleh karena itu penggunaan Ciproxin (Ciprofloxacin) untuk ibu menyusui harus mempertimbangkan manfaat dengan risiko pada bayi.
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) tidak boleh digunakan untuk mengobati penyakit infeksi oleh virus.
  • Jangan hentikan pengobatan sebelum dosis dan durasi yang dianjurkan dokter selesai. Jika pengobatan dihentikan sebelum waktunya berpotensi terjadinya resistensi antibiotik.
  • Hati-hati menggunakan antibiotik ini untuk pasien dengan epilepsi, riwayat gangguan sistem saraf pusat, defisiensi G6PD, perpanjangan interval QT, memiliki faktor risiko perpanjangan interval QT atau torsades de pointes (misalnya sindrom QT kongenital panjang, ketidakseimbangan elektrolit yang tidak dikoreksi, penyakit jantung).
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) dapat memperburuk gejala myasthenia gravis.
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) dapat menyebabkan pusing, sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan mesin.
  • Pertahankan asupan cairan yang adekuat dan hindari alkalinitas urine yang berlebihan.
  • Hindari paparan sinar matahari atau sinar UV buatan.
  • Jika selama menggunakan obat Ciproxin (Ciprofloxacin) Anda mengalami tendinitis atau ruptur tendon (misalnya nyeri, bengkak) saat berolahraga, segera istirahat dan hentikan olahraga.
  • Laporkan kepada dokter jika Anda memiliki gangguan fungsi ginjal, hati, dan jantung, atau memiliki kelainan persendian dan tendon seperti rheumatoid arthritis.
  • Minum antibiotik Ciprofloxacin dapat memperburuk kelemahan otot pada penderita miasthenia gravis. Laporkan kepada dokter bila Anda memiliki penyakit miasthenia gravis.

Penggunaan obat Ciproxin untuk ibu hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan Ciprofloxacin kedalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu equivalen dengan hasil pada manusia, namun efek buruk obat ini pada janin hewan harus menjadi pertimbangan serius sebelum menggunakan Ciproxin untuk ibu hamil. Oleh karena obat ini diketahui mampu menembus sawar plasenta, sebaiknya kalaupun harus digunakan harus di bawah pengawasan dokter.

Interaksi obat

Ciproxin (Ciprofloxacin) berinteraksi dengan obat-obat berikut :

  • Penggunaan bersama antasida yang mengandung magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida, menurunkan penyerapan Ciproxin (Ciprofloxacin) oleh usus.
  • Hal yang sama terjadi jika diberikan bersamaan dengan suplemen zat besi dan multi-vitamin yang mengandung zinc.
  • Sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan susu, produk yang kaya kalsium, multivitamin oral dan suplemen mineral yang mengandung kation divalen atau trivalen (misalnya Fe, Zn, Ca) karena bisa menurunkan level Ciproxin (Ciprofloxacin) dalam darah di bawah level yang dibutuhkan.
  • Ciproxin (Ciprofloxacin) menunjukkan potensi untuk menghambat kerja enzim yang memecah tizanidine, theophylline, caffeine, methylxanthines, clozapine, olanzapine, dan ropinirole. Hal ini dapat meningkatkan level obat tersebut dalam darah, sehingga menyebabkan efek samping yang lebih potensial.
  • Dalam dosis tinggi, penggunaan Ciproxin (Ciprofloxacin) bersamaan dengan anti inflamasi non steroid (NSAID) dapat menyebabkan kejang. beberapa merk-merk obat yang termasuk NSAID misalnya mefinal yang mengandung asam mefenamat, dan voltadex yang mengandung diclofenac.
  • Meningkatkan efek antikoagulan oral (misalnya warfarin) dan anti diabetes glibenclamide.
  • Meningkatkan toksisitas methotrexate.
  • Konsentrasi plasma Ciproxin (Ciprofloxacin) dapat ditingkatkan oleh probenesid.
  • Penggunaan bersamaan dengan antiaritmia kelas IA (misalnya quinidine, procainamide), antiaritmia kelas III (misalnya amiodarone, sotalol), TCA, makrolides dan antipsikotik dapat menyebabkan efek aditif pada perpanjangan interval QT.
  • Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid (misalnya dexamethasone, betamethasone) dapat meningkatkan risiko gangguan tendon parah.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Peningkatan kadar tizanidine dalam serum yang bisa menyebabkan efek hipotensi dan sedatif.

Dosis Ciproxin

Ciproxin (Ciprofloxacin) diberikan dengan dosis berikut :

A. Tablet

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah; Infeksi saluran pernafasan bagian atas; Infeksi kulit dan jaringan lunak

  • dewasa : 500-750 mg 2 x sehari selama 7-14 hari.

Otitis eksternal ganas

  • dewasa : 750 mg 2 x sehari selama 28 hari sampai 3 bulan.

Sistitis tanpa komplikasi

  • dewasa : 250-500 mg 2 x sehari selama 3 hari.
  • wanita pra-menopause : 500 mg sebagai dosis tunggal.
  • Komplikasi : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.

Pyelonephritis tanpa komplikasi

  • dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.
  • Komplikasi : 500-750 mg 2 x sehari minimal 10 hari; bisa dilanjutkan> 21 hari.
  • Dosis anak usia ≥1 tahun : 10-20 mg / kg berat badan untuk 10-21 hari. Max : 750 mg / dosis.

Prostatitis

  • dewasa : 500-750 mg 2 x sehari untuk 2-4 minggu (akut) atau 4-6 minggu (kronis).

Uretritis gonococcal; Cervicitis

  • dewasa : 500 mg sebagai dosis tunggal.

Penyakit radang panggul

  • dewasa : 500-750 mg 2 x sehari minimal 14 hari.

Pengobatan dan profilaksis postexposure anthrax

  • dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 60 hari.
  • Dosis anak : 10-15 mg / kg berat badan selama 60 hari setelah konfirmasi paparan Bacillus anthracis. Max: 500 mg / dosis.

Infeksi tulang dan sendi

  • dewasa : 500-750 mg 2 x sehari sampai max 3 bulan.

Diare

  • dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 1-5 hari tergantung pada tingkat keparahan dan sifat infeksi.

Demam tifoid/tifus

  • dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.

Infeksi intra abdomen

  • dewasa : 500-750 mg selama 5-14 hari.

Penyesuaian dosis

  • Pasien hemodialisis atau dialisis peritoneal : 250-500 mg setiap 24 jam setelah dialisis.
  • CrCl <30 : 250-500 mg setiap 24 jam.
  • CrCl 30-60 : 250-500 mg setiap 12 jam.

Aturan Pakai

  • Bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Sebaiknya diminum setelah makan untuk meminimalkan ketidaknyamanan saluran pencernaan.
  • Jangan diminum dengan produk antasida (biasanya obat maag), Fe (biasanya tonik penambah darah dan suplemen lainnya) atau produk susu.

Ringkasan hal-hal penting terkait obat Ciproxin (Ciprofloxacin)

  • Antibiotik termasuk Ciproxin (Ciprofloxacin) hanya digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Jangan menggunakan antibiotik ini untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya influenza.
  • Buang semua sisa obat Ciproxin (Ciprofloxacin) yang tidak terpakai saat kedaluwarsa atau bila tidak lagi dibutuhkan. Jangan minum obat ini setelah tanggal kedaluwarsa pada label telah berlalu. Obat yang sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan sindrom berbahaya yang mengakibatkan kerusakan pada ginjal.
  • Gunakan obat Ciproxin (Ciprofloxacin) sesuai dengan aturan. Jangan minum obat ini dalam jumlah yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang dianjurkan.
  • Jangan berbagi obat dengan orang lain, meskipun mereka memiliki gejala penyakit yang sama dengan Anda.
  • Simpan obat pada suhu ruangan. Hindarkan dari kelembaban dan panas.

Terkait

  • Merk-merk obat dengan kandungan zat aktif Ciprofloxacin
  • Merk-merk obat yang termasuk antibiotik kuinolon, derivat

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Ciproxin (Ciprofloxacin) harus sesuai dengan yang dianjurkan.

 

 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini